Jemari Haqi

talk slow think fast

Archive for the ‘Sinema’ Category

Hantu Rambut Indah #1

without comments

Hayria : Indah

Dimas Anggara : Trian

Cynthia Wijaya : Amara

Script terbaru saya sedang diproduksi nih!
Kali ini judulnya Hantu Rambut Indah, iya genrenya horror hehe. Pemainnya Dimas Anggara (yap! Bari di Andai Mati Besok), Hayria dan Cynthia Wijaya. Jangan lupa ditonton tanggal 17 November jam 19.30 di program Bioskop Indonesia, Trans TV :)

Written by jemarihaqi

November 10, 2009 at 12:04 pm

3 Film

with 3 comments

Minggu ini saya sudah menonton 3 film. Berikut opini singkat saya :


Atiqah Hasiholan, Yama Carlos, Frans Tumbuan, Nino Fernandez, Verdi Solaiman, Wulan Guritno
Sutradara : Teddy Soeriaatmadja
Penulis : Ayu Utami

Film yang indah
Film ini menampilkan sinematografi indah yang membuat saya terbuai. Dari segi cerita sebetulnya film ini menawarkan sesuatu yang berbeda, berisi dan bermakna besar, tetapi pada kenyataannya saya lebih menyukai Ayu Utami bercerita dalam medium novel dibandingkan dengan debutnya sebagai penulis skenario di film ini. Deretan pemain handal ada di film ini, namun sayangnya beberapa diantara mereka menampilkan akting yang (dibeberapa bagian) tampak sedikit berlebihan. Musik yang dibawakan Naif menjadi salah satu sisi manis film ini

2.5/5


Michael Jackson
Sutradara : Kenny Ortega

Menginspirasi
Salah satu kata yang paling pas untuk menggambarkan film ini adalah kata itu. Dokumentasi persiapan konser kembalinya MJ -yang pada akhirnya tidak sempat terealisasi- seperti menjadi sebuah oase untuk para penggemar MJ. Saya bukan penggemar MJ -bahkan lagu di film ini yang saya bisa ikut nyanyi cuma lagu I’ll Be There- tapi karena film ini saya tau bahwa MJ memang luar biasa, dia sosok yang manusiawi, penuh cinta dan dedikasi. Film ini tidak hanya memberi inspirasi berkat seorang MJ, tetapi lebih karena keseluruhan tim yang menunjukkan performa mereka dari hati, yang pada akhirnya sukses membuat hati saya ikut bergetar. Sayang, konser itu tidak pernah terealisasi..

4.5/5


Vino G Bastian, Fathir Mochtar, Dion Wiyoko, Ali Syakieb, Reza Pahlevi, Dallas Pratama, Fanny Fabriana
Sutradara & Penulis : Upi

Film lelaki dari perempuan
Mungkin terlalu ekstrem jika saya menyebut demikian, namun rasanya tidak berlebihan pula kalau saya memberi pendapat seperti itu. Dari awal dimulai, Upi sudah menawarkan ‘kekerasan’ dan ‘aroma’ khas lelaki lewat karakter 5 jagoan kampung yang saling bersahabat. Film ini menawarkan sesuatu yang keras, penuh makian, penuh kekerasan, namun di sisi lain para perempuan yang menyaksikan akan terhibur dengan suguhan para lelaki kekar -ada banyak pula! Yang lelaki jangan bersedih, penampilan Fanny Fabriana dan Zaneta cukup berhasil menjadi pemanis yang menggigit. Satu catatan kecil : para jagoan kampung ini kok rasanya terlalu stylish dan trendy ya? Sudahlah, apalah artinya kaos Topman yang dipakai Ali Syakieb kan? Salut untuk Upi yang kian hari semakin menemukan dirinya dan menghasilkan karya yang semakin matang.

3/5

Heartbreak.com

without comments

Sebelum menonton filmnya tanggal 3 Desember nanti, silahkan dicek trailernya dulu :

Written by jemarihaqi

October 22, 2009 at 6:47 am

Posted in Showbiz, Sinema

The Ugly Truth

with 4 comments

Katherine Heigl & Gerard Butler

1. Khas Rom-Com
Formula film romantic comedy sudah jelas dan film ini memakai formula tersebut dengan cara penyampaiannya yang apik.

2. Dialog menyenangkan!
Ah saya suka banget dengan dialog-dialog film ini. Terlebih dengan semua kalimat yang keluar dari mulut Mike. Menarik! Cerdas dan menghibur!

3. Heigl & Butler?
Heigl pernah sukses dengan 27 Dresses dan Butler mencuri perhatian di PS I Love You. Kini keduanya bersanding dan hasilnya? Maksimal! Meski di beberapa bagian saya merasa karakter Izzy di Grey’s Anatomy masih melekat di diri Heigl, itu gak masalah. Chemistry keduanya oke!

4. Sexy dancing!
Aaaah saya suka banget scene Abby dan Mike berdansa! Asli adegan itu memorable banget, romantis, seksi dan letupan-letupan cinta Abby dan Mike terlihat nyata banget. Heigl dan Butler narinya juga bagus!

5. Menyegarkan!
Sebagai sebuah tontonan, film ini berhasil menghibur penontonnya. Kubu cowok terhibur dengan kecantikan Heigl. Kubu cewek terbius dengan pesona Butler. Belum lagi jalinan cerita yang menarik dan bumbu komedi di sana-sini yang berhasil meledakkan tawa penontonnya. Menarik!

3.5/5

Written by jemarihaqi

October 9, 2009 at 3:46 pm

Posted in Quotes, Sinema

Namaku Gatotkaca

with one comment

Saksikan Kamis 1 Oktober 2009 jam 19.00 di Trans TV
Pemain : Rifky Balweel, Masayu Clara, Malvino Fajaro, Torro Margens, Aditia Setianto, Erlin Sarintan, Siswanto, Rudi Sipit, Bio One
Ide Cerita : Reka Wijaya
Penulis Skenario : Reka Wijaya & Baihaqi Achmad
Sutradara : Reka Wijaya

Re-Run Andai Mati Besok!

with 13 comments

Andai Mati Besok diulang niih di Trans TV
Selamat menonton :)

Written by jemarihaqi

September 30, 2009 at 8:11 am

Rumah Dara Teaser Posters

without comments

Written by jemarihaqi

September 13, 2009 at 4:28 pm

Rumah Dara

with one comment

Ini dia posternya Rumah Dara (Macabre)
Bagus yaaa? Hehehehe

Rumah Dara
Julie Estelle, Shareefa Daanish, Ario Bayu, Sigi Wimala, Arifin Putra, Dendy Subangil, Imelda Therine, Daniel Mananta
Sutradara : MO Brothers
Penulis : MO Brothers
Produser : Delon Tio

Written by jemarihaqi

September 8, 2009 at 4:27 am

Posted in Showbiz, Sinema

Tagged with ,

Andai Mati Besok (Props Pics)

with 17 comments


Roy Saputra : Jaka


Dimas Anggara : Bari


Reza Respati : Bismo


Anindita Putri : Kinar


Berliana Febrianti : Ibu

Bukannya sombong, tapi saya berani bilang, Andai Mati Besok adalah salah satu karya terbaik saya. Debut perdana saya yang berhasil membuat saya puas :)

Tentang cin(T)a

with 10 comments

Sudah dari beberapa bulan lalu film ini membuat heboh dunia maya dengan trailer yang dimuat di Youtube dan beberapa penggalan informasi yang termuat di account Facebooknya. Dan akhirnya setelah menunggu, film ini hari ini melakukan premiere di Jakarta -setelah sebelumnya premiere di Bandung-, tepatnya menjadi bagian dari Kineforum di Taman Ismail Marzuki. Kebetulan sekali saya bisa hadir atas undangan Mbak Jenny Jusuf, sekali lagi thanks ya Mbak undangannya!

1. Cerita yang unggul
Tema yang unik -sensitif tapi jujur- dikemukakan dengan berani, tanpa malu-malu. Skenario yang ditulis oleh Sally Anom dan Sammaria Simanjuntak menjadi kekuatan film ini. Dialog yang matang dan ‘berisi’ menjadikan kemasan film ini berbeda. cin(T)a, bukan film biasa

2. Dua bintang baru
Ada dua nama yang -menurut saya- akan jadi besar dan menjadi next big thing di dunia perfilman tanah air. Mereka adalah Sunny Soon dan Saira Jihan, dua pemeran utama film ini. Sunny Soon berhasil memerankan karakter Cina dengan maksimal. Saira pun begitu -meski di beberapa bagian saya seringkali merasa terganggu dengan cara bicaranya yang terdengar tidak natural.

3. Gambar indah
Meski hanya mengambil beberapa titik lokasi, film ini bisa membuat mata segar dengan gambar-gambarnya yang indah. Departemen artistiknya juara! Saya suka sekali dengan lampu Bye, cantik yang berkelip di tengah gelap, nice!

4. Perkenalkan, namanya Sammaria
Ini dia sutradara baru yang sepertinya akan bisa menjadi the next Nia Dinata. Dengan penyutradaraan yang menjanjikan di film cin(T)a, saya yakin Sammaria akan bisa menjadi besar, menjadi salah satu dari sutradara wanita yang bisa menelurkan film-film berkualitas. Ditunggu karya berikutnya!

5. Soundtrack nendang
Homogenic sebagai musisi yang mengisi musik film ini berhasil memberikan nuansa yang manis dan selaras dengan keseluruhan filmnya. Liriknya bagus, musik pengiringnya seru, nendang banget-lah pokoknya!

6. Tektok
Dialog yang jujur dan seringkali frontal terkadang terdengar begitu ’serius’ dan perbincangan Cina dan Anisa di taman saat sedang bermain terasa tumpang tindih dan kurang enak dinikmati. Ada pula dialog yang terasa gak nyambung dan gak enak tek-toknya

7. Close up!
Ingat Rudi Soedjarwo yang suka bikin sakit mata karena sering mengambil gambar dengan jarak yang sangat dekat? Nah, di film ini juga begitu! Muka Cina dan Anisa sering banget diclose up! Tapi berbeda dengan film-film Rudi, Sammaria bisa membuat mata saya gak sakit karena cara ngambil gambarnya asik, detail dan diambil dari sudut-sudut yang menyenangkan buat mata.

8. Too fast?
Terkadang saya merasa perjalanan cerita berjalan terlalu cepat. Proses Cina dan Anisa saling mengenal berjalan dalam waktu yang terasa singkat. Ada kalanya pula saya merasa detail-detail tokohnya kurang tersampaikan.

9. Chemistry
Cina dan Anisa menampilkan chemistry yang kuat, yang membuat saya ikut larut mengikuti kisah perjalanan mereka yang penuh dengan berbagai tawa, kebersamaan yang manis, sekaligus kesedihan mendalam. Suka sekali scene dimana Cina dan Anisa tiduran bersama di bawah pohon, romantis dan manis ;)

10. Harapan itu (semakin) ada
cin(T)a adalah harapan baru. Sineas Indonesia semakin kreatif dalam membuat karya, dan cin(T)a menjadi sebuah pembuktian. Tim produksi yang didominasi muka-muka muda semakin mempertebal harapan itu, harapan bahwa masih akan ada film-film dengan ide-ide segar yang menyegarkan.

4/5

Written by jemarihaqi

August 14, 2009 at 6:15 pm

Andai Mati Besok

with 33 comments

Pemain : Dimas Anggara, Reza Respati, Roy Saputra, Juwita Tofhany, Berliana Febrianti, Anindita Putri, Elkie Kwee, Michelle
Sutradara : Reka Wijaya
Penulis Skenario : Baihaqi Achmad

Teman-teman, jangan lupa nonton FTV Andai Mati Besok ya!
Kamis 6 Agustus 2009 jam 19.00 di Trans TV. Ditunggu sekali komentarnya!

Krazy Crazy Krezy

with one comment

Jenis Film : Drama Komedi
Pemain : Tora Sudiro, Vincent Rompies, Pierre Andre, Sigi Wimala, Sissy Prescillia, Julia Ziegler, Acha Septriasa
Sutradara : Rako Prijanto
Penulis : Brij Katyal
Produser : Sharad Sharan
Produksi : 999 Pictures

Awalnya film ini berjudul Teman Selamanya, tapi entah mengapa tiba-tiba diganti menjadi Krazy Crazy Krezy, sebuah judul yang menurut saya gak enak didengar -dan juga gak enak diucapkan. Dan kalo diperhatikan, sama seperti judulnya yang tiba-tiba diganti, film ini juga tiba-tiba aja bakalan tayang besok, padahal selama seminggu kemarin daftar film coming soon di 21Cineplex belum memasukkan film yang disutradarai Rako Prijanto ini. Hmmm, semua serba tiba-tiba yaa

Banyak catatan buat film ini. Saya blak-blakan aja yaaa, malas berbasa-basi hehe :

1. Saya merasa cerita film ini ngalor ngidul kabur kemana-mana, fokus cerita gak jelas dan cenderung tidak terarah. Porsi tiga karakter utamanya cenderung sama besar dan membuat jalinan ceritanya menjadi seperti tumpang tindih. Pergerakan ceritanya juga berjalan kurang enak

2. Tora Sudiro? Oh my, secara jujur saya harus bilang bahwa Tora semakin terlihat menjengkelkan (sorry dude!), Tora di sini terlihat berusaha menjadi Sonny, tapi yang terlihat tetaplah Tora sebagai bintang Extravaganza. Vincent Rompies menjadi aktor paling oke dari 3 aktor utama, dia bisa masuk ke karakternya dan menjelma menjadi pemuda asal Yogyakarta yang polos dan lugu. Pierre Andre? Hmmm, lumayanlah

3. Sissy Prescillia juara! Saya memang udah suka Sissy dari AADC dan terbukti sejauh ini Sissy selalu menampilkan akting prima yang natural, karakter Ratna masuk banget nih di muka Sissy yang manis. Sigi Wimala menampilkan akting yang lebih baik dibandingkan aktingnya di Kalau Cinta Jangan Cengeng, di sini Sigi terlihat lebih natural dan semakin cantik! Julia Ziegler? Hmmm ya gitu deh.

4. Acha Septriasa yang di film ini menjadi pendukung hanya berhasil mencuri perhatian di satu scene di dalam fantasi Tian. Selebihnya? Acha terlihat tidak menyatu dengan karakternya sebagai Suzanne. Terlebih lagi adegan menyanyi -yang mendominasi peran Acha di sini- seringkali menampilkan gerak bibir yang tidak sinkron dengan suara yang terdengar

5. Saya suka artistik film ini. Suasana kos-kosan Sonny -apalagi bagian depan, saat Kartika dan Ratna sedang duduk-duduk. Lalu panorama suasana Kawasan Kota Tua yang ikut ditampilkan film ini memberi nuansa tersendiri yang enak dipandang. Color film ini juga enak buat dipandang mata, nice!

6. Di film ini banyak sekali hal-hal berlebihan yang berpotensi menimbulkan tawa lewat komedi yang cenderung slapstick -salah satunya scene Sonny, Tian, Farid tidur dan kompak menepuk nyamuk seperti sedang menari saman- Mungkin memang konsep komedi di film ini ya komedi yang berlebihan seperti itu. Di beberapa bagian memang berhasil memancing tawa, tapi sisanya malah membuat saya tidak nyaman

7. Salahkan telinga saya yang tidak akrab dengan bahasa Melayu, dialog Pierre Andre dan Julia Ziegler -yang sering kelepasan pake bahasa Melayu- banyak yang tidak saya mengerti. Apalagi kedua aktor ini juga seringnya berbicara dalam tempo cepat

8. Saya suka baju yang dipakai Sissy dan Sigi. Di film ini dua aktris itu terlihat sangat manis dan menggemaskan, terutama Sigi yang menjadi ekstra cantik di film ini. Salut untuk Agus Gusye sebagai wardrobe-nya! Tapi Tora yang pake baju dari Endorse mulu agak ganggu yaaa hiahahahaha

9. Ini adalah film kesekian Rako yang kurang bisa saya nikmati setelah D’Bijis, Merah Itu Cinta dan Trimasgetir, saya gak tau apa Rako memang sedang bereksperimen atau gemar bermain-main di genre film komedi seperti ini, tapi yang pasti seharusnya ia bisa membuat film yang lebih baik.

10. Pada intinya film ini tidak terlalu buruk, di beberapa bagian berhasil membawa penonton ikut tertawa dan terbawa di adegan action-nya. Tapi penyampaian cerita yang kurang enak dan cerita yang cenderung aneh -dimana terlalu banyak hal yang kebetulan terjadi- membuat saya tidak bisa menikmati film ini dengan enak

2/5

Written by jemarihaqi

July 14, 2009 at 7:04 pm