Archive

Archive for the ‘Sinema’ Category

Darah di Rumah Dara

January 6, 2010 jemarihaqi Leave a comment

Jangan lupa saksikan Rumah Dara, 22 Januari 2010!
Foto : Twitter

(500) Days of Summer

January 6, 2010 jemarihaqi 2 comments

Pemain : Zooey Deschanel, Joseph Gordon-Levitt, Clark Gregg, Minka Kelly
Sutradara : Marc Webb
Penulis : Scott Neustadter, Michael H. Weber
Produser : Mason Novick, Jessica Tuchinsky, Mark Waters, Steven J. Wolfe
Produksi : Fox Searchlight Pictures

Sebuah drama romantis yang sangat menyegarkan
Agak telat memang karena saya baru menonton sekarang -kemarin di Jiffest udah beli tiketnya tapi gak jadi nonton karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan, trus di rumah udah 2x niat nonton tapi ada aja halangannya, akhirnya baru sore tadi berhasil menyimak film ini dari awal hingga akhir.

Cerita menarik
Jarang ada cerita drama romantis dengan pakem yang baru, biasanya formula film drama romantis begitu-begitu aja, terasa membosankan dan sangat ketebak. Tetapi film ini hadir dalam formula berbeda. Cerita film ini (sebenarnya) tidak terlalu istimewa, namun karena menggunakan formula yang berbeda dari film-film kebanyakan sukses menjadikan (500) Days of Summer menjadi film yang sangat outstanding. Salut

Pemain (super) menarik
Zooey Dechanel, salah satu perempuan paling manis sejagad raya memang pantas menjadi tokoh Summer yang menjadi pujaan Tom. Si cantik Zoeey berhasil masuk ke karakter Summer dengan baik -meski terkadang karakter Zooey di film lain (salah satu-nya Yes Man) nampak terlihat mirip dengan pembawaannya di film ini. Joseph Gordon Levitt? Oh God! He’s the man! Aktingnya total, tranformasi karakter Tom dimainkannya dengan sangat pas, maksimal dan tidak berlebihan. Satu hal yang saya suka dari cara Levitt membawakan Tom, ia membawa karakter ini tampak nyata dan ada di sekitar kita. Berbicara tentang chemistry, oh come on, perlukah dikomentari lagi? Zoeey dan Levitt udah pas banget!

Penggarapan (super duper) menarik
Inilah kelebihan (500) Days of Summer, penggarapan/kemasan yang menakjubkan. Sebut saya berlebihan, namun saya suka sekali dengan cara Marc Webb membangun film ini kemudian menyelesaikannya dengan caranya sendiri, sebuah cara penyampaian yang sukses membuat saya betah menontonnya hingga akhir. Artistik, musik, sinematografi, narasi, oooh semuanya mempesona! Keren luar biasa

Saya rasa (500) Days of Summer memang pantas disebut sebagai film drama romantis terbaik yang pernah ada. Secara keseluruhan film ini menampilkan nuansa cinta yang sangat kuat, nuansa cinta yang indah, namun juga terasa nyata, tidak ‘diawang-awang’ dan menebar mimpi Hollywood seperti film romantis kebanyakan. Oh mungkin tag-linenya benar, this is not a love story, this is a story about love

4.5/5

Rumah Dara #16 hari lagi

January 5, 2010 jemarihaqi Leave a comment

Film Indonesia Januari #1

January 4, 2010 jemarihaqi 2 comments

Film yang akan tayang tanggal 7 Januari 2010 :

Hari Untuk Amanda
Jenis Film : Drama
Pemain :
Reza Rahadian, Fanny Fabriana, Oka Antara, Kinaryosih, Aida Nurmala, Indra Herlambang
Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
Penulis : Ginatri S Noer Aristo
Produser :
Dedy Abdurachman
Produksi :
MNC Pictures

Amanda (Fanny Fabriana) perempuan pertengahan 20-an tiba-tiba diselimuti rasa bimbang yang amat sangat. Pasalnya Hari (Oka Antara), mantan pacarnya hadir kembali dalam kehidupannya, ketika Amanda 10 hari lagi akan menikah dengan Dody (Reza Rahardian). Amanda dan Hari pernah membina hubungan selama 8 tahun sampai akhirnya mereka putus. Persiapan pernikahan itu seharusnya jadi hari yang biasa saja bagi Amanda. Namun kebersamaan Amanda dan Hari itu mengungkit kenangan-kenangan indah masa lalu yang tidak bisa dilupakan begitu saja

Amanda berharap Dody adalah laki-laki yang didambakan dalam hidupnya. Oleh karena itu pernikahannya dengan Dody harus menjadi moment yang sangat sempurna. Apa yang membuat Amanda bimbang melangsungkan pernikahannya bersama Dody? Pada siapakah Amanda menjatuhkan pilihan hatinya?

Hari Untuk Amanda adalah everybody’s story… cerita tentang suatu hubungan, pilihan dan kepastian hati

Laporan Pandangan Mata :
1. Kemungkinan besar saya akan menonton film ini karena :
* Penulisnya, Ginatri S Noer Aristo adalah teman saya (hihi). Gak, gak bukan karena saya kenal Kak Gina, melainkan saya memang tertarik dengan jalan ceritanya. Lagipula hasil karya Kak Gina sebelumnya, Queen Bee, cukup berhasil menarik perhatian saya dan saya yakin Hari Untuk Amanda bisa melakukan hal yang sama
* Deretan pemain yang ciamik. Sekilas seperti kembali melihat Queen Bee (Reza Rahadian + Oka Antara) tapi minus Tika Putri. Reza Rahadian yang baru dapet FFI layak disimak aktingnya, begitupula dengan Oka dan Fanny Fabriana yang sebelumnya tampil cantik di Serigala Terakhir. Aida Nurmala & Indra Herlambang? Jadi apa mereka di film ini?
2. Akhirnya film ini tayang juga!
- Sekedar informasi film ini sebelumnya dijadwalkan tayang Februari 2009, mundur ke bulan Maret, April hingga akhirnya akan tayang tanggal 7 Januari 2010. Sebuah perjalanan yang cukup panjang! Semoga perjalanan yang panjang ini diakhiri dengan manis :)

Bidadari Jakarta
Jenis Film : Drama
Pemain : Poppy Bunga, Keith Foo, Renny Novita, Ayang, Fahmi Aditya
Sutradara : Nanang Istiabudi
Penulis : Jimmy S. Johansyah
Produser : Linda Rahman, Nanang Istiabudi
Produksi : Pt Mega Multi Media

Ulin (Poppy Bunga) seorang gadis cantik berasal dari Kalimantan yang bercita-cita hendak jadi penyanyi datang ke Jakarta dibawa oleh seorang pencari bakat gadungan. Ulin ternyata hanya menjadi objek penipuan dari seorang penjual perempuan ke seorang pebisnis night club yang berkedok sebagai produser rekaman

Ulin terpaksa menjadi pelacur jalanan sampai akhirnya ia secara tidak sengaja bertemu Bert (Keith Foo) seorang eksekutif muda yang sukses dan tumbuh benih cinta diantara keduanya. Latar belakang yang berbeda menimbulkan masalah dalam hubungan mereka. Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya ditengah persoalan Narkoba, Women Trafficking, Pelacuran, Anak Jalanan dan masalah sosial lainnya?

Laporan Pandangan Mata :
1. Nonton gak yaaa?
Sejujurnya belum ada 1 hal yang membuat saya tertarik menonton film ini. Gimana tertarik nonton, lihat poster filmnya aja udah males duluan! Asli, ini poster film yang menurut saya paling membingungkan. Itu maksudnya kuda segede bagong itu apa yaa? Ada yang ngerti?
2. Kembalinya Nanang Istiabudi
Sebelumnya Nanang Istiabudi pernah menggarap film Detik Terakhir, dan sukses mengarahkan Cornelia Agatha + Sausan Machri sebagai lesbian di film itu. Apakah di film ini ia dapat mengarahkan para pemain (khususnya Poppy Bunga yang biasanya berkiprah di layar kaca) dengan baik?

http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs160.snc3/18742_271231793311_552718311_4509764_3671017_n.jpg

Taksi

January 3, 2010 jemarihaqi Leave a comment

Pemain : Rano Karno, Merriam Bellina, Nanie Widjaya, Rachma Melati, Remy Sylado, Hengky Solaiman
Sutradara : Arifin C Noer
Produksi : Pt Rafiman Films (1990)

Saya mendapatkan VCD (bajakan) film Taksi di Taman Ismail Marzuki, sudah lama VCD ini saya beli namun baru hari ini saya menontonnya. Taksi adalah sebuah film karya salah satu sutradara terbaik tanah air, Alm Arifin C Noer yang merupakan film fenomenal di tahun 1990 karena berhasil meraih 6 piala Citra pada Festival Film Indonesia (FFI) di tahun 1990.

Taksi menceritakan tentang hubungan antara Giyon (Rano Karno) seorang sarjana filsafat yang berprofesi sebagai seorang supir taksi dan Desi (Merriam Bellina) seorang ibu satu anak bernama Ita (Rachma Melati) yang kariernya sebagai penyanyi langsung meroket dan melambungkan namanya. Hubungan Giyon dan Desi diselipi aneka macam problem, mulai dari pemberitaan tentang Ita, cita-cita Ibu Desi (Nanie Widjaya), keinginan produser (Remy Sylado) dan manajer (Hengky Solaiman), juga tentang hubungan Giyon dengan gadisnya di desa yang bernama Lastri (Firda Razak). Ini adalah kisah yang menarik dengan penceritaan yang asik

Sayang saya menonton film ini di VCD bajakan yang membuat saya kurang bisa mendapatkan gambar yang baik. Tontonan sebaik ini sialnya harus saya dapatkan dari VCD bajakan karena kurangnya perhatian pemerintah pada film klasik Indonesia. Ini film bagus dan untuk menontonnya harus lewat kepingan VCD bajakan? Miris rasanya!

Taksi menampilkan performa akting memukau dari para aktor-aktrisnya. Rano Karno dengan lihai menampilkan karakter Giyono yang baik hati, penyayang dan cerdas. Begitu pula dengan Merriam Bellina dengan karakter Desi yang rapuh. Saya suka sekali dengan pilihan pemain di film ini, hampir kesemuanya menampilkan porsi yang pas dengan kemampuan jempolan, pantas rasanya Rano Karno dan Merriam Bellina menggondol Citra lewat perannya di film ini.

Dialog film ini juara! Banyak banget celetukan dan percakapan yang berkesan buat saya. Salut untuk Arifin C Noer atas pilihan kata yang ia pakai di film ini. Dialog yang membuat saya cengar-cengir geli, hingga percakapan panjang yang menyentuh hati, sampai pada untaian kalimat kemarahan yang meledak-ledak, kesemuanya berhasil diutarakan dalam pilihan kata yang asik. Salut!

Taksi adalah karya fenomenal
Dan malam ini senang rasanya saya menutup hari dengan menyaksikan tontonan film berkualitas seperti Taksi.

Foto dipinjam dari sini

Blow

January 3, 2010 jemarihaqi 1 comment

Pemain : Johnny Depp, Penelope Cruz
Sutradara : Ted Demme
Penulis : David McKenna

Diangkat dari kisah dan tokoh yang nyata
Film ini mengangkat kisah George Jung, seorang laki-laki yang memiliki kisah hidup yang cukup rumit dan berliku, dimulai semenjak ia kecil dimana masalah keluarga akhirnya menggiringnya menjadi pengedar narkoba, bolak-balik masuk penjara, kaya raya hingga akhirnya terluka. Sebuah kisah panjang yang menarik untuk disimak

Akting memukau Johnny Depp
Kita semua tau, Johnny Depp dengan 3 nominasi Oscar di tangannya bukanlah aktor sembarangan, dan lewat film ini lagi-lagi ia dapat membuktikan kemampuan aktingnya yang mumpuni. Walau saya merasa aktingnya di sini cukup ‘lama’ panasnya, tapi cara Depp masuk ke dalam tokoh Jung layak diacungi jempol. Cara berbicara, penyampaian emosi dan bahasa tubuhnya benar-benar menunjukkan bahwa Depp adalah seorang aktor watak

Kharisma Penelope!

Ah! Siapa pula lelaki yang mampu tahan dari pesona dan keseksian Penelope Cruz? Di sini, meski baru muncul ketika durasi sampai di titik tengah film, Penelope sukses mencuri perhatian lewat karakter seorang gadis Kolombia yang seksi. Sekilas karakternya di film ini mirip dengan karakternya di film Vicky Cristina Barcelona -yang mengantarnya meraih Oscar tahun lalu. Cantik dan seksi, oh Penelope!

Akhir yang menyentuh
Meski di beberapa bagian film ini saya cukup bosan -karena konflik yang berulang dan masalah yang itu-itu saja, film ini ditutup dengan cara yang indah dan emosional. Ketika George menyampaikan kecintaannya pada sang Ayah melalui recorder, atau ketika George berhalusinasi anaknya datang menjenguk di penjara. Ending yang menyentuh dengan dialog yang oke

Artistik yang asik *tsaah
Tata artistik film ini layak mendapat kredit. Film ini yang mengambil setting waktu tahun 80-an menampilkan hebohnya gaya 80-an dengan warna-warni yang menyolok mata. Wardrobe, properti dan detail-detail yang ada menunjukkan betapa semaraknya kehidupan di tahun itu. Jangan lupa perhatikan transformasi fisik George Jung di film ini, mulai dari ia muda hingga ia menua

2.5/5

Sherlock Holmes

December 31, 2009 jemarihaqi 1 comment

Pemain : Robert Downey Jr, Jude Law, Rachel McAdams
Sutradara : Guy Ritchie
Produksi : Warner Bros

Menyenangkan
Satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan Sherlock Holmes adalah : menyenangkan. Jujur saya sebenarnya gak kenal dengan tokok detektif ini, saya gak pernah baca bukunya atau mengetahui bagaimana sosoknya, saya benar-benar baru mengenalnya lewat film ini, lewat karakter yang dihidupkan oleh Robert Downey Jr, dan saya terpukau!

Dari segi cerita film ini menawarkan sebuah kisah yang menarik dengan penceritaan yang gak kalah menariknya. Penonton diajak menelusuri kehidupan Sherlock Holmes dan partnernya si Dr Jhon Watson, love interestnya Irena dan musuhnya Blackwood. Saya suka penceritaannya, gaya bercerita yang semakin menguatkan para karakternya membuat saya betah dan merasa dekat dengan tokoh-tokoh di film ini. Lebih dari itu, dialognya juga asik, interaksi antar Holmes – Watson sangat menarik!

Akting pemain? Oh shit, hampir semua pemainnya berakting jempolan
Pujian (sangat) layak diberikan pada duet Robert Downey dan Jude Law yang bisa menampilkan sepasang sahabat & partner yang klop banget. Chemistry kedua aktor yang pernah mendapat nominasi Oscar ini jempolan! Senang rasanya melihat dua aktor papan atas berbagi peran dan menunjukkan kelasnya sebagai aktor papan atas. Salut.

Sinematografi, tata artistik, tata busana, tata suara juga enak banget
Rapih! Detailnya bagus dan membuat saya betah mengagumi keindahan film ini dari awal hingga akhir. Guy Richie yang katanya project ini adalah pengalaman pertamanya menyutradarai film dengan budget besar berhasil membuktikan bahwa budget itu dapat ia maksimalkan di segala aspek hingga Sherlock Holmes berhasil menjadi tontonan yang sangat menghibur dan menyenangkan. Sebuah film penutup yang sangat baik di tahun 2009!

4.5/5

Film Indonesia #2010

December 23, 2009 jemarihaqi 11 comments

Apa saja film Indonesia yang akan tayang di tahun 2010?
Berikut beberapa film nasional yang rencananya akan ditayangkan di tahun 2010


Toilet 105
Pemain : Coralie Gerald, Ricky Harun, Aming, Indra Birowo
Sutradara : Hartawan Triguna
Produksi : MVP Pictures

Bidadari Jakarta
Pemain : Poppy Bunga, Keith Foo
Sutradara : Nanang Istiabudi
Produksi : Mega Multi Media

Hari untuk Amanda
Pemain : Fanny Fabriana, Oka Antara, Reza Rahadian, Kinaryosih
Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
Produksi : MNC Pictures

Jejak Darah
Pemain : Thalita Latief, Mentari Egan

Rumah Dara (Macabre)
Pemain : Julie Estelle, Shareefa Daanish, Arifin Putra, Ario Bayu, Michael Lucock, Imelda Therinne, Sigi Wimala
Sutradara : MO Brothers
Produksi : Nation Pictures, Merah Production

D2 : Demi Dewi
Pemain : Winky Wiryawan, Wulan Guritno, Volland Humonggio, Ray Sahetapi
Sutradara : Charles Gozali
Produksi : Magma

Menebus Impian
Pemain : Acha Septriasa, Fedi Nuril, Ayu Dyah Pasha
Sutradara : Hanung Bramantyo
Produksi : Dapur Film & Unicore

Mbak Lastri
Pemain : Intan Ayu Purnama, Ria Irawan, Ade Irawan
Sutradara : Andibachtiar Yusuf
Produksi : Bogalakon Pictures

Wadam X
Pemain : Amink
Sutradara : Lucky Kuswandi
Produksi : Happy Ending Pictures

Cinta Dua Hati
Pemain : Afgan, Olivia Jensen, Tika Putri
Sutradara : Benni Setiawan
Produksi : WannaB Pictures

Tanah Air Beta
Pemain : Lukman Sardi, Alexandra Gottardo, Zumi Zola
Sutradara : Ari Sihasale
Produksi : AleNia Pictures

Beberapa film lain :
Merah Putih 2
Pemain : Lukman Sardi, Astri Nurdin, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah
Sutradara : Yadi Sugandi
Produksi : Media Desa & Margate House

Love in Perth
Pemain : Gita Gutawa, Derby Romero, Petra Sihombing
Sutradara :
Produksi : MD Pictures

Affair
Pemain : Sigi Wimala, Dimas Aditya, Garneta Haruni, Monique Henry
Sutradara : Nayato Fio Nuala
Produksi : Starvision Plus

18+
Pemain : Arumi Bachsin, Adipati, Samuel Zylgwin, Wulan Guritno
Sutradara : Nayato Fio Nuala
Produksi : Starvision Plus

Rumah Dara #2

December 21, 2009 jemarihaqi Leave a comment

Sang Pemimpi

December 21, 2009 jemarihaqi 2 comments

Pemain : Vikri Septiawan, Rendy Ahmad, Azwir Fitrianto, Lukman Sardi, Nazril Irham, Nugie, Mathias Muchus, Maudy Ayunda, Landung Simatupang
Sutradara : Riri Riza
Penulis : Salman Aristo, Riri Riza, Mira Lesmana
Produksi : Miles Film & Mizan Production

Ini adalah sekuel dari Laskar Pelangi (LP), film paling fenomenal tahun lalu –yang selain menjadi film paling laris negeri ini, tetapi juga menjadi film yang sukses menginspirasi banyak orang. Kini, hadir Sang Pemimpi (SP), kelanjutan dari LP yang sudah ditunggu para penggemar tetralogi buah karya Andrea Hirata dan tentunya penikmat film Indonesia akan karya teranyar Riri Riza ini.

Kemarin, saya sudah menonton filmnya. Di sebuah studio di mall yang terletak di bilangan Pondok Indah, saya menyaksikan film ini. Sebelumnya saya menekankan bahwa pendapat ini murni pendapat saya sebagai penonton. Saya menulis review ini murni memakai kapasitas saya sebagai penonton, tidak lebih dan tidak kurang.

Cerita Sang Pemimpi berpusat pada persahabatan Ikal, Arai dan Jimbron serta perjuangan mereka untuk meraih mimpi. Sebuah mimpi besar untuk bisa melanjutkan kuliah di Jakarta, lalu mengejar beasiswa ke Sorbonne, Prancis. Lika-liku perjalanan itu ditambah dengan beberapa bumbu mengenai percintaan khas remaja, masalah dengan orangtua, pemberontakan dan ‘kebodohan’ khas remaja ada di film ini.

Saya akui, LP adalah salah satu film terbaik yang pernah dibuat Riri Riza, sekaligus menjadi salah satu film terbaik di Indonesia. Tapi secara jujur, SP memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan LP. Tanpa bermaksud membandingkan –walau pada akhirnya siapapun wajar apabila membandingkan LP dengan SP- saya merasa jauh lebih menikmati melihat tingkah polah para bocah di LP dibanding mengikuti kisah tiga sekawan di SP

Sekedar catatan, saya tidak membaca buku-buku Andrea Hirata, jadi saya tidak punya gambaran apapun mengenai cerita SP. Saya hanya mengintip sekilas sinopsis yang ada di sebuah majalah. Awalnya saya tertarik sekali , terlebih MIMPI (yang saya anggap menjadi satu hal paling penting dalam hidup) menjadi nafas film ini. Tapi setelah menyaksikan keseluruhan SP dari awal hingga akhir, saya harus akui bahwa saya sedikit kecewa

Mungkin tim produksi terbebani dengan LP yang sangat fenomenal
Mungkin hal itulah yang menyebabkan film ini terasa begitu ‘diformat’. Riri Riza adalah salah satu sutradara terbaik negeri ini, tetapi di SP, menurut saya Riri terasa begitu berusaha untuk menjadi sutradara yang baik dengan karya yang rapih. Beberapa aspek di SP terasa dipaksakan, atau mungkin boleh dibilang terlalu ambisius?

Di LP saya menemukan banyak tawa lepas. Di LP saya menemukan banyak hal-hal menyentuh
Di LP saya menemukan banyak hal-hal baru yang menyenangkan. Di LP saya menemukan inspirasi
DI SP, saya mencari hal di atas. Saya menemukannya, namun porsinya tidak bisa memuaskan saya

Menonton LP tidak membuat saya bosan sedikitpun. Menonton SP membuat saya menguap beberapa kali. Maaf jika akhirnya membandingkan keduanya. Tetapi pada kenyataannya kedahsyatan LP masih begitu terasa dan terbayang hingga SP –yang sayangnya tidak bisa meraih tingkat yang sama dengan LP- terasa biasa-biasa saja

Kalimat-kalimat yang terlalu serius. Dialog-dialog yang terasa ‘berat’. Narasi yang kadang terasa tidak pas. Serta penutupan adegan yang selalu diakhiri dengan fade to black –yang membuat kesan seolah film sudah tamat. Menjadi beberapa hal yang cukup mengganggu saya. Lebih dari itu, sisi-sisi emosional di film ini kurang berhasil menyentuh saya. Di adegan lucu saya tertawa. Namun di adegan yang seharusnya sedih, saya tidak lagi berkaca-kaca seperti yang saya lakukan ketika tahun lalu menonton LP

Dari jejeran pemain, pujian terbesar patut diberikan pada Rendy Ahmad, pemeran Arai yang sukses menghidupkan tokoh tersebut dengan sangat baik. Mathias Muchus juga layak mendapat kredit atas keberhasilannya menampilkan gurat emosi yang sangat maksimal. Bagaimana dengan Nazril Irham? Kemunculannya yang hanya ada di bagian akhir film menjadi sesuatu yang cukup berkesan (terbukti, banyak wanita berteriak ketika Ariel muncul untuk pertama kalinya)

Mungkin saya harus menonton lagi
Mungkin saya salah berpendapat seperti ini
Atau mungkin celoteh dan teriakan anak kecil di dalam studio –yang jumlahnya banyak, berisik dan selalu berteriak ‘Abiiiiis’ ketika layar gelap (yang ternyata cuma menjadi pertanda masuk ke adegan berikutnya)- mengganggu konsentrasi hingga saya kurang bisa menikmati

3/5

Categories: Sinema Tags:

Rumah Dara

December 18, 2009 jemarihaqi Leave a comment

The Proposal

December 15, 2009 jemarihaqi 1 comment

The Proposal
Sandra Bullock, Ryan Reynolds, Mary Steenburgen
Sutradara & Penulis : Anne Fletcher

Sesuatu yang simpel dan menarik
Apa yang menarik dari sebuah film drama romantis? Sesuatu yang berlawanan, perjalanan cinta dua karakter berbeda dengan berbagai lika-liki yang mereka hadapi dan pada akhirnya akan bersatu. The Proposal tetap memakai pakem rom-com yang sama, dan itu berhasil.

Sebuah cerita yang simpel dan dikemas dengan cara yang cukup apik
Inti ceritanya, tentang Margareth yang memiliki ide untuk menikah dengan Andrew agar ia tidak dideportasi dari Amerika adalah sebuah ide yang cukup menarik. Ide itu dikemas dengan baik oleh Anne Fletcher dan akhirnya tampil dalam sebuah tayangan yang menghibur

Drama komedi romantis
Sebuah genre yang tidak pernah mati. Sebuah pakem yang sudah kita hafal betul polanya, namun tetap menarik untuk diikuti. Kali ini, The Proposal menjadi menarik untuk ditonton tidak hanya berkat kecantikan Sandra Bullock –walau harus diakui chemistry Bullock dan Reynolds tidak terlalu ‘dapet’, tetapi juga keindahan panorama kota Sitka yang ditampilkan Fletcher yang menjadi salah satu bagian dalam film ini yang membuat Proposal tetap menarik untuk diikuti meski saya (dan mungkin banyak penonton lain) sudah mengetahui –atau juga hafal- dengan akhir dari cerita film-film drama komedi romantis.

3/5