Ada banyak yang nanya. ‘Kok bisa sih elo kerja di film? Gimana caranya?’
Ada juga yang bertanya dengan nada heran. ‘Serius lo kerja di film? Kok bisa?’
Naaah, mumpung saya lagi inget mau menjawab pertanyaan itu, kali ini saya mau sedikit cerita tentang proses ‘kecemplung’ di dunia perfilman. Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk pamer atau alasan-alasan tidak baik lainnya, tulisan ini khusus saya tujukan untuk teman-teman yang memang mau tau gimana proses saya bisa ikut bekerja di film.
Jadi, begini ceritanya -buahahah, pembuka yang norak
Saya memang suka sekali bermain internet, dan dari internetlah semua bermula. Dari SMP, saya senang sekali ngoceh-ngoceh di aneka forum diskusi dan nulis di blog. Naaah dari situlah semuanya dimulai. Dari situlah orang-orang tau saya. Oh ya, jangan lupakan Friendster yang ikut ambil bagian dalam membuat nama saya mulai ‘dikenal orang’ -hiahahhaa, jadi ada gunanya juga saya sempat menjadi banci Friendster ;p
Semua bermula di bulan Februari 2008
Di bulan itu, saya terpilih menjadi salah satu dari 10 orang blogger yang diundang untuk datang ke Special Screening film LOVE di Studio Premiere EX. 10 orang blogger ini adalah blogger terpilih yang sengaja diminta datang untuk nantinya menuliskan review film LOVE di blognya masing-masing. Naaah, kebetulan tulisan saya katanya bagus, karena itulah saya akhirnya diajak Ichwan Persada -publicist film Love- untuk ikut bantu-bantu publikasi film LOVE di internet. Waktu itu tugas saya gampang banget, cuma diminta meramaikan forum-forum internet gitu, terus dibayarnya juga lumayan hehe. Kelar film LOVE, saya ditawari untuk memperpanjang masa kerja untuk ikut di promo film dan band Elkasih, tapi saya memilih mundur karena waktu itu saya merasa belum siap untuk bekerja.
Di bulan Februari 2009 juga saya bertemu Delon Tio, produser film Claudia/Jasmine, yang membagi tiket premiere filmnya karena saya yang selalu berkoar-koar di thread diskusi film Claudia/Jasmine di forum Indosiar. Naaah dari sini juga saya kenalan ama Pak Delon dan akhirnya diajak kerja di Nation Pictures. Meeting sekali dengan Pak Delon dan ditanya ‘mau jadi apa di film?’ saat itu saya menjawab ‘penulis skenario, atau publicist’. Kemudian saya diinterview oleh Mas Edi Saputra Dilaga (Aga), interview santai yang menyenangkan dan akhirnya besoknya saya ditelfon untuk bisa mulai bekerja!
Bulan Juli 2008 saya mulai bekerja di Nation Pictures, tidak berapa lama setelah saya lulus SMA dan memutuskan untuk menunda kuliah dulu. Pekerjaan pertama saya di Nation Pictures adalah membantu Mas Aga mencari sponsor untuk film Macabre, jadilah saat itu saya menelfon banyak perusahaan untuk diajak kerjasama -dan sialnya gak berhasil. Di awal-awal kerja juga saya ikut membantu mempromosikan Macabre dan lebih memperkenalkan nama Nation Pictures di dunia maya. Saya juga sempat ikut mencari tenaga freelance untuk ilustrator.
Proyek skenario baru dimulai akhir 2008
Saat itu saya diminta Pak Delon untuk membuat sinopsis-sinopsis dan diminta membuat sebuah sinopsis untuk film Lebaran. Pekerjaan ini gagal karena sinopsis saya masih buruk dan belum bisa diangkat ke layar lebar. Proyek skenario pertama saya akhirnya terealisasi di film televisi Tetanggaku Suka Darah (Mei 2009) dan dilanjutkan dengan skenario kedua saya Andai Mati Besok (Juli 2009)
Di Andai Mati Besok saya tidak hanya bekerja sebagai penulis skenario, tetapi juga mencoba bidang lain dengan menjadi Assistant Talent Coordinator. Dengan menjadi Ast Tal-Co, saya juga ikut ambil bagian di proses casting dan mengikuti proses syuting untuk mengurusi para talent. Sebuah pengalaman baru yang menyenangkan dan melelahkan hehe.
Selain di Nation Pictures, saya juga menjadi tenaga freelance untuk proyek film Heartbreak.com. Di HB.com saya ikut serta karena ajakan dari Ichwan Persada. Di sini saya bekerja untuk bagian promosi juga. Sebuah pekerjaan yang asik dan menyenangkan juga hehe.
Yaaa begitulah ceritanya
Semoga bisa memuaskan kamu yang penasaran hihi -gak penting ;p