Jemari Haqi

talk slow think fast

Archive for the ‘Kehidupan’ Category

Naik Tingkat

Posted by jemarihaqi on December 19, 2009

Tadi saya mampir ke sebuah lokasi syuting seorang teman
Lewat sebuah perbincangan singkat saya mengetahui bahwa kini kariernya melesat. Tawaran banyak yang datang. Honor bertambah seiring dengan banyaknya peran yang dimainkan. Layar lebar juga telah masuk dalam hitungan

Lantas saya berkaca
Saya melihat diri sendiri. Saya mencoba berkaca dan pada akhirnya menemukan kenyataan menyakitkan bahwa saya berada di level yang sama. Belum naik tingkat. Masih di sini-sini saja, di tempat yang sama. Mungkin berpindah tempat, namun pergerakannya terlalu sedikit hingga tidak terlalu terasa

Jangan bilang saya tidak bersyukur
Jelas saya bersyukur dengan segala macam pencapaian di tahun 2009. Jelas saya sangat amat bangga karena tahun 2009 akan saya tutup dengan indah berkaitan dengan berhasilnya saya memulai karier saya dengan menjadi penulis skenario dan telah menghasilkan beberapa karya. Kalau masalah itu, tidak perlu dipertanyakan lagi

Yang menjadi hal yang sedikit merisaukan saya adalah. Saya merasa pergerakan dan penghargaan terhadap diri/karya saya belum sepenuhnya ada. Saya merasa masih begini-begini saja. Ditilik dari sisi manapun, saya kadang merasa pergerakan saya tidak besar, saya merasa kalah oleh teman saya

Jelas sebagai manusia saya memiliki target untuk dicapai
Dan kini, satu hal target saya untuk karier saya sebagai penulis : naik tingkat

Posted in Kehidupan, Pekerjaan | Leave a Comment »

Buang Sampah

Posted by jemarihaqi on December 2, 2009

Saya mau buang sampah. Saya mau curhat
Entah mengapa hari ini saya merasa sangat gelisah. Entah mengapa hari ini saya merasa tertekan
Entah mengapa hari ini saya merasa sendirian. Dan entah mengapa hari ini saya merasa luar biasa lelah

Ah, mengeluh saja yang saya bisa. Ah, lagi-lagi hal ini terjadi
Ah, tapi bukankah ini manusiawi? Dan aaaaaaah, wajar dong kalo saya (bisa) seperti ini lagi

Jujur saya lelah. Saya lelah dengan diri saya sendiri
Ya. Diri saya sendiri. Saya yang belum bisa benar-benar bersikap layaknya orang dewasa. Saya yang (terlalu sering) melakukan hal-hal impulsif tanpa berfikir (boro-boro mikir dua kali, mikir sekali aja engga). Saya yang masih saja menjadi pribadi yang terlalu banyak berfikir, terlalu banyak tidak enak, terlalu sering merasa takut duluan, dan terlalu-terlalu lainnya yang merujuk pada satu hal : keburukan

Entri ini pasti akan ngaco banget, sengaco hari ini, sebingung saya hari ini
Mungkin saya bisa curhat dengan lebih rapih kalo membahasnya per bagian? Oke, saya coba

Pekerjaan
Satu hal ini adalah sesuatu yang menyita sebagian besar waktu saya

Heartbreak.com : Pekerjaan saya di tim Heartbreak.com telah selesai, semoga filmnya bisa memberikan hiburan dan wacana tersendiri untuk perfilman tanah air. Saya senang sekali bisa menjadi bagian dari Heartbreak.com, saya senang bisa berkenalan dengan tim hore Heartbreak.com yang -sesuai dengan filmnya- diisi oleh orang-orang yang fun dan menyenangkan. Heartbreak.com, patah hati anda bisnis kita!

Nation Pictures : bulan ini saya memutuskan untuk merubah status dari pegawai full time menjadi part timer. Alasannya cuma satu : saya rindu dengan kehidupan normal. Saya ingin (sering-sering) bangun siang, berleyeh-leyeh, nonton Cut Tary tiap siang, nonton DVD, santai-santai di rumah, dan melakukan aneka macam leyeh-leyeh lainnya. November adalah bulan yang sibuk dan saya merasa fisik dan otak saya cukup tergerus untuk segala macam tetek bengek pekerjaan yang saya lakukan. Keputusan ini memang tergolong kilat, saya tidak melakukan banyak pertimbangan, tapi saya yakin inilah yang terbaik

Skenario : belum ada project baru yang akan saya kerjakan. Ini nih sebenarnya saya diharuskan membuat sinopsis untuk disetor ke tim penulis Trans TV, tapi mood saya menulis entah hilang kemana, inspirasi yang biasanya datang entah nyangkut dimana. Sudah dari 2 hari lalu saya berusaha menulis tapi belum juga bisa menghasilkan karya. Penatkah saya? Mungkin. Bosankah saya? Ah, masa’ bosan mulu? Selain itu saya juga masih punya hutang mengirim sinopsis ke seorang sutradara yang mengajak saya untuk bekerjasama, aaaah tuh kan kapan nulisnya nih? Belum lagi antara besok atau lusa ada jadwal meeting di sebuah production house dan pastinya saya butuh sinopsis-sinopsis baru. Alamaaaaaaak!

Talent : di project pertama mengurus talent, saya senang, di project kedua dan ketiga senang itu masih ada, tetapi di project berikutnya hanya lelah yang ada. Mungkin ini lebih berkaitan ke masalah passion. Saya merasa lebih nyaman menulis. Menulis script (buat saya) tergolong pekerjaan yang tidak terlalu menguras fisik, berbeda dengan menjadi talent coordinator dimana saya harus mengikuti persiapan produksi, masa syuting dan dilanjutkan dengan menjadi pengubung antara pihak stasiun TV dengan talent dalam masalah pengiriman honor. Nah, karena ribet itulah saya memutuskan di project berikutnya tidak ikut mengurus talent dan akan mencoba untuk serius menulis aja

Kehidupan
Banyak hal! Serius, banyak hal yang berseliweran di kepala saya dan di titik tertentu membuat saya nyaris gila

Kuliah : Tahun depan saya harus kuliah. Satu jalur yang sedang saya upayakan adalah jalur beasiswa di UMN. Dari bulan lalu saya menyiapkan aneka macam berkas (dan hingga ini kini masih juga belom beres). Saya minta bantuan Sekar untuk mendapatkan beasiswa ini. Saya tau, kans saya tidak besar, tapi jujur saya berharap sekali bisa mendapatkan beasiswa ini. Kuliah tuh mahal banget ya? Dan sialnya lagi saya harus membiayai kuliah sendiri, jadilah beban (oh oke, mungkin kata beban terasa sangat membebani *oh shit kalimat ini aneh banget) saya terasa lebih berat. Entahlah, yang pasti tahun depan saya harus kuliah, kalaupun (amit-amit) saya tidak jadi masuk UMN, mungkin saya akan mencari uni lain

Kehidupan Sosial : Dari luar mungkin akan ada orang yang menilai kehidupan saya enak. Ada yang menilai saya kini gaulnya ama artis. Ada teman yang menyebut saya kini temenannya ama orang-orang penting. Itu teramat sangat berlebihan. Sejujurnya saya merindukan waktu dimana saya bisa menghabiskan waktu dengan teman-teman seumuran (yeaaaah, di tempat kerja kan saya muda sendiri, walaupun muka katanya tua yeee). Saya kangen teman-teman. Saya kangen ketawa gila-gilaan. Saya kangen melepaskan kepenatan dengan menggila bersama. Aaaaaaah, saya kehilangan masa-masa itu! Saya rindu saat-saat itu!

Pacar : Skip. Kalo emang belom dapet ya udahlah, ntar juga dateng sendiri

Uang : Saya kekurangan uang. Saya berusaha mendapatkannya. Dan itu tidaklah mudah. Saya berusaha menjadi mandiri. Saya berusaha menghidupi diri saya sendiri. Dan sekali lagi, itu tidaklah mudah. Saya bekerja keras. Saya bekerja ke sana ke mari, tetapi tabungan tetap tidak ada, pendapatan itu habis tidak bersisa, hilang entah kemana. Uang, 1 hal esensial yang hingga kini menjadi salah satu hal paling membingungkan di hidup saya

Begitulah
Payah, akhirnya blog ini benar-benar menjadi tempat sampah :(

Gambar dipinjam dari sini

http://www.youtube.com/watch?v=4UoV9AJJL_Y

Posted in Kehidupan | 5 Comments »

#Pekerjaan : Ngidam BB?

Posted by jemarihaqi on October 28, 2009

Saya ngidam pengen punya Blackberry
Iya saya tau kalo jadi korban trend. Iya saya tau saya ikut-ikutan. Dan iya saya juga tau kalo saya sedikit telat karena hingga belum bergabung sebagai BlackBerry-ers (maksa). Tapi serius, saya ngidam banget untuk bisa punya BB

Oke
Saya juga tau banyak kebutuhan lain yang lebih penting daripada BB
Tapi ego saya terus berteriak memaksa saya untuk bisa menyisihkan uang demi bisa beli BB. Dan pada akhirnya saya pun menuruti ego tersebut, kini saya menyisihkan uang, merancang tabungan khusus untuk beli BB. Ya. Saya belom jadi penulis tajir yang bisa langsung beli BB tanpa nabung lebih dulu. Seperti yang sudah pernah saya tulis di blog, selalu ada harga yang harus dibayar untuk bisa dapetin sesuatu. Dan inilah harga yang harus saya bayar untuk bisa punya BB (yang target saya bisa kebeli sebelum umur saya 20 tahun, Februari nanti).

NAH! Berhubung BB itu gak murah. Saya pun harus kejar setoran.
Beberapa pekerjaan saya kerjakan. Mulai dari (masih) berusaha produktif menulis skenario Bioskop Indonesia Trans TV, melanjutkan riset agar script layar lebar bisa segera masuk draft selanjutnya, mengurusi talent tiap syuting, masih lanjut menjadi bagian dari tim publikasi film Heartbreak.com, ikut ambil bagian di project Greenlight sampai ada beberapa niatan yang pada intinya bertujuan agar saya bisa mendapat penghasilan tambahan. Saya berencana profuktif nulis cerpen lagi, sesegera mungkin menyelesaikan novel, dan mau jadi kontributor penulis untuk sebuah majalah. Terdengar sibuk? Atau cuma (sok) sibuk? hihi

Ya bukan hanya buat beli BB juga sih
Banyak juga beberapa hal yang harus saya fikirkan (biaya kuliah misalnya). Tetapi fokus saya selama beberapa waktu ini memang cuma ke BB, BB dan BB (lebay). Begitulah, sedikit curhat colongan yang gak penting? Mohon maaf ya hehe

Posted in Kehidupan | 5 Comments »

Kembali Ke Rumah

Posted by jemarihaqi on October 26, 2009

Hai
Sudah cukup lama rasanya saya tidak bercerita.
Sibuk-kah saya? Kemana saja saya? Ah, rasanya jawaban saya akan begitu-begitu saja, bukan? Saya bekerja. Saya mencari uang. Saya mencari pengalaman. Dan jujur, saya sedang mengejar setoran

Apa kabar jemarihaqi?
Rasanya cukup lama saya tidak menulis sesuatu yang ‘berisi’ di blog saya
Kok sepertinya belakangan ini blog saya isinya begitu-begitu saja? Haha, udah jarang diupdate, isinya gak penting pula! Oh God, bukan-bukan, saya memang bukan blogger handal dengan tulisan berbobot, berisi dan penuh inspirasi. Saya cuma seseorang yang suka menulis dan mencari media untuk mencurahkan kesukaan saya ini.

Tetapiii, akan sangat sayang rasanya jika jemarihaqi lama-lama saya lupakan, akan sangat tidak tahu dirinya saya jika jemarihaqi saya sisihkan dengan alasan saya terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk menulis di sini. Jadi, hari ini saya sudah memtuskan untuk kembali ke rumah. Untuk kembali membereskan rumah saya ini. Untuk kembali mengisi jemarihaqi dengan tulisan-tulisan, mungkin dengan tulisan yang lebih memiliki makna dibanding sekedar cuap-cuap asal yang tidak berguna. Dan heii! Sudah setahun saya menulis di blog ini! Blog ini harus tumbuh menjadi blog yang lebih baik, bukan? Masa’ seiring bertambahnya usia malah semakin kacrut sih?

So, selamat datang kembali ke rumah saya ini.
Jangan pernah bosan untuk bertamu. Dan saya pun sedang berusaha untuk tidak pernah bosan membenahi rumah saya ini sehingga nantinya kamu bisa betah berlama-lama singgah di rumah saya ini.

Posted in Kehidupan | Tagged: | Leave a Comment »

Kesendirian

Posted by jemarihaqi on September 27, 2009

Temanku banyak
Sahabatku ada beberapa
Kehidupanku mengagumkan
Pekerjaanku mengasikkan
Tapi sialnya aku sendirian

Tolong jangan sebut aku berlebihan
Aku memang sendirian di sini
Lebih dari setahun aku menanti
Lebih dari dua belas bulan terlewati, dan aku masih sendiri

Aku sakit hati tiap kali pergi ke keramaian dan mendapati kenyataan menyakitkan.. bahwa aku sendirian
Aku benci tiap kali melihat ke samping kiri-kanan bahwa aku tidak punya gandengan
Aku kesal tiap kali menoleh ke belakang dan mendapati bahwa sudah cukup lama aku tidak berpasangan

Temani aku biar aku tidak lagi sendirian
Datanglah kepadaku biar aku bisa ditemani, dan biar diriku bisa menemanimu
Temui aku, dan aku akan berusaha menjagamu

-Curhat colongan dari seseorang yang pengen punya pacar tapi gak punya gebetan dan tidak tau bisa mendapatkan pacar dimana

Foto dipinjam dari sini

Posted in Kehidupan | Tagged: | 3 Comments »

#Pengakuan

Posted by jemarihaqi on September 24, 2009

Selama beberapa hari ini saya sedang menikmati banget menulis dengan topik pengakuan di Twitter. Ini dia sebagian pengakuan yang sudah saya buat :

#Gue menikmati patah hati dan proses menyembuhkan diri dari rasa sakitnya
#Gue sering benci dengan kata sabar
#Gue kagum karena @badriakbar adalah sosok yang memulai topik pengakuan di Twitter
#Gue benci rumah sakit. Gue benci obat-obatan. Gue benci menjadi sakit (yg terlalu sering)
#Gue kangen bolos, pas kerja gue gak bisa sering2 bolos
#Sekarang gue mikir dua kali tiap mau nulis di blog
#Gue perlahan mau mencoba berhenti bergosip, menghakimi orang dan memberi pendapat yg menyudutkan
#Waktu SMP kelas 2 gue dpt 2 nick name : sensi (sensitif) dan jutek
#Bokap gue suka ngacak2 koleksi DVD dan majalah gue. Dia fikir gue gak tau kali ya?
#Gue lebih suka pelukan dibanding ciuman. Pelukan terasa lebih hangat dan lembut
#Gue suka menikmati waktu sendirian di coffeshop
#Gue pengen beli Macbook, Blackberry, Polaroid, tapi budgetnya gak pernah cukup
#Gue trauma mengendarai sepeda motor setelah sempat kecelakaan
#Gue pengalah. Dulu gue pesimis dan pengeluh.
#Gue bingung menentukan mau serius di bidang apa dlm pekerjaan gue
#Gue sangat senang menonton di bioskop sendirian karena membuat gue jauh lebih fokus
#Gue bikin Twitter setelah ngobrol ama @lallapratami & @nengvaleska di Pejaten Village
#Gue iri ama @SheraBastian dan teman2 lainnya yg bisa kuliah dari biaya orangtua sementara gue harus kerja dulu
#Gue gampang laper
#Gue suka ngisi TTS
#Kalo lg latihan vokal grup, gue suka lipsync dan cuma mangap2 doang
#Gue gak suka tidur di angkutan umum karena muka gue pas tidur jelek (maksud gue jadi makin jelek)
#Gue pernah disuruh nyokap gue jadi artis
#Gue gak suka ngeliat keriput di muka nyokap gue
#Dulu gue benci kata BERSAMBUNG pas nonton sinetron
#Waktu SD, gue bossy, galak pula
#Pas SMP gue pernah mecahin termometer dan gue diomelin guru Biologi, untung gk disuruh ganti
#Pas SMP gue pernah mewakili kelas gue nyanyi dangdut, lagunya Wakuncar
#Gue senang menjadi sosok yg sedikit berbeda
#Gue benci psikotest sama seperti gue membenci guru BK
#Pdkt lebih menantang dibandingkan pacaran
#Buat gue, Bu Sinaga legenda
#Dulu gue hobi main dingdong
#Gue senang menjadi diri gue sendiri
#Waktu SD, di pelajaran kesenian, gue selalu menggambar gunung
#Gue tergila-gila Hot Chocolate, Sekoteng, Teh Hangat, dan tentunya Air Putih
#Gue pernah digigit monyet
#Gue mencintai gerimis
#Gue punya beberapa alter ego
#Waktu jaman krismon, hampir tiap hari Nyokap gue beli ikan krismon. Enak sih ikannya
#Gue berharap Starbucks bisa turun harga
#Nyokap gue hafal nama2 istri Rhoma Irama. Oke, orangtua gue memang penggemar Bang Haji Rhoma
#Buat gue, Indomie Goreng adalah penemuan penting
#Dulu gue hobi ngisi pertanyaan2 gk penting di Bulletin Board Friendster
#Gue suka memandangi langit. Tapi gue gak suka ngomong ama bintang kok
#Gue bukan anak orang kaya, tapi gue mau menjadi anak yg bikin orangtua kaya
#Gue bingung knp penyanyi dangdut cowok hobi pamer bulu dada?
#Gue merasa diri gue jelmaan Dan Humprey, sayang bokap gue bukan rock star kayak Rufus
#Gue sgt suka memperhatikan orang lain
#Gue pernah terjangkit euforia foto pake HP dari angle atas biar wajah terlihat tirus
#Gue iri dgn kesuksesan @radityadika , sialnya gue bukan komedian kayak Dika
#Dulu pas kecil gue suka makan odol Switzal yg rasa Anggur
#Memakai boxer dan kaos oblong membuat gue merasa seksi
#Gue kagum dgn Zumi Zola yg bisa kuliah S2 di London dan bisa jadi Abang yg baik buat adik2nya
#Gue pengen pake behel tapi takut gak cocok
#Gue sensitif dan gampang tersentuh
#Gue pengen jadi Nikratama Zakrie
#Gue gak pernah naik roller coaster
#Gue pengen kenalan ama Mayangsari
#Dulu tiap malam tahun baru gue (sok) merenung, nyatet dosa2 gue di kertas dan membakarnya pake lilin. So drama
#Buat gue Cut Tary seksi bgt
#Gue sebel karena hidung gue gak mancung
#Gue kalo bikin contekan rapih dan detail bgt. Saat temen2 fotocopy contekan gue, gue berasa malaikat
#Gue baru bisa ikhlas ngerelain Oneng setelah putus 10 bulan
#Gue sangat amat deg-degan tiap belajar Akuntansi ama Bu TWS
#Waktu SD gue punya temen yg kuncirnya selalu gue tarik dan dia sampe nangis. Namanya Fauziah
#Nenek gue bilang dia mantan petani, dan gue pengen ngerasain gmn serunya kerja di sawah
#Gue gak pernah bisa nabung
#Kakek gue dari pihak Bokap juragan kambing
#Waktu masuk 28 gue peringkat ke 51, tapi pas keluar dari 28 yaa bisa ditebaklah ya gue peringkat berapa :p #
#Gue kangen tim syuting Andai Mati Besok
#Barusan gue lihat anak kecil pake baju Manohara. Duh Ibu tuh anak sense of fashion-nya memprihatinkan
#Gue maunya manggil nyokap gue Ibu, tapi diajarinnya Mama. Buat gue kata Ibu efeknya lbh dahsyat
#Rambut gue ikal dan gue pernah kepikiran buat merebondingnya, tapi gak jadi kok haha #
#Gue pengen nyobain boker di pinggir sawah
#Gue seneng dipanggil Aa’. Kesannya gimana gitu
#Gue pengen bisa bahasa Sunda
#Beberapa guru pas SMA bilang gue sbg sejarah anak bandel baru. Katanya muka manis, kelakuan nakal
#Perut gue buncit dan kenyal, kayak bola
#Gue pernah sekali nolongin Bpk2 Tunanetra nyeberang jalan dan dada gue adem pas melihat dia senyum
#Gue suka disebut ketus. Buat gue ketus lebih terdengar berkarakter dibandingkan manis
#Koleksi majalah di rumah gue ada ratusan
#Gue pernah ikut Cowoknya Gadis tapi gak lolos
#Gue suka masukin diri gue di cerita yg gue tulis
#Gue kalo bercermin suka nyari ekspresi ganteng, sayangnya sering gagal karena gue emg gk ganteng
#Gue bingung pas dulu ada beberapa orang di mall yg menyapa gue dgn ‘elo Haqi FS ya?’
#Dulu jaman2 Friendster gue nulis saya dgn ejaan kayak gini : saia.
#Gue gampang dibohongin
#Tiap kali duduk di ruang BK, mata gue fokus ke gambar2 ekspresi muka yg ada di dinding

Posted in Kehidupan | Tagged: , | 3 Comments »

Sumedang

Posted by jemarihaqi on September 24, 2009

Beberapa foto dari perjalanan singkat ke Sumedang, satu hari kemarin

Posted in Kehidupan | Leave a Comment »

Tentang Mengenal Diri Sendiri

Posted by jemarihaqi on September 18, 2009

Bolehkah saya berbagi cerita?
Hmm mungkin bukan cerita, tapi berbagi pengalaman
Jadi begini, ada seorang sahabat saya yang sedang kebingungan. Ada satu pertanyaan besar untuknya yang hingga kini belum juga terpecahkan. Satu pertanyaan simpel, tapi penting : mau jadi apa saya?

Oke, kita memang sudah sering banget mendengar pertanyaan itu. Sedari kecil, kita sudah sering disodorkan dengan pertanyaan sejenis -yang kadang dimodifikasi dalam bentuk : ‘apa cita-cita kamu?’

Satu pertanyaan yang sangat simpel dan sering sekali kita dengar, tapi sahabat saya belum mampu menjawabnya. Bahkan mungkin bukan hanya sahabat saya, tapi juga banyak orang lain seumuran saya yang belum mendapat jawaban akan pertanyaan itu.

Alhamdulillah, saya telah mendapatkan jawabannya.
Dan alhamdulillah, saya sedang berada di jalan untuk meraih keinginan saya/cita-cita saya/obsesi saya/mimpi saya

Jawaban dari pertanyaan itu memang sangat mudah ditemukan apabila kamu sudah berhasil mengenal diri kamu sendiri. Jawaban itu akan datang dengan sendirinya seiring dengan penemuan jati diri kamu, sejalan dengan waktu dimana kamu akhirnya bisa mengerti siapa dirimu, apa yang kamu suka, dan mau seperti apa masa depan yang kamu raih.

Sejak kecil saya suka menulis.
Sejak SD pelajaran yang paling saya suka -dan nilainya paling memuaskan- adalah Bahasa Indonesia
Sejak kecil saya tidak suka sekolah
Sejak kecil saya suka menonton film
Sejak kecil saya sudah mengikuti perkembangan dunia hiburan
Dan sejak SMP saya tau bahwa saya ingin jadi penulis

Memilih cita-cita itu gampang. Saat SD saya berkali-kali mengubah cita-cita, mulai dari dokter (yang menjadi cita-cita favorit anak SD), profesor, penyanyi, artis, konglomerat, anak orang kaya (oke, saya tau cita-cita ini ngaco banget), koki, pebisnis, dan lain-lain. Perlahan, cita-cita ini mengalami masa eliminasi, satu per satu cita-cita yang rasanya gak ’saya banget’ akhirnya gugur, satu per satu hingga akhirnya ketika SMP saya menemukan satu jawaban : penulis

Ketika SMA, cita-cita saya bertambah lagi : menjadi pemimpin redaksi sebuah majalah. Dan ketika sudah bekerja, cita-cita saya bertambah satu lagi : menjadi casting director. Jadi, kini masih ada tiga cita-cita utama yang ada di daftar teratas cita-cita saya : penulis, pemimpin redaksi dan casting director

Dan saya tau, 3 cita-cita itu memang hal yang saya inginkan. 3 cita-cita itu lahir dari kesukaan saya akan hal yang berkaitan dengan tulis menulis, dunia jurnalistik dan dunia seni peran. 3 cita-cita itu adalah saya.

Saya gak mungkin punya cita-cita yang ‘bukan saya banget’
Segala hal yang saya impikan adalah semua hal yang saya suka
Semua hal yang inginn saya raih timbul dari hati saya, hati yang paling dalam
Setiap hal yang ada di daftar impian saya adalah sebuah gambaran dari siapa diri saya dan kehidupan seperti apa yang saya harapkan

Jujur, saya kesal dengan sahabat saya
Dan jujur, saya juga kesal dengan diri saya karena gak bisa membantu sahabat saya untuk bisa menemukan jawaban dari pertanyaan itu
Kesal rasanya melihat sahabat saya belum menemukan dirinya disaat saya sudah mantap mengetahui apa yang saya mau

Kamu tau, sekali lagi sebenarnya jawaban dari pertanyaan itu sangat mudah didapatkan.
Rumusnya cuma satu :
apa yang kamu suka + hal yang kamu rasa ‘kamu banget’ = cita-cita
Mungkin rumusannya kurang tepat atau terasa kurang ‘ilmiah’, tapi percaya deh, sebenarnya memang semudah itu mendapatkan jawaban dari pertanyaan simpel yang sudah saya sebutkan di atas

Ayo, kenali diri kamu, dan segera temukan siapa dirimu
Hidup cuma sekali, kawan, jangan sampai kamu menjalani apa yang tidak kamu suka :)

Posted in Kehidupan | 3 Comments »

# Jaman SMP

Posted by jemarihaqi on September 13, 2009

SMP Negeri 49 Jakarta
Tahun 2002-2005

1. Sempat jiper waktu pertama kali diterima di 49 karena namanya yang udah cenderung nakutin, apalagi dengan embel-embel unggulannya. Tapi pas masuk ternyata gak segitunya kook hahaha.

2. Selama SMP gue gak punya handphone

3. Kelas 1 SMP punya gebetan namanya Shella Pratiwi. Dan gue inget pernah ngasih dia boneka pinguin mungil gitu hehe

4. Pas kelas 2 SMP pertama kali dipanggil BK karena prestasi gue turun, jadi pas mid semester gue peringkat kedua trus pas raport semester turun jadi peringkat 22, jadilah gue dipanggil guru BK

5. Pelajaran yang nilainya paling bagus? Bahasa Indonesia

6. Pelajaran yang nilainya paling jelek? Matematika, apalagi?

7. Saat kelas 1, di SMP gue diwajibkan ikut ekskul Pramuka dan gue mengikutinya dengan terpaksa

8. Saat kelas 2, gue pindah ikut ekskul Pastara (Pasukan Tata Upacara), pernah ikut lomba-lomba dan gue peringkat pertama looh pas pelantikan hihi

9. Ekskul yang pernah gue ikuti : Pramuka, Pastara, Library Club, Drama

10. Gue rajiiiin banget minjem buku di perpustakaan sampe kartu peminjaman buku gue penuh

11. Sama seperti TK dan SD, di SMP gue juga sering gak masuk. Alasannya? Sakit dan tentunya malas ;p

12. Pernah ada tugas Bahasa Inggris membuat semacam essay dan gue inget gue menulis tentang Dian Sastrowardoyo hiahaha

13. Jajanan favorit waktu SMP? Nasi kuning harganya seribuan!

14. Pernah ngalamin mau pulang cepet-cepet karena mau nonton serial Full House? Nah jaman SMP temen cewek gue heboh banget nih ama serial ini

15. Pernah berantem ama Astie Darmayantie karena F4 (kata Astie sih alesannya karena gue ngerobek poster Jerry Yan) selama 1,5 tahun huahahaha

16. Jaman SMP, pertama kali bikin Friendster!

17. Bacaan favorit awal SMP : tabloid Gaul, untungnya setelah itu gue tobat dan gak pernah beli Gaul lagi ;p

18. Pernah jadi ketua kelas pas kelas 3, awalnya dipilih karena dikerjain tapi ternyata jadi ketua kelas asik juga

19. Punya satpam yang gaul banget : namanya Pak Boiem

20. Kalo upacara di SMP gue ribet. Yang bikin ribet? apalagi kalo bukan latihan musiknya!

21. Wali kelas 1 namanya Bu Ketut, orangnya baik dan lembut banget. Wali kelas 2 namanya Pak Wiyono, orangnya ribeeeeet banget. Wali kelas 3 namanya Bu Hafsah, orangnya pengertian banget

22. Teman yang dari SMP sekolah di SMA yang sama? Banyak

23. Kehebohan ketika SMP? Akademi Fantasi Indosiar, F4, Indonesian Idol, apalagi yaa? Hahaha

24. Kaget karena berhasil lulus SMP dengan NEM 28.17

Posted in Kehidupan | 1 Comment »

Jaman SD

Posted by jemarihaqi on September 8, 2009

1. Cuma pernah ranking 1 sekali pas kelas 5, prestasi seringnya mentok di peringkat kedua. Waktu ranking 1 gue berasa puaaaaaaaaaaaas banget haha.

2. Pernah ikutan lomba sinopsis se-Kecamatan dan jadi juara 3. Juara 1-nya, Keishkara Hanandhita malah jadi temen deket gue pas kelas 3 SMP. Beuuh dunia sempit amat.

3. Mulai kelas 2 SD udah berani naik angkot dari Cililitan ke rumah, udah bisa nyebrang jalan raya dengan lancar dan asiknya gak pernah nyasar kalo naik angkot hehe

4. Punya geng bernama BUANA

5. Punya tabungan harian bareng geng BUANA, nanti akhir bulan biasanya dipake buat main bombomcar atau makan di McD ;p

6. Waktu lulus SD dikasih hadiah VCD Ada Apa Dengan Cinta ama Emak, hadiah pertama yang gue dapet berkaitan dengan prestasi di sekolah

7. Waktu kelas 5 jadi murid kesayangan guru gue, namanya Pak Dasuki yang suka ngupil. Sial amat nasib gue jadi murid kesayangan guru yang suka ngupil. Eeeeh tapi agak ngeri juga ya kalo diingeti-inget, masa gue jadi murid kesayangan guru COWOK? Grrr haha

8. Gak pernah punya pacar

9. Waktu jaman kelas 4, guru gue gak bisa nyebut nama gue dengan benar. Dia manggil gue bukan Baihaqi tapi Ba-Ha-Qi

10. Absensi gue di raport gak pernah 0, bahkan pernah tertulis 25 hari sakit. See? bakat gue sakit-sakitan emang udah dari kecil haha

11. Pelajaran yang nilainya paling bagus? Bahasa Indonesia

12. Pelajaran yang nilainya paling bikin kesel? Matematika, di ijazah aja matematika gue cuma 6.6, sial

13. Selalu jadi petugas upacara, tapi cuma sekali jadi pemimpin upacara karena gue gak berani jadi pemimpin. Tugas kesayangan gue : pembaca doa, ihiiiy!

14. Pernah ngalamin mau pulang cepet-cepet gara-gara mau nonton Amigos di SCTV? Hahahaha

15. Jajajan favorit? Snack Tictac yang harganya 100, Anak Mas, Wafer Superman

16. Suka males pulang kalo udah main gimbot abang-abang di depan SD

17. SD gue kan norak yaaa, masa’ gak pernah belajar bahasa Inggris dan pas ulangan umum boleh buka kamus hihih

18. Dulu gue anak SD yang gaul loooh. Bacaan wajib gue Tabloid Fantasi, trus suka bawa walkman -kasetnya? Sheila On 7, Dewa, Sherina- yang didengerin pas istirahat haha

19. Gue sunat pas naik kelas 5 dan seneng dapet duit banyak!

20. Perpisahan SD gue cuma ke Kebun Raya Bogor dan soundtrack di bus-nya lagu S07 yang Kisah Klasik Untuk Masa Depan. Gue inget banget waktu perpisahan ada geng cewek yang nari ala-ala geng Dian Sastro di AADC. Megang!

21. Dulu jaman SD duit jajan gue termasuk banyak. Gue bisa dapet duit 3000-5000 rupiah, lumayan gede buat di ukuran SD gue hihi

22. Kalo ngoreksi ulangan kan sistemnya tukeran sama temen yang duduknya di seberang meja gue. Hobi gue adalah : berantem sama temen seberang meja gue yang namanya Ilham yang suka banget bikin kesel dan bikin nilai gue berkurang haha

23. Ada satu cewek namanya Fauziah yang sering gue bikin nangis karena gue jenggutin rambutnya yang dikuncir sampe punggung hehe

24. Pernah dapet nilai tertinggi pas disuruh bikin mading. Gue inget banget, nama mading tim gue : Vega. Terinspirasi dari satu lirik lagu Sherina : Canopus, Capela, Vega haha

25. Waktu SD pertama kali ngalamin jalan kaki dari Cililitan ke Kramat Jati

26. Tontonan wajib jaman SD : Dragonball, Doraemon, Video Anak Antv (Agnes Monica), Tralalatrilili (Agnes Monica), Cilukba (Maissy)

27. Pernah berandai-andai bisa jadi anaknya Maudy Koesnaidi dan Ari Wibowo di sinetron Jangan Ucapkan Cinta haha

28. Sahabat gue dari jaman SD sampe sekarang : Alfian

29. Dari SD ada 5 orang yang barengan ke SMP. Trus lanjut ke SMA gak ada temen yang dari SD.

30. Gue termasuk salah satu anak berprestasi/gaul/beken di SD gue ;p

Posted in Kehidupan | Tagged: | 4 Comments »

Tentang menjadi remaja yang (sedikit) berbeda

Posted by jemarihaqi on September 7, 2009

Tidak pernah terfikir di benak saya untuk bisa mendapatkan kehidupan seperti sekarang. Pada awalnya saya sama seperti para remaja lainnya, selepas SMA saya juga merencanakan kuliah dan mengejar impian saya untuk menjadi wartawan dengan berencana kuliah di jurusan jurnalistik. Tapi rencana itu akhirnya hanya menjadi sebuah rencana yang tidak sempat terealisasi. Belum sempat saya mendaftar di uni swasta pilihan saya, tawaran kerja datang dan saya –setelah berdiskusi dengan keluarga- akhirnya sepakat untuk menunda kuliah dan menerima tawaran pekerjaan itu.

Bekerja membuat hidup saya berubah.
Jujur saja di beberapa bulan pertama saya mengalami shock, terlebih begitu melihat kenyataan bahwa teman-teman saya sedang bersukacita dengan kehidupan baru di dunia perkuliahan –yang saya ‘intip’ lewat Facebook. Saya merasa tersisih. Saya merasa menjadi sosok aneh di dunia lain yang berbeda dengan mereka. Beberapa kali saya sempat main ke SMA saya dan mendapati raut wajah guru-guru yang menatap saya dengan aneka macam ekspresi begitu mengetahui saya kini bekerja.

Untungnya saya bisa beradaptasi dengan cukup cepat.
Dan untungngnya pula saya bisa menyadari bahwa yang saya lakukan sekarang adalah sebuah pilihan yang kemarin sudah saya diskusikan dan fikirkan masak-masak. Saya pun kembali menjalani pekerjaan saya dengan sebuah pegangan : bahwa ini adalah sebuah pilihan yang telah saya ambil.

Kamu tau, kadang berat rasanya mendapat tekanan kerja yang menghantam dari sana-sini. Bahkan beberapa orang ada yang pernah bilang bahwa saya telah kehilangan masa remaja saya. Mereka menganggap saya terlalu sibuk bekerja hingga tidak bisa menikmati hidup layaknya remaja seumuran. Saya ingin menyangkal, tapi di sisi lain saya sadar pendapat itu tidak sepenuhnya salah.

Kehidupan saya memang tidak seperti teman-teman saya yang lain.
Tidak ada kuliah. Tidak ada kumpul-kumpul di kantin kampus bersama teman satu geng. Tidak ada ngerjain tugas sambil main internet di J.co. Tidak ada seru-seruan menggebet teman satu kelas. Saya tidak mendapatkan itu semua.

Kehidupan saya berputar mengikuti pekerjaan saya sebagai penulis –dan kini juga sebagai talent coordinator.
Menyiapkan sinopsis. Mengejar deadline. Brainstorming dengan produser. Ditolak ide ceritanya dan harus mencari ide yang lebih segar. Casting pemain. Ikut ribet mengurus budget pemain. Syuting sampai pagi. Meeting sana-sini. Mengatur waktu untuk aneka macam kegiatan. Dan tentunya mencuri kesempatan untuk mendapatkan me time.

Terkadang saya merasa hidup saya berjalan begitu cepat
Pergerakan yang ada terjadi dalam ritme yang tinggi, dimana saya harus menyesuaikan diri dengan segera agar bisa mengikutinya, agar tidak ambruk dan merusak segala yang ada. Saya tau saya gampang sakit dan rasanya pasti dalam 1 bulan saya akan ambruk karena kondisi fisik saya yang memang lemah dari dulu.

Oh ya ada yang bilang saya udah kaya. Ada yang bilang saya udah sukses. Dan saya cuma bisa meresponnya sambil tersenyum dan berkata amien dalam hati. Mungkin kamu juga pengen tau? Saya belum mencapai tahap itu. Saya masih harus bekerja keras untuk mendapatkan banyak uang. Saya masih harus ekstra gigih untuk bisa mencapai target yang telah saya buat. Dan saya yakin saya bisa, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan itu semua.

Seringkali ketika semua tekanan berkumpul menjadi satu, saya merindukan masa-masa menjadi remaja kebanyakan. You know, umur saya baru 19 tahun dan saya rasa wajar jika saya masih suka labil dan merasa ingin mendapatkan hak saya untuk ‘bermain-main’ selayaknya remaja biasa. Tapi saya tau, porsi saya untuk mendapatkan hak itu tidaklah sebesar dulu dan tentunya tidak sebesar porsi yang dimiliki teman-teman saya.

Mendadak pengen bolos kerja. Mendadak pengen tidur di rumah aja dan bermalas-malasan. Mendadak malas nulis. Mendadak gak mau meeting. Mendadak males syuting. Mendadak ingin kabur dari rutinitas. Semua itu adalah hal yang manusiawi. Hei people, sekali lagi, umur saya baru 19 tahun dan saya masih butuh keceriaan dunia remaja kan?

Tapi saya tau pekerjaan yang saya ambil menuntut sebuah profesionalisme. Dan saya berusaha memenuhi itu. Saya masuk kantor walau langkah kaki terasa berat. Saya meninggalkan rumah walau pas melihat kasur pengen banget tidur. Saya tetap menulis walau kadang gak bisa nulis apa-apa karena kepala buntu. Saya harus ikut meeting karena itu penting. Saya ikut syuting walau di lokasi mati-matian berusaha menghibur diri. Dan pada akhirnya saya tetap menjalani rutinitas yang ada dan berupaya menjalani lintasan ini dengan baik agar nantinya bisa memenuhi list impian yang saya buat.

Hmmmm..
Rasanya tulisan saya udah ngalor ngidul kemana-mana ya? Haha, perlu kamu tau saya menulis ini jam 7.34 pagi, di lokasi syuting Namaku Gatotkaca, syuting hari terakhir yang melelahkan yang membuat waktu tidur saya berkurang, yaaa jadi maklum aja kalo tulisannya agak gak nyambung per paragrafnya hehe.

Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan satu hal yang selalu bisa membuat kadar pede saya meningkat drastis. Kamu tau, senang rasanya jika saya bisa dikenal orang sebagai seorang penulis. Rasanya ada puluhan kupu-kupu yang menari di perut saya tiap kali ada orang yang mengenal saya sebagai penulis skenario.

Baihaqi Achmad : penulis skenario
Hmmmm lebih oke kan dibandingkan teman-teman saya lainnya yang ‘cuma’ menjadi mahasiswa? Huahahahahahaha ;p –guys, bagian terakhir ini gak usah diambil hati, saya cuma bercanda kek. Kalo kata Alisha di film Fiksi begini : saya cuma bercanda, gak perlu jadi drama ;)

Yasuwdlah gitu aja ceritanya.
Daaah! Sukses terus buat semuanyaaaaaa!!

Posted in Kehidupan | 5 Comments »

Tentang Harga yang Harus Dibayar

Posted by jemarihaqi on August 14, 2009

Saya akui, saya masih sering bermanja-manja dengan Ibu.
Saya akui, saya masih sering makan disuapi
Saya akui, saya masih sering minta Ibu membelai rambut saya
Saya memang manja
Tapi di sisi lain, saya dengan bangga –dan mungkin sedikit narsis- bisa mengaku bahwa saya adalah sosok yang mandiri.

Sejak kecil, saya selalu diajarkan bahwa hidup itu tidaklah mudah.
Saya tidak datang dari keluarga kaya. Saya datang dari keluarga biasa. Saya datang dari lingkungan dimana saya mau tidak mau harus belajar untuk mandiri. Saya lahir dari lingkaran yang menuntut saya untuk bisa mengejar apa kemauan saya, bukan sekedar menunggu sampai kemudian keinginan itu bisa terkabul dengan mudah –atau mungkin dikabulkan seseorang dengan indahnya.

Ada harga yang harus dibayar untuk sesuatu yang saya mau.
Bukan-bukan, orangtua saya bukan tipikal seseorang yang menyuruh saya jadi juara kelas demi mendapat sebuah hadiah –bahkan seingat saya, selama saya bersekolah baru sekali saya dikasih hadiah (VCD Ada Apa Dengan Cinta) ketika saya lulus SD dan bisa masuk SMP idaman, itu pun karena saya waktu itu penasaran banget pengen nonton AADC lagi hehe-

Saya tau, orangtua saya tidak kaya. Karena itulah saya senang bekerja demi bisa meraih keinginan saya tanpa harus merepotkan keluarga. Ya. Saya senang bekerja. Saya senang mencari uang. Saya pernah jualan keripik ketika SD. Saya pernah jualan penggaris berhitung ketika SMP. Saya pernah menjadi operator warnet saat masih SMA kelas 1 dan setelahnya saya semakin senang bekerja, bekerja dan bekerja.

Mungkin kalau saya terlahir sebagai anak orang kaya. Saya tidak akan seperti ini. Tapi alhamdulillah karena berasal dari keluarga biasa, saya pada akhirnya terlatih dan terbiasa untuk hidup ‘keras’, untuk bisa bertahan mengejar segala macam keinginan, impian dan harapan, bukan hanya duduk manis dan menunggu sambil berpangku tangan.

Saya mau kuliah. Saya harus bekerja untuk mendapat biaya kuliah.
Saya mau ini. Saya harus itu
Saya mau beli segala macam majalah dan segala macam tetek bengek hiburan lainnya. Saya harus menyisihkan uang jajan.
Saya mau itu. Saya harus ini
Saya mau beli handphone baru ketika handphone lama saya tiba-tiba mati. Saya harus meminta bantuan tetangga untuk bisa dapat cicilan selama 3 bulan.
Saya mau begini. Saya harus begitu.
Saya mau beli laptop untuk menunjang pekerjaan saya sebagai penulis. Saya harus meminta bantuan adik Ibu saya untuk bisa meminjamkan uang dan tiap bulannya saya harus membayar cicilan.
Saya mau menyayangi seseorang. Saya harus siap patah hati –taiii hahaha

Ada harga yang harus dibayar, sayaaang.
Tidak ada yang gratis di dunia ini. Tidak ada hal yang datang dengan mudahnya. Saya selalu percaya, tidak pernah ada hal sempurna. Dan saya juga selalu meyakini bahwa apabila suatu hal tercipta dengan sangat baik dan sangat cepat, pasti akan ada sesuatu yang buruk di belakangnya. Bukan-bukan berarti saya selalu berfikiran negatif. Saya cuma mencoba realistis. Saya berusaha untuk tidak terlalu diawang-awang, karena saya tau, hidup bukan dunia kartun yang penuh tawa, hidup adalah perjalanan panjang dimana di dalamnya ada usaha, kerja keras, air mata dan tentunya tawa bahagia. Satu kata singkat untuk merangkumnya : hidup = pelajaran

Pelajaran terbaik yang sesuai dengan judul entri kali ini adalah : ada harga yang harus dibayar untuk segala hal. Serius, coba deh diinget-inget, coba deh difikir-fikir, semua hal yang ada di hidup ini ada harganya, semua hal yang kamu mau ada usaha untuk meraihnya, semua hal yang mau kamu capai itu pelu proses. Ya. Proses.

Proses membayar segala sesuatu itu.Proses dimana saya harus berkorban.
Proses dimana saya harus berusaha. Proses dimana saya akan menemukan segala bentuk rasa dan segala macam hal yang bisa saja menerjang usaha saya. Proses dimana saya harus melihat dunia dari sisi yang berbeda, dari sisi yang lebih dewasa, bukan dari sisi anak kecil manja yang terbiasa meminta.

Dan sekarang, disaat seperti ini
Ketika saya sedang mengejar impian saya menjadi penulis skenario film layar lebar. Ketika saya sedang mengejar impian saya untuk memenuhi daftar cita-cita saya. Saya harus membayarnya dengan beberapa hal.

Saya mengorbankan kuliah. Saya mengorbankan masa-masa muda saya –maksud saya, masa dimana saya masih bermain dengan teman-teman seumuran. Saya mengorbankan waktu untuk bersantai, menghabiskan waktu dengan leyeh-leyeh di rumah dan melakukan segala macam bentuk ‘kegilaan’ di waktu senggang.

Saya tidak mengeluh. Saya cuma sedang belajar
Bangku kuliah memang saya tinggalkan sejenak, tapi setumpuk pelajaran tetap saya dapatkan. Pelajaran dari kehidupan yang sebenarnya.

Posted in Kehidupan | 2 Comments »