Jemari Haqi

talk slow think fast

Archive for the ‘Buku’ Category

Titanium

with 7 comments

Maaf untuk Pesan Dari Bintang dan Lukisan Hujan, posisi kalian harus tergeser oleh Titanium di singgasana novel Sitta Karina yang menurut saya paling memukau. Ya, Titanium sukses menyihir saya, membuat saya terlarut di dalamnya, memberi efek yang benar-benar besar untuk saya, melebihi saat dulu saya membaca Pesan Dari Bintang –yang membuat saya jatuh cinta setengah mati sama Inez Hanafiah- dan Lukisan Hujan –yang menjadikan saya ingin seperti Diaz Hanafiah-

Adalah Austin Taura Hanafiah dan Romijn Indira Singgih yang membuat saya jatuh cinta. Salut untuk Sitta Karina atas dua karakter yang sangat hidup ini. Austin yang dari novel-novel sebelumnya secara tersirat dideskripsikan sebagai seorang robot yang sangat kaku, di sini menjadi sosok yang berbeda, Austin lebih terlihat sebagai sosok yang rapuh tapi di sisi lain berjiwa ksatria –terlebih di berbagai hal yang menyangkut Romy. Sementara itu, Romijn adalah gambaran ideal bagi mereka yang selama ini menunggu karakter yang benar-benar berkarakter. Campuran sifat Romy membuatnya menjadi sosok yang sangat mempesona, Inez Hanafiah mah lewaaaaat deh. Chemistry Austin dan Romy, usaha mereka untuk menemui akhir perjalanan cinta mereka, interaksi mereka yang terjalin manis –dan seringkali pedas, merupakan suguhan yang sangat menarik untuk disimak

Cara Sitta Karina dalam bertutur juga semakin enak dinikmati, meski kalau boleh jujur saya kurang suka dengan cara Kak Arie menunjukkan banyak tokoh di bagian-bagian awal –yang membuat saya pusing dan berulang kali bolak-balik halaman untuk mengecek karakternya supaya tidak salah. Tapi cara Kak Arie menyampaikan deskripsi tokoh dan segala hal yang berkaitan dengan tokohnya memang jempolan banget, di sini kita seperti diajak melongok kehidupan Austin dan Romy sampai ke dalam-dalamnya, istilahnya sampai ke isi-isi perut mereka.

Dan satu hal lagi, dialog di Titanium juara deh! Banyak sekali dialog-dialog oke yang bisa dijadikan quote di novel ini. Selain oke karena sarat makna dan menyentil, ada juga dialog yang cukup ‘nyeleneh’ dan menimbulkan tawa tersendiri.

Salut untuk Titanium. Salut untuk Sitta Karina. Salut
4.5/5

Beberapa dialog favorit saya :


Jadi ke Majalengka hari ini? Titip opak dan rengginang ya buat Niki. –Inez Hanafiah
Opak? Rengginang? Makhluk apa pula itu? –Austin Hanafiah

Kamu gak mau? –Austin Hanafiah
Kamu gak pernah ngajak –Romijn Indira Singgih

I hate growing up! –Carine Kingsley
Who doesn’t? –Romijn Indira Singgih

Romy, camkanlah selalu bahwa sebuah pilihan tepat bagi seseorang apabila pilihan itu adalah sesuatu yang ia sukai dan memberi manfaat bagi orang banyak. Kalau kamu mengikuti suara hati, berarti kamu telah menjawab panggilan hidupmu. Suara itu selalu ada di hati setiap manusia, tapi pilihan manusia untuk mendengarnya atau tidak –Sandrani Singgih

Saya gak jago berbasa-basi –dan memang paling malas untuk itu. Kamu ini seperti anak SMA saja, masih kepingin peresmian dengan tembak menembak- Austin Hanafiah

Written by jemarihaqi

April 29, 2009 at 4:22 am

Pintu Terlarang

with 4 comments

Oh yess! Saking penasarannya dengan film Pintu Terlarang yang dibuat Joko Anwar dan akan dirilis Januari nanti, saya akhirnya membaca novel Pintu Terlarang, sebuah novel thriller yang ditulis oleh Sekar Ayu Asmara dan diadaptasi Bang Joko dalam bentuk visual.

Oh yess! Ini memang bukan sembarang novel. Pantas saja Bang Joko tertarik mengadaptasinya ke film. Ini memang bukan novel biasa. Sekar Ayu Asmara adalah penulis brilian. Novel bergenre thriller ini benar-benar bernuansa dark, membuat penasaran dan juga penuh dengan kejutan-kejutan yang menurut saya brilian.

Novel ini dibagi menjadi tiga kisah.
Pertama, kisah seorang anak berumur sembilan tahun yang selalu disiksa orangtuanya. Anak ini mengalami penyiksaan dari bermacam sisi, fisik dan psikisnya rusak karena orangtuanya. Siksaan demi siksaan membuat si Anak tersiksa dan pada akhirnya dia membuat keputusan nekat untuk mengakhiri semua penderitannya. Kedua, kisah seorang pematung bernama Gambir. Gambir hidup bersama istrinya, Talyda, yang mengagungkan kesempurnaan. Sebagai suami, Gambir adalah suami yang begitu menyayangi istrinya, semua kemauan Talyda ia ikuti, termasuk keinginan Talyda untuk tidak memiliki anak. Tapi dibalik sikap manis Talyda, istrinya ini menyimpan rahasia, selain merahasiakan sebuah pintu terlarang yang ada di dalam studio Gambir, Talyda juga menyimpan ‘proyek’ rahasianya yang ia lakukan bersama Ibu Gambir. Ketiga, kisah tentang jurnalis wanita bernama Ranti yang sedang menggarap kasus mengenai orang sakit jiwa di sebuah RSJ di bilangan Puncak. Di proyek ini Ranti bekerjasama dengan Dion, fotografer yang akhirnya menjadi pacarnya. Ranti begitu larut dalam penelitiannya tentang berita yang akan ia garap, di sisi lain ia juga terlibat percintaan dengan Dion, seorang duda yang sudah memiliki seorang anak bernama Edo.

Sadis.
Oh yess! Dari halaman pertama novel ini saja sudah menawarkan ketegangan yang membuat ngilu. Membaca lembar demi lembar halaman Pintu Terlarang adalah sebuah perjalanan yang sangat mengasikkan. Memabukkan. Membuat penasaran dan tidak mau berhenti. Kisah yang berjalan intens, dibumbui kejutan serta kalimat-kalimatnya yang tersusun dengan apik membuat novel ini bukan sembarang novel.

Padu padan kata. Padu padan karakter. Padu padan cerita. Tiga hal ini dilakukan Sekar Ayu Asmara dengan sangat pas. Begitu pas hingga saat mendapati akhir cerita yang di luar dugaaan saya bisa tersenyum sekaligus merinding ngeri. Saya tersenyum karena dapat menikmati bacaan berkualitas ini dan saya merinding ngerti karena akhir ceritanya memang mengenaskan.

Sebuah novel brilian.
Gak sabar menyaksikan versi visualnya tanggal 22 Januari nanti! Saya percaya Joko Anwar akan membuat filmnya sebagus novelnya, bahkan mungkin lebih baik.

Written by jemarihaqi

November 18, 2008 at 4:30 am

Let’s Party

without comments

Sebuah teenlit karya Fadil Timorindo yang berhasil masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2008 untuk kategori penulis muda. Gokil banget nih, debutnya Fadil bisa masuk penghargaan bergengsi untuk penulis di Indonesia. Salut

Saya yang sudah lama tidak membaca teenlit hari ini kembali membaca genre ini karena penasaran dengan karya Fadil ini. Sebenarnya waktu naskah ini belum terbit saya dan Fadil sempat ngobrol-ngobrol via yahoo messenger, obrolan sesama orang yang ingin menjadi penulis dan shoot! akhirnya Fadil duluan yang sukses menerbitkan novel dan masuk KLA pula!

Dan debut novel Fadil ini memang cukup berbeda dengan novel-novel teenlit lainnya. Ngepop tapi sedikit puitis. Remaja tapi kadang bahasanya nyastra abis. Perpaduan yang pas, unik dan segar. Kisah yang disajikan sebenarnya biasa-biasa saja, tentang seorang Fadil -i dunno ini kisah benerannya Fadil atau cuma fiksi- dan kehidupan gaulnya, sebuah kehidupan remaja yang menawarkan paket lengkap, mulai dari hura-hura, persaingan untuk tampil paling oke, contek mencontek di sekolah, dan menghabiskan malam minggu dengan kongkow di Citos. Sangat remaja dan boleh dibilang paparan Fadil tentang kehidupan remaja yang ada di novel Let’s Party disajikan dalam porsi pas.

Sebuah debut yang oke. Sebuah debut yang jujur saja membuat saya iri -hahaha tetap yaaa. Salut untuk Fadil untuk novel perdananya ini.

Written by jemarihaqi

November 16, 2008 at 9:35 am

Pulang

with one comment

Sebuah kumpulan cerpen dari Happy Salma, sosok cantik yang selama ini dikenal sebagai seorang selebritis, kali ini hadir dalam paket lain, hadir sebagai penulis dengan persembahan sebuah buku yang berisikan kumpulan cerpennya yang merujuk pada sebuah tema : pulang.

Ada 8 cerpen yang tersaji di kumcer ini. Tema tentang pulang disajikan dengan berbagai bentuk dan gaya, tapi pada akhirnya memberi sebuah kesan yang paling dominan : menyentuh. Ya. Happy Salma berhasil meramu kata-kata menjadi susunan kalimat yang berubah menjadi paragraf dan akhirnya lengkap menjadi sebuah cerita pendek yang menarik untuk dinikmati.

Mungkin awalnya fikiran meremehkan muncul. Aaaah bisa apa sih Happy Salma? Palingan cerpennya gitu-gitu aja, palingan Pulang cuma dijadikan proyek aji mumpung saja. Tapi ternyata tidak. Happy Salma memang berbakat. Dia tidak hanya mahir berakting, tapi juga (mungkin memang) dilahirkan untuk menyandang gelar penulis.

8 cerpen yang disajikan Happy Salma kesemuanya menarik. Pas dan tidak berlebihan. Beberapa kejutan manis dan tidak terduga disajikan Happy Salma dengan penempatan yang baik dan tepat. Indah, mungkin itu satu kalimat paling tepat untuk menggambarkan Pulang.

Written by jemarihaqi

November 16, 2008 at 9:21 am

Posted in Buku

Tagged with ,

My Sister’s Keeper

with one comment

Judul Buku : My Sister’s Keeper
Penulis : Jodi Picoult
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 523 halaman

Sebuah novel dengan tema yang menurut saya butuh kecerdasan dan pengetahuan serta riset yang mendalam untuk bisa mengupas masalah kedokteran, hukum, perbintangan dan kehidupan pemadam kebakaran dengan baik, dengan detail-detail yang mendukung keutuhan ceritanya, membuat pembaca bisa mendapatkan setting cerita yang utuh dan sesuai dengan fakta.

Buku ini menceritakan tentang Anna, seorang gadis berusia 13 tahun yang menggugat orangtuanya agar ia bisa mendapatkan hak kebebasan medis untuk dirinya. Selama 13 tahun hidup, Anna selalu membantu Kate, kakaknya yang mengidap leukimia akut, bahkan beberapa jam setelah Anna lahir ia harus mendonorkan sel darah tali pusatnya untuk Kate. Tidak hanya itu, Anna juga harus menjalani puluhan suntikan, transfusi darah, berbagai operasi -termasuk untuk pencangkokan sumsum tulang belakangnya. Kali ini, Anna diminta untuk mendonorkan ginjalnya, lagi-lagi dengan maksud untuk membantu Kate. Anna yang memang sengaja dilahirkan sebagai donor untuk Kate akhirnya memberanikan diri untuk membuat keputusan, keputusan untuk dirinya, serta keputusan untuk Kate dan seluruh anggota keluarga yang lain.

Damn! Buku ini bagus banget. Salut untuk Jodi Picoult karena berhasil memberikan cerita yang benar-benar menarik, menyentuh dan penuh dengan kejutan-kejutan yang tidak terduga. Cara bercerita Picoult yang menggunakan sudut pandang para tokohnya dalam tiap bab sungguh suatu hal yang sangat baik karena dengan cara itu pembaca bisa mengetahui detail kehidupan dan perasaan masing-masing tokohnya dari sisi yang berbeda. Latar belakang kehidupan kedokteran yang menjadi latar belakang cerita lewat sejarah medis Kate dan Anna digambarkan dengan sangat baik oleh Picoult. Selain itu kehidupan tokoh-tokoh lain dan bidang-bidang lain juga dibahas dengan mendetail dan jelas.

Ini novel yang mengharukan. Mengharukan dari berbagai sisi. Mengharukan dari sudut pandang masing-masing karakternya yang bisa membuat kadar mengharukannya berbeda. Sungguh bagus banget dan mengharukan, keren deh pokoknya. Dan endingnya yang sangat tidak terduga membuat novel ini menjadi semakin enak untuk dibaca.

Sangat saya rekomendasikan!

Written by jemarihaqi

November 6, 2008 at 7:15 am

Posted in Buku

Tagged with

Cantiknya Rectoverso

without comments

Sebenarnya sudah cukup lama saya menyelesaikan membaca maha karya terbaru dari Dewi Lestari ini. Sebuah karya bertajuk Rectoverso yang terbagi dalam 11 kisah pendek dan 11 lagu yang saling melengkapi, menjadikan keduanya sebagai kesatuan yang utuh.

Rectoverso memberikan sesuatu yang baru. Format baru. Gaya Dee yang sedikit lebih baru -tapi tetap nuansa Dee yang cerdas dan berisi terasa sekali. Kemasan yang baru. Dan segala hal baru lainnya yang pada akhirnya dapat kita kumpulkan menjadi sebuah satu kata singkat : cantik.

Ya. Rectoverso adalah sebuah paket cantik. Paket cantik yang menghibur, menyentuh hati dan memberikan sensasi yang menyenangkan. Mendengarkan fiksinya dan membaca musiknya merupakan sebuah pengalaman yang menakjubkan, rasanya seperti dibawa ke sebuah dunia lain yang indah, yang menawarkan pengalaman baru, lengkap dengan segala rasa yang campur aduk menjadi satu. Terharu, itu pasti. Tersentuh, tidak perlu ditanya lagi. Tersenyum, ya.

Fiksi dan musiknya saling melengkapi, mereka memang bisa berdiri sendiri tapi akan lebih baik kalau kita satukan keduanya, membiarkan diri kita, hati kita disentuh oleh mereka dengan cara yang membuat kita betah berlama-lama, tidak mau beranjak dan ingin terus merasakannya sampai habis.

Bagi saya Rectoverso merupakan sebuah perjalanan yang cantik. Dari awal kita disuguhi tampilan yang cantik, bukunya menawarkan gambar-gambar pendukung serta ilustrasi yang memanjakan mata, sementara musiknya memberikan kita lirik-lirik hebat dan iringan musik yang seolah memberi efek terapi : menenangkan hati dan jiwa. Maka itu, bagi saya Rectoverso adalah sebuah perjalanan yang cantik, perjalanan yang memberi saya sebuah pengalaman indah yang sangat menyenangkan, dan saya sangat menikmati itu.

Pada intinya Dee berhasil. Ia berhasil dengan misinya untuk menyentuh hati siapa saja dengan paket cantiknya yang dinamai Rectoverso. Dan pada akhirnya pula Dee kembali berhasil menunjukkan bahwa dirinya adalah sebuah penulis cerdas dengan karya-karya yang bisa meracuni siapa saja yang menikmatinya. Salut

Written by jemarihaqi

October 16, 2008 at 3:31 am

Posted in Buku