Eddy!
Namanya Muhammad Zaidy.
Aku pertama kali mengenal Mas Eddy (yang biasa aku sapa dengan nama Mas Ed) di Trans Studio, pada saat aku bergabung dengan perusahaan itu sebagai tim creative di Februari 2010.
Satu kata yang membungkus diri Mas Ed adalah: gaul.
Sesungguhnya, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang lebih gaul dibandingkan seorang Al Zaidy! Bahkan di kantor pun dia dikenal dengan nama Eddy gaul! Serius, Mas Ed memang segaul itu. Aku pernah ke mall bersama dia dan hampir setiap 5 meter sekali ada orang yang dikenalnya. Luarrr biasa. Saking gaulnya, Mas Ed ini sempat aku liat beberapa kali di halaman majalah lifestyle lho. Eksis berat!
Selain gaul, Mas Ed juga stylish.
Sepertinya dia menjadi lelaki paling stylish yang pernah aku kenal. Karena dari hari Senin – Kamis di kantor pakai seragam, Mas Ed menjadikan hari Jumat sebagai hari spesial yang digunakannya untuk tampil gaya. Di hari Jumat, Mas Ed tidak pernah tampil biasa, ia selalu tampil heboh. Aku pernah kebingungan dengan kemeja yang ia pakai karena kemeja itu memiliki bentuk dan struktur yang absurd, tapi karena yang pakai Mas Ed ya cocok-cocok aja sih ya. Sehubungan dengan dirinya yang stylish, Mas Ed bahkan sempat pulang ke rumah lagi untuk berganti pakaian ketika pada hari Jumat dia malah ke kantor pake seragam. Niat abis yaa. Oh ya, Mas Ed punya bisnis clothing line lho, nah desain baju-baju di clothing line-nya itu semacam gambaran dari gaya sehari-hari dia.
Mas Ed merupakan pribadi yang atraktif.
Sumpah mati, kelakuan absurdnya sangat tidak mencerminkan usianya yang sudah matang haha. Mas Ed ini kalau ketawa heboh banget. Bicara pun selalu heboh! Dia punya kebiasaan ngomong sambil nunjuk-nunjuk muka orang –yang mana aku pernah berantem ama dia soal ini haha. Mas Ed juga gak bisa diam, kalau bercerita dia kadang suka mempraktekkan isi dari ceritanya –termasuk mempraktekkan bentuk tarian Sufi ketika aku, dia dan tim marketing sedang membicarakan masalah konsep. Kantor tidak pernah sepi kalau ada Mas Ed karena cara bicaranya, cara tertawanya dan keceriaannya yang selalu dibaginya pada siapa saja.
Kepribadian Mas Ed yang selalu optimis seringkali berseberangan dengan aku yang dinilainya pesimis. Aku ini menganggap diriku realistis sementara Mas Ed yang selalu punya konsep spektakuler menilai aku terlalu takut dan terlalu mikir yang aneh-aneh. Dengan caranya sendiri, Mas Ed membuat aku berani dan membuat percaya diriku meningkat.
Aku ingat sekali ketika dulu satu kantor, selalu ada drama antara aku, Mas Ed dan Mbak Dudung. Tapi pada akhirnya kita akan kembali akur dan makan-makan bareng. Ya, kami adalah trio penggila segala macam makanan. Bersama dua orang ini aku menggendut! Haha. Bahkan kami pernah ke bioskop karena ingin makan, bukan karena ingin menonton!
Saat ini Mas Ed sedang menempuh pendidikan movie producing di New York, sekali lagi New York, dan aku iri setengah mati dengan dia! Arrrrrrgggh asik banget kan bisa sekolah di New York, sekolah film pula! Aku mauuuuu! Enggak papa deh iri, akhirnya karena iri ini aku pun menjadi termotivasi untuk mengumpulkan banyak uang dan nantinya kuliah film di luar negeri juga, aamiin.
Mas Ed, salah satu manusia yang tidak akan pernah aku lupa.
Segala macam hal tentang orang satu ini selalu tidak biasa haha.
Posted on January 10, 2012, in 366 and tagged Eddy, Muhammad Zaidy. Bookmark the permalink. Leave a Comment.
Leave a Comment
Comments (0)