Home > Kehidupan > Tentang Mengenal Diri Sendiri

Tentang Mengenal Diri Sendiri

Bolehkah saya berbagi cerita?
Hmm mungkin bukan cerita, tapi berbagi pengalaman
Jadi begini, ada seorang sahabat saya yang sedang kebingungan. Ada satu pertanyaan besar untuknya yang hingga kini belum juga terpecahkan. Satu pertanyaan simpel, tapi penting : mau jadi apa saya?

Oke, kita memang sudah sering banget mendengar pertanyaan itu. Sedari kecil, kita sudah sering disodorkan dengan pertanyaan sejenis -yang kadang dimodifikasi dalam bentuk : ‘apa cita-cita kamu?’

Satu pertanyaan yang sangat simpel dan sering sekali kita dengar, tapi sahabat saya belum mampu menjawabnya. Bahkan mungkin bukan hanya sahabat saya, tapi juga banyak orang lain seumuran saya yang belum mendapat jawaban akan pertanyaan itu.

Alhamdulillah, saya telah mendapatkan jawabannya.
Dan alhamdulillah, saya sedang berada di jalan untuk meraih keinginan saya/cita-cita saya/obsesi saya/mimpi saya

Jawaban dari pertanyaan itu memang sangat mudah ditemukan apabila kamu sudah berhasil mengenal diri kamu sendiri. Jawaban itu akan datang dengan sendirinya seiring dengan penemuan jati diri kamu, sejalan dengan waktu dimana kamu akhirnya bisa mengerti siapa dirimu, apa yang kamu suka, dan mau seperti apa masa depan yang kamu raih.

Sejak kecil saya suka menulis.
Sejak SD pelajaran yang paling saya suka -dan nilainya paling memuaskan- adalah Bahasa Indonesia
Sejak kecil saya tidak suka sekolah
Sejak kecil saya suka menonton film
Sejak kecil saya sudah mengikuti perkembangan dunia hiburan
Dan sejak SMP saya tau bahwa saya ingin jadi penulis

Memilih cita-cita itu gampang. Saat SD saya berkali-kali mengubah cita-cita, mulai dari dokter (yang menjadi cita-cita favorit anak SD), profesor, penyanyi, artis, konglomerat, anak orang kaya (oke, saya tau cita-cita ini ngaco banget), koki, pebisnis, dan lain-lain. Perlahan, cita-cita ini mengalami masa eliminasi, satu per satu cita-cita yang rasanya gak ’saya banget’ akhirnya gugur, satu per satu hingga akhirnya ketika SMP saya menemukan satu jawaban : penulis

Ketika SMA, cita-cita saya bertambah lagi : menjadi pemimpin redaksi sebuah majalah. Dan ketika sudah bekerja, cita-cita saya bertambah satu lagi : menjadi casting director. Jadi, kini masih ada tiga cita-cita utama yang ada di daftar teratas cita-cita saya : penulis, pemimpin redaksi dan casting director

Dan saya tau, 3 cita-cita itu memang hal yang saya inginkan. 3 cita-cita itu lahir dari kesukaan saya akan hal yang berkaitan dengan tulis menulis, dunia jurnalistik dan dunia seni peran. 3 cita-cita itu adalah saya.

Saya gak mungkin punya cita-cita yang ‘bukan saya banget’
Segala hal yang saya impikan adalah semua hal yang saya suka
Semua hal yang inginn saya raih timbul dari hati saya, hati yang paling dalam
Setiap hal yang ada di daftar impian saya adalah sebuah gambaran dari siapa diri saya dan kehidupan seperti apa yang saya harapkan

Jujur, saya kesal dengan sahabat saya
Dan jujur, saya juga kesal dengan diri saya karena gak bisa membantu sahabat saya untuk bisa menemukan jawaban dari pertanyaan itu
Kesal rasanya melihat sahabat saya belum menemukan dirinya disaat saya sudah mantap mengetahui apa yang saya mau

Kamu tau, sekali lagi sebenarnya jawaban dari pertanyaan itu sangat mudah didapatkan.
Rumusnya cuma satu :
apa yang kamu suka + hal yang kamu rasa ‘kamu banget’ = cita-cita
Mungkin rumusannya kurang tepat atau terasa kurang ‘ilmiah’, tapi percaya deh, sebenarnya memang semudah itu mendapatkan jawaban dari pertanyaan simpel yang sudah saya sebutkan di atas

Ayo, kenali diri kamu, dan segera temukan siapa dirimu
Hidup cuma sekali, kawan, jangan sampai kamu menjalani apa yang tidak kamu suka :)

Categories: Kehidupan
  1. September 22, 2009 at 7:22 pm | #1

    Gue ngga pernah pengen jadi dokter Beh, karena semua orang pengen banget jadi itu dan entah kenapa gue jd suka bingung sendiri dulu, kenapa sih orang-orang banyak banget pengen jadi dokter. Dan hingga skrg pun gue masih bingung mau jadi apa.

  2. September 23, 2009 at 1:54 pm | #2

    wah ini dia yg sulit.
    sampai skarang pun rasanya sulit untuk mengenal diri sendiri..
    tapi rasanya perlu dicoba..
    thanks for sharing haqi :)

  3. September 25, 2009 at 1:51 am | #3

    kalo saya sebut itu sebagai passion
    kakak saya di kedokteran, awalnya memang arahan orangtua, tapi setelah masuk, keliatan ternyata itu adalah passionnya. dia sangat suka bidang itu
    dia telat tahu, tapi beruntung
    saya ga mau mengetes apa saya beruntung/ ga. jadi saya ga disana.
    yang jadi pertanyaan, gimana kalo hal yang saya suka dan hal yang saya banget itu banyak?

    (salam kenal bang haqi)

  1. No trackbacks yet.