Archive for July 2009
Tentang Banyak Hal

Bonus untuk kamu ;p
Banyak hal yang ingin saya ceritakan
Banyak hal yang ingin saya kerjakan
Banyak hal yang ingin saya raih
Banyak sekali
Apa yang ingin saya ceritakan?
1. Saya lagi pengen banget nulis novel. Serius, gak tau kenapa hasrat nulis novel lagi kencang banget. Sebuah ide berterbangan di kepala saya, meletup-letup dan berteriak untuk dituliskan. Tapi fokus saya gak boleh ke novel, ada proyek lain yang lebih penting soalnya
2. Saya sedang dikejar deadline untuk sebuah proyek. Aduh, tenggat waktunya memang sempit sekali tapi sejujurnya ini menjadi tantangan tersendiri untuk saya dan lagi-lagi saya anggap sebagai ajang pembuktian untuk bisa ‘naik level’. Saya yakin saya bisa.
3. Saya senang karena tadi melihat preview FTV Andai Mati Besok dan saya puas akan hasilnya! Meski masih ada beberapa kekurangan, tapi saya benar-benar puas karena kerja keras saya menulis skenario bisa divisualisasikan dengan pas. Gak sabar pengen nonton di televisi!
4. Saya udah cerita belom kalo di FTV Andai Mati Besok saya ikutan jadi pendukung? Lebih tepatnya jadi pelayan! Hiahaha, tadi ngeliat previewnya dan masya Allah huahahaha, malu rasanya melihat diri sendiri ;p
5. Hari ini kontrak kerja saya di Heartbreak.com berakhir. Senin mau meeting nih, gak tau deh bakalan lanjut atau engga, tapi mengingat kerja saya yang seringkali kedodoran rasanya mendingan gak usah lanjut kali ya?
Apa yang ingin saya kerjakan?
1. Menyelesaikan scene plot dan memaksimalkan waktu 2 hari untuk menulis. Draft 1 harus selesai hari Minggu dan hingga kini saya belum menulis apa-apa. Parah
2. Membuat badan lebih sehat. Serius deh, semingguan ini badan saya rasanya gak enak banget. Nanti kepala pusing banget. Nanti hidung meler. Nanti gak bisa tidur. Nanti tidur melulu. Nanti badan pegal. Ribet!
3. Membenahi Abjad. Serius, Abjad udah terbengkalai banget. Dan malu gue sama tim redaksi yang lain, tapi gimana dooong pekerjaan memang banyak sekali dan mau gak mau harus ada yang dikorbankan -dan dengan berat hati Abjad-lah yang harus saya korbankan. Maaf ya teman-teman
4. Mengatur keuangan. Serius, saya itu gak punya tabungan sama sekali dan saya tuh borosnya ampun-ampunan. Pengen deh mulai mengatur keuangan, menyimpan uang buat biaya kuliah tahun depan dan bisa memaksimalkan pendapatan sampai akhir bulan selesai -males banget deh kalo keseringan kas bon
5. Nonton DVD! Iya, saya kangen banget nonton DVD. Ada puluhan DVD yang belom ditonton dan gak tau akan saya tonton kapan. Aaaaah pengen maraton DVD, tapi kapan yaa?
Apa yang ingin saya raih?
1. Kesempatan liburan ke Bali di bulan September/Oktober. Kebetulan teman SD saya ada yang ngajak liburan ke sana dengan biaya murah! Hmm semoga aja jadi!
2. Nulis skenario layar lebar. Aduuh beneran deh, ini harus jadi tahun ini.
3. Menjadi casting director. Setelah kemarin ikutan menjadi asisten talent coordinator di FTV Andai Mati Besok, saya jadi makin pengen jadi casting director -kalo bisa sih untuk film/ftv yang saya tulis sendiri
4. Membeli barang yang ingin dibeli dari kapan tau. Adoooh listnya banyak banget dan baru beberapa biji aja yang berhasil saya beli, sisanya? menyusul yeeee
5. Punya pacar. Serius, saya kangen pacaran
Macabre : Info Baru


Sekarang Macabre sedang melanglang buana di negeri ‘orang’, mengadakan world premiere dan mengikuti beberapa festival film. Di Indonesia sendiri, film ini akan ditayangkan Oktober 2009. Satu kabar baik, Shareefa Daanish berhasil memenangkan penghargaan Aktris Terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival 2009, salut!
Foto : Facebook Sigi Wimala & Joko Anwar
Tentang Bekerja di Dunia Film
Ada banyak yang nanya. ‘Kok bisa sih elo kerja di film? Gimana caranya?’
Ada juga yang bertanya dengan nada heran. ‘Serius lo kerja di film? Kok bisa?’
Naaah, mumpung saya lagi inget mau menjawab pertanyaan itu, kali ini saya mau sedikit cerita tentang proses ‘kecemplung’ di dunia perfilman. Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk pamer atau alasan-alasan tidak baik lainnya, tulisan ini khusus saya tujukan untuk teman-teman yang memang mau tau gimana proses saya bisa ikut bekerja di film.
Jadi, begini ceritanya -buahahah, pembuka yang norak
Saya memang suka sekali bermain internet, dan dari internetlah semua bermula. Dari SMP, saya senang sekali ngoceh-ngoceh di aneka forum diskusi dan nulis di blog. Naaah dari situlah semuanya dimulai. Dari situlah orang-orang tau saya. Oh ya, jangan lupakan Friendster yang ikut ambil bagian dalam membuat nama saya mulai ‘dikenal orang’ -hiahahhaa, jadi ada gunanya juga saya sempat menjadi banci Friendster ;p
Semua bermula di bulan Februari 2008
Di bulan itu, saya terpilih menjadi salah satu dari 10 orang blogger yang diundang untuk datang ke Special Screening film LOVE di Studio Premiere EX. 10 orang blogger ini adalah blogger terpilih yang sengaja diminta datang untuk nantinya menuliskan review film LOVE di blognya masing-masing. Naaah, kebetulan tulisan saya katanya bagus, karena itulah saya akhirnya diajak Ichwan Persada -publicist film Love- untuk ikut bantu-bantu publikasi film LOVE di internet. Waktu itu tugas saya gampang banget, cuma diminta meramaikan forum-forum internet gitu, terus dibayarnya juga lumayan hehe. Kelar film LOVE, saya ditawari untuk memperpanjang masa kerja untuk ikut di promo film dan band Elkasih, tapi saya memilih mundur karena waktu itu saya merasa belum siap untuk bekerja.
Di bulan Februari 2009 juga saya bertemu Delon Tio, produser film Claudia/Jasmine, yang membagi tiket premiere filmnya karena saya yang selalu berkoar-koar di thread diskusi film Claudia/Jasmine di forum Indosiar. Naaah dari sini juga saya kenalan ama Pak Delon dan akhirnya diajak kerja di Nation Pictures. Meeting sekali dengan Pak Delon dan ditanya ‘mau jadi apa di film?’ saat itu saya menjawab ‘penulis skenario, atau publicist’. Kemudian saya diinterview oleh Mas Edi Saputra Dilaga (Aga), interview santai yang menyenangkan dan akhirnya besoknya saya ditelfon untuk bisa mulai bekerja!
Bulan Juli 2008 saya mulai bekerja di Nation Pictures, tidak berapa lama setelah saya lulus SMA dan memutuskan untuk menunda kuliah dulu. Pekerjaan pertama saya di Nation Pictures adalah membantu Mas Aga mencari sponsor untuk film Macabre, jadilah saat itu saya menelfon banyak perusahaan untuk diajak kerjasama -dan sialnya gak berhasil. Di awal-awal kerja juga saya ikut membantu mempromosikan Macabre dan lebih memperkenalkan nama Nation Pictures di dunia maya. Saya juga sempat ikut mencari tenaga freelance untuk ilustrator.
Proyek skenario baru dimulai akhir 2008
Saat itu saya diminta Pak Delon untuk membuat sinopsis-sinopsis dan diminta membuat sebuah sinopsis untuk film Lebaran. Pekerjaan ini gagal karena sinopsis saya masih buruk dan belum bisa diangkat ke layar lebar. Proyek skenario pertama saya akhirnya terealisasi di film televisi Tetanggaku Suka Darah (Mei 2009) dan dilanjutkan dengan skenario kedua saya Andai Mati Besok (Juli 2009)
Di Andai Mati Besok saya tidak hanya bekerja sebagai penulis skenario, tetapi juga mencoba bidang lain dengan menjadi Assistant Talent Coordinator. Dengan menjadi Ast Tal-Co, saya juga ikut ambil bagian di proses casting dan mengikuti proses syuting untuk mengurusi para talent. Sebuah pengalaman baru yang menyenangkan dan melelahkan hehe.
Selain di Nation Pictures, saya juga menjadi tenaga freelance untuk proyek film Heartbreak.com. Di HB.com saya ikut serta karena ajakan dari Ichwan Persada. Di sini saya bekerja untuk bagian promosi juga. Sebuah pekerjaan yang asik dan menyenangkan juga hehe.
Yaaa begitulah ceritanya
Semoga bisa memuaskan kamu yang penasaran hihi -gak penting ;p
Jepret




Beberapa foto dari lokasi syuting FTV Andai Mati Besok
Pemain : Dimas Anggara, Reza Respati, Roy Saputra, Juwita Tofhany, Anindita Putri.
Jangan lupa yaa tanggal 4 Agustus 2009 jam 19.00 WIB di Trans TV
Tentang Sebuah Lagu Favorit
Jangan Menyerah -D’Masiv
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadiKita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagiReff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaikTak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadiBack to Reff 1
Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa
Lagi suka banget dengan lagu ini
Lagu baru dari D’Masiv yang liriknya sangat inspiratif. Sebuah lagu yang menyentil hati. Lagu sederhana yang sarat makna dan dinyanyikan Ryan dengan sangat pas. Suka sekali dengan lagu ini! Coba deh kamu dengerin sendirian, sambil memejamkan mata, hmmm bisa menimbulkan motivasi baru looh!
Tentang Sebuah Karya Lagi

Final Draft Andai Mati Besok
Alhamdulillah, satu karya lagi bisa saya hasilkan
Sebuah film televisi berjudul Andai Mati Besok yang akan menjadi bagian dari tayangan Bioskop Indonesia Trans Tv. FTV ini saya tulis sendiri dan menjadi pembuktian saya bahwa saya bisa menulis skenario sendirian setelah berguru dengan Pak Archie, membaca buku dan belajar sana-sini.
Besok proses produksi akan memasuki masa reading dan hari Senin sudah mulai syuting. Doakan lancar ya!
Tentang Diremehkan Seseorang
Saya punya tetangga, dia dikenal satu RT sebagai seorang selebritis.
Hampir semua orang di RT saya mengenal dia sebagai sosok gadis cantik yang kini berubah status menjadi selebritis, sekali lagi selebritis. Sudah hampir dua tahun dia merubah diri mati-matian. Mulai dari mengikuti kursus modelling, merubah penampilan, merubah gaya bicara dan segala macamnya demi memperkuat image selebritis yang kadung melekat di jidatnya
Tapi sebenarnya, dia belum jadi artis yang sesungguhnya.
Disaat satu RT heboh ngomongin kiprah dia sebagai artis -saya ingat banget di sebuah judul sinetron yang ternyata dia cuma jadi figuran numpang lewat- dia sudah sukses memposisikan diri sebagai artis. Selebritis yang mempunyai jarak dengan orang biasa. Selebritis yang makin heboh aja penampilannya. Selebritis yang makin sering diomongin satu RT. Dan seingat saya kiprah dia di dunia entertainment pun baru sebatas figuran dan pendukung reality show, jadi kayaknya label artis itu sangat amat berlebihan
Saya gak pernah perduli sama dia.
Peduli setan dia mau jadi artis kek, dia mau jadi apa kek, saya gak pernah perduli. Dan perduli amat dia mau bertindak kayak apapun, itu gak ngefek ke saya karena sekali lagi, saya gak perduli. Yang penting dia gak menganggu saya. Yang penting dia gak mengusik saya.
Yang justru bermasalah dengan saya adalah Ibu-nya
Sosok yang semenjak saya masih SMP seringkali memandang saya dengan sebelah mata, mengintimidasi saya dengan aneka macam pertanyaan yang intinya meragukan kemampuan saya. Dulu saat saya masih sekolah, Ibu ini seringkali tidak percaya dengan kemampuan saya masuk ke sekolah unggulan (yeaaah, gak penting memang) dan kalo ketemu dia pasti deh si Ibu ini berulang kali menanyakan nilai-nilai saya (yeaaah, ini lebih gak penting lagi)
Dan semenjak saya bekerja, si Ibu ini mempertanyakan eksistensi saya yang bekerja di sebuah production house. Oh please, saya gak perlu berkoar-koar apa yang sedang saya kerjakan. Dan oh please lagi, saya gak perlu seperti Anda dan anak Anda yang selalu memberi pengumuman tentang proyek yang sedang dikerjakan ke seluruh penjuru RT. Tiap kali dia bertanya : kamu kerja apa sih? Saya cuma jawab : jadi kuli di film, nulis-nulis Bu.
Dan ternyata dunia itu memang sempit sekali ya
Di FTV kemarin, FTV produksi PH saya tapi bukan saya yang nulis, anak Ibu ini menjadi salah satu pemain pendukung -peran pertamanya yang lumayan panjang dan kebagian scene dengan durasi yang cukup lama. Saya gak perduli, salah seorang teman saya bilang ke dia bahwa saya sempat membantu penulisan skenario FTV itu, tapi dia meresponnya dengan kalimat bernada tidak percaya.
Dan kemarin, dia datang mengikuti casting untuk FTV yang saya tulis. Dan Ibu itu memandang saya dengan tatapan tidak percaya. Dan Ibu itu langsung ramah sekali. Dan Ibu itu langsung ngajak saya pulang bareng. Dan anaknya langsung sok ramah ke saya. Dan anaknya langsung bilang ‘ih kok lo gak bilang kalo kerja di sini?-. Dan anaknya terpilih lagi untuk menjadi pendukung di FTV saya.
Sekali lagi, saya gak bermasalah dia dan Ibunya mau melakukan apa aja, tapi please, jangan ganggu saya! Kalo gak percaya dengan kemampuan saya ya udah, gak perlu ganggu saya, dan gak perlu jadi penjilat!
Heran deh, baru jadi artis pendukung aja udah kayak gitu! Emangnya situ siapa? Dian Sastro?! Huh!
Krazy Crazy Krezy
Jenis Film : Drama Komedi
Pemain : Tora Sudiro, Vincent Rompies, Pierre Andre, Sigi Wimala, Sissy Prescillia, Julia Ziegler, Acha Septriasa
Sutradara : Rako Prijanto
Penulis : Brij Katyal
Produser : Sharad Sharan
Produksi : 999 Pictures
Awalnya film ini berjudul Teman Selamanya, tapi entah mengapa tiba-tiba diganti menjadi Krazy Crazy Krezy, sebuah judul yang menurut saya gak enak didengar -dan juga gak enak diucapkan. Dan kalo diperhatikan, sama seperti judulnya yang tiba-tiba diganti, film ini juga tiba-tiba aja bakalan tayang besok, padahal selama seminggu kemarin daftar film coming soon di 21Cineplex belum memasukkan film yang disutradarai Rako Prijanto ini. Hmmm, semua serba tiba-tiba yaa
Banyak catatan buat film ini. Saya blak-blakan aja yaaa, malas berbasa-basi hehe :
1. Saya merasa cerita film ini ngalor ngidul kabur kemana-mana, fokus cerita gak jelas dan cenderung tidak terarah. Porsi tiga karakter utamanya cenderung sama besar dan membuat jalinan ceritanya menjadi seperti tumpang tindih. Pergerakan ceritanya juga berjalan kurang enak
2. Tora Sudiro? Oh my, secara jujur saya harus bilang bahwa Tora semakin terlihat menjengkelkan (sorry dude!), Tora di sini terlihat berusaha menjadi Sonny, tapi yang terlihat tetaplah Tora sebagai bintang Extravaganza. Vincent Rompies menjadi aktor paling oke dari 3 aktor utama, dia bisa masuk ke karakternya dan menjelma menjadi pemuda asal Yogyakarta yang polos dan lugu. Pierre Andre? Hmmm, lumayanlah
3. Sissy Prescillia juara! Saya memang udah suka Sissy dari AADC dan terbukti sejauh ini Sissy selalu menampilkan akting prima yang natural, karakter Ratna masuk banget nih di muka Sissy yang manis. Sigi Wimala menampilkan akting yang lebih baik dibandingkan aktingnya di Kalau Cinta Jangan Cengeng, di sini Sigi terlihat lebih natural dan semakin cantik! Julia Ziegler? Hmmm ya gitu deh.
4. Acha Septriasa yang di film ini menjadi pendukung hanya berhasil mencuri perhatian di satu scene di dalam fantasi Tian. Selebihnya? Acha terlihat tidak menyatu dengan karakternya sebagai Suzanne. Terlebih lagi adegan menyanyi -yang mendominasi peran Acha di sini- seringkali menampilkan gerak bibir yang tidak sinkron dengan suara yang terdengar
5. Saya suka artistik film ini. Suasana kos-kosan Sonny -apalagi bagian depan, saat Kartika dan Ratna sedang duduk-duduk. Lalu panorama suasana Kawasan Kota Tua yang ikut ditampilkan film ini memberi nuansa tersendiri yang enak dipandang. Color film ini juga enak buat dipandang mata, nice!
6. Di film ini banyak sekali hal-hal berlebihan yang berpotensi menimbulkan tawa lewat komedi yang cenderung slapstick -salah satunya scene Sonny, Tian, Farid tidur dan kompak menepuk nyamuk seperti sedang menari saman- Mungkin memang konsep komedi di film ini ya komedi yang berlebihan seperti itu. Di beberapa bagian memang berhasil memancing tawa, tapi sisanya malah membuat saya tidak nyaman
7. Salahkan telinga saya yang tidak akrab dengan bahasa Melayu, dialog Pierre Andre dan Julia Ziegler -yang sering kelepasan pake bahasa Melayu- banyak yang tidak saya mengerti. Apalagi kedua aktor ini juga seringnya berbicara dalam tempo cepat
8. Saya suka baju yang dipakai Sissy dan Sigi. Di film ini dua aktris itu terlihat sangat manis dan menggemaskan, terutama Sigi yang menjadi ekstra cantik di film ini. Salut untuk Agus Gusye sebagai wardrobe-nya! Tapi Tora yang pake baju dari Endorse mulu agak ganggu yaaa hiahahahaha
9. Ini adalah film kesekian Rako yang kurang bisa saya nikmati setelah D’Bijis, Merah Itu Cinta dan Trimasgetir, saya gak tau apa Rako memang sedang bereksperimen atau gemar bermain-main di genre film komedi seperti ini, tapi yang pasti seharusnya ia bisa membuat film yang lebih baik.
10. Pada intinya film ini tidak terlalu buruk, di beberapa bagian berhasil membawa penonton ikut tertawa dan terbawa di adegan action-nya. Tapi penyampaian cerita yang kurang enak dan cerita yang cenderung aneh -dimana terlalu banyak hal yang kebetulan terjadi- membuat saya tidak bisa menikmati film ini dengan enak
2/5
Kabar Kabari
Bukan. Ini bukan tentang infotainmen yang kebetulan berjudul sama dengan judul postingan saya. Hmmm, cuma pengen nulis tentang hari-hari saya belakangan ini sih, sekedar memberi kabar/mengabari saya sedang sibuk apa, saya sedang mengerjakan apa dan yaa begitulah. Gak penting? Sebodo amat. Lagi pengen nulis nih!
Saya punya kabar baik -baik untuk saya sih, bukan untuk kalian hehe. Skenario saya langsung diterima Trans Tv di draft pertama! Alhamdulillah banget usaha saya menulis skenario semalaman -iya, selama satu malam saja yang mana itu membuat mata saya berkantung dan pundak luar biasa pegal- membuahkan hasil yang maksimal. Pembuktian pertama saya, skenario pertama yang saya tulis, akhirnya bisa memuaskan pak produser, tim dari Trans Tv dan orang-orang yang telah mempercayakan diri saya sebagai penulis. Sekali lagi, alhamdulillah.
Masih mengenai FTV, senin depan akan mulai persiapan syuting, mau casting -tapi bukan open casting, cuma untuk talent yang dipanggil aja. Saya mau ikutan di proses casting ini, jadi bisa benar-benar terjun di FTV yang akan berjudul ‘Andai Mati Besok’ ini. Hmmm, tadi meeting perdana dan proyek ini terdengar sangat menyenangkan! Nanti update soal FTV ini pasti saya kabari di sini, iya dooong, kabar bahagia itu harus dikabar-kabari ke khalayak ramai hihi
Heartbreak.com masih syuting. Hari minggu saya mau ikutan ke lokasi syuting di Kota dan foto-foto gitu buat kepentingan promosi. Akan bertemu dengan Lukman Sardi -aktor favorit saya nih!- dan pemain Heartbreak.com lainnya. Mau ikutan? Soook, silahkan datang aja ke kawasan Kota Tua hari Minggu besok
Hmmm, saya lagi ditinggal Emak nih 3 hari ke Semarang, doooh 3 hari deh makan gak beres gara-gara gak ada yang masakin huahaha -manjanya keluar
Chak De! India (2007)

Pemain : Shakhrukh Khan, Vidya Malvade, Sagarika Ghatge, Chitrashi Rawat, Shilpa Shukla, Tanya Abrol, Anaitha Nair, Shubhi Mehta
Sutradara : Shimit Amin
Penulis : Jaideep Sahni
Produser : Aditya Chopra, Yash Chopra
Saya sudah pernah bilang di blog saya yang dulu bahwa saya suka menonton film Bollywood. Dan terbukti, para sineas Bollywood memang semakin menunjukkan taji-nya, terlebih lagi setelah Slumdog Millionaire memborong aneka macam penghargaan -termasuk Oscar- dan membawa perfilman India ke tingkat yang lebih tinggi.
Kemarin saya menonton film berjudul Chak De! India. Saya meminjam kepingan VCD film ini di Video Ezy karena tertarik melihat covernya, melihat nama Shakhrukh Khan dan tentu karena sinopsis yang saya baca di bagian belakang kotak VCD-nya. Inilah beberapa hal yang menjadi catatan saya, yaa boleh dibilang semacam ulasan-laaah.
1. Cerita film ini boleh dibilang tipikal film-film sejenis -maksud saya film-film bertemakan olahraga- dimana kebanyakan film jenis ini mengambil tema from zero to hero. Tapi yang menarik di Chak De! India adalah latar belakang kisah ini terjalin karena seorang Khabir Khan (SRK) yang tujuh tahun lalu dianggap ‘menjual’ tim hoki India ke tim hoki Pakistan dan kini ia berusaha ‘mengembalikan’ India melalui tim hoki perempuan yang ia latih. Cerita yang menarik!
2. Karakter di film ini bervariasi dan kita diberikan variasi yang menarik. Yang menjadi nyawa dari bertaburnya berbagai macam karakter jelas ada di tim hoki perempuan India, di sanalah beberapa karakter sentral film ini menunjukkan dirinya : Vidya yang sabar, si mungil Komal yang bersaing dengan si cantik Pretty, dan karakter-karakter lain yang tidak kalah menonjol. Jangan lupakan pula karakter Khabir Kan yang menjadi ‘penggerak’ cerita film ini.
3. Shakrukh Khan juara! Saya memang gak kenal banyak aktor India, dan dari sedikit yang saya kenal itu, SRK menjadi salah satu yang terbaik. Aktingnya bagus banget! Penjiwaannya bagus sekali dan gak tau kenapa dia masih punya karisma yang sangat besar, memang pantas kalau ia disebut sebagai the next Amitabh Bachan. Salut Pak SRK!
4. Para aktrisnya juga bermain maksimal. Meski ada beberapa pemain yang terlihat ‘kebanting’ dengan aktris yang lain, tapi tetap kok kebanyakan pemainnya brakting maksimal. Saya suka banget sama pemeran Vidya dan Pretty, mereka cantik-cantik banget dan aktingnya juga bagus!
5. Semangat perjuangan dan kekompakan tim menjadi hal besar di film ini dan itu dipaparkan dengan cara yang menyenangkan. Senang dan terharu rasanya melihat perjuangan 11 perempuan berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka untuk tim hoki negaranya. Untuk para feminis, film ini cocok kalian tonton!
6. Di film ini gak ada adegan menyanyi dan menari yang biasa menjadi bagian film India. Hanya ada lagu-lagu pengiring, tanpa scene berjoged di tiang di pohon hehe. Lagunya enak untuk didengar, liriknya bagus dan sarat makna.
7. Ada beberapa kalimat di film ini yang cukup berkesan, ini yang sempat saya ingat :
- We never existed. It was only you
- It’s not strenght, but spirit that makes a team
- Not from behind. Have guts to attack from front!
8. Secara keseluruhan, film ini bagus banget dan menarik untuk ditonton. Sekedar catatan, Chakde! India berhasil meraih penghargaan tertinggi di penghargaan film di India untuk banyak kategori
4/5
Juli
Sudah bulan Juli.
Dan entah mengapa saya seringkali bingung dan malas untuk menulis di blog. Padahal banyak bahan untuk diceritakan. Padahal banyak sekali cerita untuk dibagi. Padahal saya ingin melampaskan aneka macam perasaan, tapi entah mengapa saya malas, saya tidak bersemangat mencari rentetan kalimat yang tepat, saya malas mengingat-ngingat dan kadang saya merasa bosan menarikan jemari tangan di atas keyboard laptop.
2009 tinggal enam bulan dan saya bertekad mengisi 6 bulan terakhir tahun ini dengan menghasilkan sesuatu, dengan membuat sesuatu, dengan menambah pundi-pundi tabungan agar tahun depan semua rencana yang telah saya canangkan bisa direalisasikan. Sebut saya pelacur, saya tidak keberatan. Kedepannya saya akan mencoba segala kesempatan, mencoba menemukan jalan lain untuk bisa menampilkan karya dan mendapatkan uang. Saya tau akan banyak rintangan yang datang, tapi semoga semuanya bisa berjalan lancar, sesuai dengan harapan.
Saya sedang membenahi majalah online Abjad yang hingga kini belum juga terbit. Iya, saya tau saya belum menjadi pemimpin redaksi yang baik. Tapi, saya sedang berusaha menuju ke arah sana. Saya belajar bersama tim redaksi untuk ke depannya bisa membangun majalah online yang berisi, yang bisa bertahan lama, bukan hanya majalah sesaat yang kemudian habis begitu saja tanpa sempat memberi apa-apa. Biar lambat, asal selamat, saya menggunakan moto itu untuk memperbaiki segala macam hal di Abjad. Teman-teman redaksi, sabar yaaa, insya Allah sebentar lagi konsep baru dan pelajaran yang sedang saya ambil bisa selesai dan kita bisa secepatnya menerbitkan impian kita ini, amien.
Skenario?
Saya gak mau banyak bicara mengenai hal ini. Saya belajar banyak dari pengalaman bahwa sesumbar terlalu banyak itu tidak baik. Maka itu, kalaupun kini saya sedang mempersiapkan sebuah proyek, saya memilih untuk menyimpannya, mengerjakannya hingga selesai sampai nanti kalau sudah selesai baru saya tuliskan di sini. Saya belajar banyak. Saya berusaha semampu saya. Dan saya yakin saya bisa. Perjuangan, pengorbanan, usaha, semua hal yang saya kerjakan pasti akan ada hasilnya. Mungkin tidak sekarang, tapi nanti.
Begitulah
Hari ketiga juli dan semuanya pasti akan menjadi lebih baik. Pasti
