Garuda Di Dadaku

Pemain : Emir Mahira, Aldo Tansani, Marsha Aruan, Ikranegara, Maudy Koesnaedi, Ari Sihasale, Ramzi
Sutradara : Ifa Isfansyah
Penulis : Salman Aristo
Produser : Shanty Harmayn
Produksi : SBO Films & Mizan Production
Akhirnya!
Saya tau telat banget karena baru nonton GDD sekarang, tapi gimana doong, minggu lalu saya 4x ke bioskop dan keempatnya harus rela gigit jari karena tiketnya sold out terus! Disatu sisi saya kesal karena kehabisan tiket, tapi disisi lain saya juga senang karena film dengan kualitas bagus seperti GDD bisa diapresiasi dengan baik oleh masyarakat Indonesia
1. Cerita film ini saya rasa dekat dengan kehidupan para anak SD kebanyakan, salah satu contohnya sepupu saya yang sama-sama duduk di bangku kelas 6 SD dan juga bermimpi menjadi pemain sepakbola. Salman Aristo, sebagai penulis skenario, mampu menuliskan cerita yang bagus sekali, yang bisa membuat penontonnya terhibur sekaligus terinspirasi. Ini adalah salah satu skenario terbaik yang dibuat Mas Aris, salut!
2. Karakter di film ini kuat banget. Saya suka karakter Bayu, sama seperti saya mencintai karakter Heri dan Kakek. Jangan lupakan karakter Bang Dulloh yang selalu bisa menyegarkan suasana! Dan karakter-karakter ini terbangun dengan sangat baik dan penonton bisa mengikuti perkembangannya lewat cara yang enak.
3. Unsur drama film ini memang sangat kental, tapi tidak terasa membosankan, selipan komedi -yang biasanya terjadi lewat karakter Bang Dulloh- selalu bisa membuat saya menarik bibir dan tersenyum geli.
4. Satu lagi aktor berbakat lahir : Emir Mahira. Doooh nemu dimana sih anak kayak dia? hehe. Aktingnya bagus, permainan bolanya oke, dan dia bisa menghidupkan karakter Bayu dengan maksimal. Chemistrynya dengan semua tokoh terjalin baik, mulai dari Heri, Kakek dan juga Ibu. Cool debut Emir!
5. Ikranegara dan Ramzi juga sukses mencuri perhatian. Karakter Kakek yang disiplin dan cenderung keras bisa dimainkan dengan sangat baik oleh Pak Ikranegara. Dan Ramzi? Sisi komikalnya lewat dialog dan ekspresinya sukses membuat Bang Dulloh menjadi salah satu karakter yang dicintai penontonnya
6. Selain menelurkan Emir Mahira, film ini juga melahirkan Ifa Isfansyah sebagai salah satu sutradara berkualitas. Sebelumnya nama Ifa dikenal lewat film-film pendeknya yang berhasil meraih banyak penghargaan, dan lewat GDD Ifa berhasil membuktikan diri bahwa film panjangnya (saya ramalkan) akan banyak berbicara di berbagai penghargaan. Ditunggu film-film berikutnya!
7. Salut untuk art director film ini! Suka banget dengan setting dan berbagai printilan untuk menunjang kehidupan karakter Bayu, Heri dan Zahra. Saya juga suka banget dengan panorama di kuburan yang dipakai Bayu untuk berlatih sepakbola
8. Soundtrack? 1 kata : maknyoss. Mendengar lagu Garuda di Dadaku dinyanyikan, otomatis -entah kenapa- saya langsung ikut bernyanyi dan ada percikan-percikan semangat di dada. Serius, efek lagunya dahsyat!
9. Menyoal masalah pesan dan isi GDD, saya rasa banyak sekali hal yang bisa didapat lewat film ini. Inspirasi? ada. Semangat nasionalisme? jelas. Kritik sosial? dapet. Persahabatan? he-eh. Kekeluargaan? iya. Pengejaran mimpi? banget. Lengkap deh
10. Keseluruhan, film Garuda Di Dadaku adalah film yang sangat baik. Petualangan Sherina, Denias, King dan Garuda di Dadaku adalah 4 film anak yang patut mendapat apresiasi tinggi
4/5
wah…
blum sempet nonton GDD..
sold out teruuus!
ga mu review film luar ya?
transformer gitu..
dela
June 26, 2009 at 8:55 am
ada satu yang kurang Qi,
perhatiin skenarionya deh,,
kadang dialog anak2 SD seperti mereka terlalu dewasa. iya ga sih?
gw sih mikirnya gituuu…..
liat di karakter Heri deh,..
selebihnya siihh BAGUS filmnyaa..
taz
June 26, 2009 at 11:57 am
Setujuuuuuuu.. I love this movie! Bikin jiwa nasionalisme mendadak tumbuh! Haha.. :p
Jagoan Movies
June 26, 2009 at 5:46 pm
8/10
pepito
June 27, 2009 at 12:49 pm