Archive for April 2009
Titanium

Maaf untuk Pesan Dari Bintang dan Lukisan Hujan, posisi kalian harus tergeser oleh Titanium di singgasana novel Sitta Karina yang menurut saya paling memukau. Ya, Titanium sukses menyihir saya, membuat saya terlarut di dalamnya, memberi efek yang benar-benar besar untuk saya, melebihi saat dulu saya membaca Pesan Dari Bintang –yang membuat saya jatuh cinta setengah mati sama Inez Hanafiah- dan Lukisan Hujan –yang menjadikan saya ingin seperti Diaz Hanafiah-
Adalah Austin Taura Hanafiah dan Romijn Indira Singgih yang membuat saya jatuh cinta. Salut untuk Sitta Karina atas dua karakter yang sangat hidup ini. Austin yang dari novel-novel sebelumnya secara tersirat dideskripsikan sebagai seorang robot yang sangat kaku, di sini menjadi sosok yang berbeda, Austin lebih terlihat sebagai sosok yang rapuh tapi di sisi lain berjiwa ksatria –terlebih di berbagai hal yang menyangkut Romy. Sementara itu, Romijn adalah gambaran ideal bagi mereka yang selama ini menunggu karakter yang benar-benar berkarakter. Campuran sifat Romy membuatnya menjadi sosok yang sangat mempesona, Inez Hanafiah mah lewaaaaat deh. Chemistry Austin dan Romy, usaha mereka untuk menemui akhir perjalanan cinta mereka, interaksi mereka yang terjalin manis –dan seringkali pedas, merupakan suguhan yang sangat menarik untuk disimak
Cara Sitta Karina dalam bertutur juga semakin enak dinikmati, meski kalau boleh jujur saya kurang suka dengan cara Kak Arie menunjukkan banyak tokoh di bagian-bagian awal –yang membuat saya pusing dan berulang kali bolak-balik halaman untuk mengecek karakternya supaya tidak salah. Tapi cara Kak Arie menyampaikan deskripsi tokoh dan segala hal yang berkaitan dengan tokohnya memang jempolan banget, di sini kita seperti diajak melongok kehidupan Austin dan Romy sampai ke dalam-dalamnya, istilahnya sampai ke isi-isi perut mereka.
Dan satu hal lagi, dialog di Titanium juara deh! Banyak sekali dialog-dialog oke yang bisa dijadikan quote di novel ini. Selain oke karena sarat makna dan menyentil, ada juga dialog yang cukup ‘nyeleneh’ dan menimbulkan tawa tersendiri.
Salut untuk Titanium. Salut untuk Sitta Karina. Salut
4.5/5
Beberapa dialog favorit saya :
Jadi ke Majalengka hari ini? Titip opak dan rengginang ya buat Niki. –Inez Hanafiah
Opak? Rengginang? Makhluk apa pula itu? –Austin Hanafiah
Kamu gak mau? –Austin Hanafiah
Kamu gak pernah ngajak –Romijn Indira Singgih
I hate growing up! –Carine Kingsley
Who doesn’t? –Romijn Indira Singgih
Romy, camkanlah selalu bahwa sebuah pilihan tepat bagi seseorang apabila pilihan itu adalah sesuatu yang ia sukai dan memberi manfaat bagi orang banyak. Kalau kamu mengikuti suara hati, berarti kamu telah menjawab panggilan hidupmu. Suara itu selalu ada di hati setiap manusia, tapi pilihan manusia untuk mendengarnya atau tidak –Sandrani Singgih
Saya gak jago berbasa-basi –dan memang paling malas untuk itu. Kamu ini seperti anak SMA saja, masih kepingin peresmian dengan tembak menembak- Austin Hanafiah
Jamila Dan Sang Presiden

Tadi nonton press screeningnya di Fx Senayan, thanks to Barrie atas undangannya. Tadi saya janjian di Fx sama Sekar, terus ketemu Andhiqs dan Djawa juga yang akhirnya ikutan nonton juga. Anyway, karena sedang malas bikin review panjang, ini saya buat review versi singkatnya yaa
Jamila Dan Sang Presiden
Pemain : Atiqah Hasiholan, Christine Hakim, Eva Celia, Fauzi Baadilla, Ria Irawan, Surya Saputra, Ria Irawan, Dwi Sasono, Marcellino Lefrant
Sutradara dan Penulis : Ratna Sarumpaet
1. Film ini masih kental sekali nuansa teaternya, yaa mengingat film ini diangkat dari karya panggung (yang kalo tidak salah) berjudul Pelacur dan Sang Presiden, yang juga dibuat Ratna Sarumpaet dan dimainkan Atiqah Hasiholan
2. Akting Atiqah Hasiholan patut diacungi jempol. Sisi emosional Jamila yang terganggu dapat dimainkannya dengan sangat maksimal. Dari awal sampai akhir konsistensi akting Atiqah sangat terjaga dan dia terlihat cantik banget!
3. Christine Hakim? Hmmm kalo boleh jujur saya merasa aktingnya di sini kok tidak terlalu istimewa ya? Di satu scene panjang bersama Atiqah justru Christine terlihat ‘kalah’ pesona dibandingkan juniornya itu

4. Eva Celia cantik banget! Aaah sebel deh kenapa juga dia yang seharusnya memerankan karakter Jamila remaja secara full harus diganti aktris lain karena dia pergi ke Amerika? Aktingnya di sini kan padahal OK dan dia lebih cantik dari si penggantinya itu (maaf, gak tau nama aktris pendatang baru itu siapa hehe)
5. Cerita film ini (menurut saya) melebar kemana-mana. Jatohnya kayak terlalu banyak informasi yang mau disampaikan dan akhirnya malah membuat film ini gak fokus. Porsi Jamila yang ‘terperangkap’ dengan masa lalunya yang kelam justru terlihat yang paling mendominasi
6. Gambar film ini asik deh! Enak banget untuk dinikmati karena kualitasnya yang oke, sudut-sudut pengambilan gambarnya juga menarik
7. Mobil mewah yang dipakai Dwi Sasono dan Marcellino Lefrant ganggu deh! Ngapain coba ke kampung pake BMW dan Jaguar? Pamer kalo mereka kaya? Buat saya sih ini semacam iritasi buat mata ;p
8. Ada dua karakter pendukung yang menonjol di film ini ; karakter Susi (Ria Irawan) si ‘jablay’ nyablak yang oke banget karena diperankan Ria dengan begitu pas, dan karakter Jaelani (entah diperankan siapa), saudara Jamila yang banci dan lucu banget!
9. Masih ada beberapa hal yang membingungkan saya dan sepertinya harus menonton film ini lagi untuk mendapatkan kesatuan yang jelas sehingga saya bisa lebih mengerti dan memahami isi film ini
10. Nilai? Hmmm berapa ya nilainya? Untuk film secara keseluruhan 3/5, untuk akting Atiqah? 4/4
Mau nonton?
Jamila Dan Sang Presiden
Sutradara : Ratna Sarumpaet
Pemain : Atiqah Hasiholan, Christine Hakim, Surya Saputra, Eva Celia, Dwi Sasono, Fauzi Baadila
Saya akan menonton film ini karena : dari ceritanya menarik, deretan pemainnya (super) menarik -yaaa Christine Hakim gitu loooh- dan dari bisik-bisik tetangga kayaknya sih filmnya seru. Saya bisa nonton duluan nih karena Senin besok insya Allah akan dateng ke premierenya, asik foto sama Bu Christine (norak)

Bukan Cinta Biasa
Sutradara : Benni Setiawan
Pemain : Ferdi Taher, Olivia Lubis Jensen, Wulan Guritno, Rocky, Julia Perez
Rilis : 7 Mei 2009
Saya akan nonton film ini karena : soundtracknya yang dinyanyikan Afgan sukses menyihir saya karena liriknya yang menyentuh, trailernya cukup menarik dan membuat penasaran akan versi utuhnya akan seperti apa, ceritanya tentang hubungan anak dan orangtuanya. Satu hal yang cukup ganggu ; itu gak salah Wulan Guritno udah punya anak segede Olivia Jensen? Mereka lebih terlihat kayak kakak dan adik loh

Rasa
Sutradara : Charles Gozali
Pemain : Christian Sugiono, Pevita Pearce, Wulan Guritno, Steve Banitez, Alex Komang
Rilis : 14 Mei 2009
Saya akan nonton film ini karena : deretan pemainnya oke, teaser posternya bikin penasaran, dan katanya film ini film thriller (asik ada film thriller lagi setelah di Januari kemarin sangat terhibur dengan Pintu Terlarangnya Joko Anwar). Sayangnya, saya baca ceritanya di majalah Cinemags, kok kayaknya rumit banget ya? Semoga aja nantinya gak mengecewakan
Romeo Juliet

Pemain : Edo Borne, Sissy Prescilia, Ramon Yusuf Tungka, Alex Komang, Nani Wijaya, Epi Kusnendar
Penulis & Sutradara : Andibachtiar Yusuf
Produksi : Bogalakon Pictures
Sinopsis :
Setelah bigmatch Persija vs Persib, Rangga (Edo Borne) bersama suporter fanatik Persija Jakarta terlibat bentrok dengan musuh bebuyutan mereka, suporter Persib Bandung. Hal yang tak terduga terjadi, Rangga jatuh cinta dengan Desi (Sissy Prescillia), seorang suporter Persib.
Bertaruh nyawa ia lakoni untuk menemui Desi di Bandung. Teman-temannya yang mengetahui hal tersebut menganggap Rangga sebagai pengkhianat. Di sisi lain, Desi juga harus berjuang menghadapi penolakan yang sangat keras dari keluarganya atas Rangga.
Konflik dari cerita dua sejoli ini menjalar menjadi konflik antara dua kekuatan suporter sepakbola terbesar di Indonesia. Cinta sejati Rangga dan Desi dianggap sebagai noda bagi sebuah perseteruan abadi antara Persija dengan Persib.
Review :
Film yang (berusaha) romantis
Film ini memang diadaptasi dari maha karya cinta Shakespeare yang fenomenal itu, dan film ini (menurut sutradaranya) ingin membuat karya Romeo & Juliet itu dengan cara yang berbeda, dengan tampilan yang berbeda dan dari sudut pandang yang juga berbeda. Maka itu, dipilihlah sepakbola sebagai latar belakangnya
Sebagai latar belakang cerita, konflik antara Jakmania dan Veking merupakan hal simpel yang menarik dan dari segi dramatisasi bisa dibilang ada di level atas. Sayangnya, (menurut saya) film ini masih unggul di latar belakangnya saja, untuk keseluruhan filmnya (mohon maaf) sedikit mengecewakan
Film ini diplot sebagai film drama romantis (iya doong? ceritanya aja diadaptasi dari karya Shakespeare kan?) Tapi seperti yang saya tulis di atas, film ini belum memiliki jiwa yang romantis, dan masih berada di tahap (berusaha) romantis. Maafkan saya jika selama setengah jam film ini berjalan saya merasa bosan dan belum menemukan nuansa romantis yang saya kira akan saya dapatkan
Jalinan kisah Rangga dan Desi tidak dipaparkan dengan cara yang enak. Kita melihat awal mereka berjumpa lewat pandangan mata, lebih jauh lagi ternyata Rangga sudah mengetahui figur Desi saat ia ‘menyusup’ ke markas Viking. Setelah saling melihat dari kejauhan, Desi dan Rangga bertemu lagi di Bandung, dan selanjutnya mereka menjadi lebih sering menghabiskan waktu sampai akhirnya resmi pacaran. Naaaah bagian sering menghabiskan waktu itu kenapa pula hanya diisi dengan gambar-gambar tanpa suara? Proses Desi dan Rangga untuk saling mengenal hanya sebatas gambar saja dan menurut saya itu kurang banget. Tiba-tiba aja Desi ke Jakarta, tidur di rumah Rangga dan mulailah permasalahan itu datang dengan banyaknya pihak yang kontra akan kelangsungan hubungan mereka.
Setelah itu cerita menjadi melebar, Desi dan Rangga tetap sebagai plot utama tapi protes dari sesama Jakmania dan Viking menjadi lebih dominan dan membuat keintiman Desi dan Rangga kian mengabur. Intinya, saya merasa sebagai film yang mengangkat tema cinta (apalagi ala Romeo Julietnya Shakespeare) film ini belum terlalu berhasil membalut cerita yang ada dengan nuansa romantisme yang kental
Terlebih lagi, chemistry antara Edo Borne dan Sissy Presclia masih kurang ‘menohok’ untuk ukuran drama tragis, jangan bandingkan chemistry Leonardo Dicaprio dan Claire Danes yaaa, (maaf) kejauhan kalo kalian bandingin dengan dua aktor Hollywood itu. Sissy Prescilia menampilkan akting maksimal, layaknya aktingnya di Cintapuccino, di film ini Sissy juga menampilkan akting yang oke. Edo Borne? Lumayanlah, walau di beberapa bagian masih terlihat kaku. Ramon Yusuf Tungka mencuri perhatian dengan karakter Agus yang nyeleneh dengan celetukan-celetukannya yang ringan dan ‘menyentil’
Oh yaa musik pengiring film ini yang bernuansa opera kok agak mengganggu ya? Gak tau kenapa, menurut saya sih agak kurang pas aja penempatan musiknya, jatohnya mungkin diplot agar bisa mempertegas romantisme, tapi yang saya tangkap kok malah agak ganggu yaa? Dan pengambilan gambar di awal-awal film juga cukup mengganggu mata, bikin pusing euy! Jadi inget ala-ala Rudi Soedjarwo di film Mendadak Dangdut yang (sama-sama) bikin pusing juga
Saya sudah bisa menebak bahwa akhir film ini pasti akan tragis (ya iyalah, mana ada Romeo & Juliet yang akhirnya bahagia ala Cinderella?), tapi pengemasan akhirnya cukup menyentuh (ini bagian terbaik, menurut saya), Sissy bisa melepaskan emosinya dengan baik, dan Epi Kusnendar juga oke banget tuh! Dan yang bagian paling akhir lagi, dimana Desi sedang menggendong buah hatinya dengan Rangga juga bagus
Oh yaaa, kebetulan sekali saya menonton film ini dengan para Jak Mania dan nuansanya wow, terasa sekali kecintaan mereka pada Persija (saya terkaget-kaget saat ada yang berdecak sebal, bahkan nyaris berteriak, di scene dimana Alex Komang menggunakan kaos Persija sebagai lap). Hmmm mungkin ini bedanya? Mungkin karena saya bukan Jak Mania, makanya saya merasa kurang menikmati filmnya? Mungkin?
2/5
New York, I Love You
![]()
Sudah nonton Paris, Je T’Aime? Kalau sudah dan kalau kamu suka film itu -sama seperti saya! Kamu harus menunggu film berjudul New York, I Love You! Sebuah proyek yang juga diproduksi oleh produser film Paris, Je T’Aime.
New York, I Love You merupakan kumpulan 12 film pendek dengan durasi kira-kira limat menit yang dibintangi oleh bintang-bintang papan atas Hollywood, mulai dari Natalie Portman (yeaaaaah! favorit saya), Shia LaBeouf, Orlando Bloom, Ethan Hawke, Robin Wright Penn, Hayden Christensen, Rachel Bilson, Christina Ricci, Blake Lively, Bradley Cooper, dan lain-lain. Oh yaaa sekedar informasi, Zach Braff, Natalie Portman dan Scarlett Johansson ikut menjadi sutradara loh! Bahkan Natalie Portman juga ikut menjadi penulis naskah! Pasti bakalan bagus nih!
Bisakah?
Sombong rasanya jika saya menyebut diri saya sudah bekerja keras untuk menyelesaikan skenario film televisi yang akan segera diproduksi. Rasanya saya tidak bekerja sekeras itu, bahkan saya melewati satu hari dari tenggat waktu yang ditentukan sutradara. Bahkan saya tidak mencapai kuota halaman yang sudah ditentukan oleh Trans TV. Dan bahkan saya merasa skenario (perdana) saya itu masih kurang di sana-sini
Tapi itulah batas maksimal saya
Di tengah kondisi fisik saya yang tidak stabil ini, dimana saya masih sering sekali eneg dan mual secara tiba-tiba, saya harus fokus pada skenario, saya harus memfokuskan diri pada proyek perdana saya ini. Kamu tau, rasanya saya seperti sedang melakukan sebuah perjalanan, perjalanan panjang yang terkadang terasa melelahkan, yang membuat saya seringkali berhenti sejenak untuk beristirahat
Saya bekerja di dalam situasi dan kondisi yang sebetulnya tidak berada di taraf yang baik. Selain fisik yang tidak stabil, saya harus mengatur tekanan di dalam diri saya sendiri, tekanan dimana saya sedang mempertanyakan kepekaan saya dalam menangkap ide-ide yang bertebaran dimana-mana, kepekaan yang menyangkut kemampuan saya dalam menangkap ide dan kemudian mengolahnya menjadi sebuah cerita. Sekali lagi, saya berada di dalam kondisi yang membuat saya kembali mempertanyakan diri saya. Apakah saya bisa menjadi novelis?
Menurut kamu, apakah saya bisa menjadi novelis?
Bisakah saya menerbitkan sebuah novel dan nantinya bisa ada di rak buku dan dinikmati khalayak umum? Bisakah? Kalau berkenan, saya mohon tinggalkan komen dan berikan jawaban serta alasan dari jawaban kalian. Sebelumnya terimakasih saya ucapkan, dan mohon maaf jika merepotkan
Kata Mbak Jenjus
Stop trying Qi. Don’t bother trying, makin lo berusaha nyoba, lo makin tegang dan akhirnya malah nyumbat aliran ide. Kalo emang belom keluar, jangan dipaksakan/diharuskan
Kata Kak Arie
Kalo saya pribadi, membebaskan pikiran diri dari topik tulis-menulis dulu, karena semakin dipikirin,malah semakin stuck. Jadi lebih baik melakukan kegiatan lain yg saya suka aja, selain menulis -ketika ditanya bagaimana caranya jika ia mengalami masa-masa miskin ide seperti yang sedang saya alami
Oh, saya tidak suka keadaan ini. Serius, saya benar-benar tidak menyukainya!
Saya ingin melaju, tapi tembok segede bagong ada di hadapan saya, sebuah tembok penghalang yang (sebalnya) saya bikin sendiri, yang saya tau bahwa itu menghalangi saya tapi susah sekali untuk diruntuhkan.
Saya butuh mantra!
Saya butuh mantra baru untuk bisa membangkitkan semangat serta mempertebal percaya diri
Abrakadabra sudah tidak ampuh untuk saya
Watchmen

Semalam saya nonton Watchmen di Pejaten Village
Saya bukan penggemar Watchmen tapi saya tau bahwa film ini bukan film superhero biasa dan ternyata (film ini) memang luar biasa! Untuk seseorang yang (sebelum film ini) gak tau Watchmen tuh apa seperti saya gak akan kebingungan menonton jalinan ceritanya karena penuturannya pas dan jalinan ceritanya menarik. Satu lagi, efek suara dan gambarnya jempolan. Jangan bayangkan kalian disuguhi tontonan superhero ala Superman/Spiderman yaa, sekali lagi, ini film superhero yang berbeda!
8.5/10
Konsentrasi
Konsentrasi
Aku harus berkonsentrasi untuk meraih mimpi
Aku harus berkonsentrasi untuk merangkai kata menjadi sebuah skenario film televisi
Aku harus berkonsentrasi untuk bisa mengendalikan diri agar semua bisa terkendali
Aku harus berkonsentrasi agar semua bisa berjalan dengan baik
Aku harus berkonsentrasi agar tiga hari ke depan semua bisa berlangsung lancar tanpa perlu repot mengutak-atik
Aku harus berkonsentrasi agar bisa mencari kalimat-kalimat unik
Aku harus berkonsentrasi agar cerita yang ku tulis tidak mengada-ngada dan memiliki citra otentik
Doakan aku, dan dukung aku karena tanpa doa serta dukungan kalian aku tidak akan bisa menghasilkan karya yang memiliki kualitas baik
Nice!

Dian Sastrowardoyo : Clara



Salah satu artikel dan pemotretan terbaik yang pernah dilakukan seorang Dian Sastrowardoyo. Salut untuk tim dari majalah Clara
Mbak Di Ngantor

Kalo ada yang nanya, kemana sih Mbak Dian?
Kenapa Mbak Dian jarang tampil? Apa lagi syuting film baru? Atau lagi sibuk apa sih? Hmmm dari Facebooknya sih saya dapet satu jawaban : Mbak Di sedang menikmati hari-harinya sebagai karyawan di Hay Group, kerja kantoran euy!
Foto : Facebook
Cin(T)a

Nemu film bagus ini di youtube dan informasinya di Friendster :
A fresh new movie about love (cin(T)a)… notice the (T), this is not just a typical love flick
Synopsis :
Cin(t)a is a story of a love triangle between Cina, Annisa, and Tuhan (God).
Cina, an 18 year old freshman boy, is ready to conquer the world with his God, Jesus Christ, by his side. He believes that he was chosen to be the governor of Tapanuli, a province which he will form in the future. Cina fights with a strong faith, yet naïve, since it has never been tested by failure.
Annisa, a 24 year old senior whose education was held back because of her career as the brightest star in the Indonesian movie industry. She is so desperate to prove that she is not just another skin-deep beauty whose brain is not as adorable. Her fame and beauty leaves her so lonely that she believes only in the love of her family, a strong Javanese Moslem one.
Tuhan (God), the most unpredictable character. Everybody tries to describe him. Everybody thinks they know him. Every art tries to figure him. But nothing is really like him… or her.
Cina loves both God and Annisa.
Annisa loves both God and Cina.
God loves both Cina and Annisa
But Annisa and Cina cannot love each other
Because they call God by different names.
aaaaaaarggh PENASARAN banget!
