Archive

Archive for March, 2009

Dua Favorit Saya : McAvoy & Portman!

March 30, 2009 jemarihaqi 4 comments

3

Saya suka banget dengan dua aktor ini. Pertama kali melihat akting Portman di film Anywhere But Here (1998) dimana Natalie menurut saya aktingnya bagus banget dan chemistrynya dengan Susan Sarandon terjalin dengan sangat baik. Portman benar-benar mencuri perhatian saya lewat aktingnya di film Closer (2004) dimana peran Alice dimainkannya dengan ciamik! Selain karena aktingnya yang bagus banget, saya menyukai Portman karena ia bukan artis sembarangan, dia adalah salah satu dari sedikit aktris Hollywood yang sangat peduli dengan pendidikan (bisa dilihat dari latar belakang akademisnya dimana Portman merupakan Sarjana Psikologi dari Universitas Harvard). Selain itu Portman juga dikenal sebagai selebritis yang gak banyak tingkah dan bukan termasuk dalam kategori A-list celebrity yang gila pesta dengan banyak kasus yang gak beres. Intinya, Natalie Portman benar-benar memukau. Mendekati sempurna.

1

James McAvoy juga bukan aktor sembarangan. Pilihan film yang dimainkannya sangat beragam dan tentunya diperankan dengan sangat maksimal. Coba tengok perannya sebagai Tumnus di film The Chronicles of Narnia: The Lion. McAvoy sukses menjadi aktor yang mendunia lewat film Atonement, dimana ia berpasangan dengan Keira Knightley dan film itu sukses dimana-mana (termasuk di berbagai ajang penghargaan). Penampilan terakhir McAvoy bisa kamu lihat di film Wanted -bersama Angelina Jollie, kabarnya film ini akan dibuat sekuelnya loh!

Categories: Sinema Tags: ,

Juara

March 28, 2009 jemarihaqi 2 comments

Menyerah itu kalah Dan aku tidak mau menjadi seseorang yang kalah Lagipula, bukankah semua orang ingin menjadi pemenang? Siapa pula yang bersedia menjadi si kalah? Aku tidak mau kalah. Aku mau menang. Aku tidak mau menjadi si kalah yang lemah. Aku mau menjadi si pemenang yang kerap tersenyum riang.

Kamu tau, belakangan ini berbagai hantaman mendatangiku. Akhir-akhir ini aku susah tidur, bahkan kemarin aku terlelap semalaman dan hanya sempat tidur beberapa jam ketika pagi datang karena tiba-tiba Bossku menelfon tepat ketika jarum jam berada di jam 12, di waktu siang.

Aku lelah dan marah. Aku lelah dengan semuanya, dengan pekerjaan, dengan tanggung jawab, dengan rutinitas, dengan tugas, dengan keadaan, dan dengan banyak hal lainnya. Aku marah ke diriku sendiri. Aku marah pada diriku yang tidak berdaya dengan aneka macam hantaman dan tumpukan tekanan yang datang, menekanku dari berbagai arah, depan, belakang, kanan, kiri, atas, bawah, semuanya. Aku mempertanyakan kemampuanku.

Aku mempertanyakan mimpiku. Aku mempertanyakan diriku sendiri. Aku mempertanyakan segalanya, mulai dari hal penting, hal remeh yang sama sekali tidak penting dan beberapa hal yang akhirnya malah membuat kepalaku pening. Aku kurang tidur. Hidupku aneh, seperti berjalan mundur, bagaikan seekor ubur-ubur atau undur-undur? Ah persetanlah, aku tidak tau pasti hewan apa itu.

Aku berada di titik kulminasi. Semua bercampur menjadi satu, bagaikan sepiring gado-gado nikmat yang sedap untuk disantap. Sayangnya, dalam kasusku, ini bukan sepiring gado-gado, ini adalah sekumpulan masalah dan tekanan yang menjadi satu dan membuatku nyaris gila karena merasa buntu.

Aku merasa lemah. Aku merasa kalah. Tapi aku tidak mau kalah karena lemah. Aku mau menang. Aku mau menjadi juara, karena aku yakin diriku bisa menjadi juara, bahkan mungkin malaikat juga tau bahwa akulah yang pantas menjadi juaranya, mungkin bukan hanya malaikat yang tau, tapi semua penghuni surga (dan mungkin juga neraka) mengetahui bahwa aku bisa menjadi juara.Dua minggu aku menunggu diriku untuk mampu bangkit dan tidak terus terpuruk. Dua minggu aku berusaha menyelesaikan semuanya, tapi bukannya selesai malah semakin berantakan. Dua minggu aku berupaya mengerjakan tugasku hingga selesai, tapi bukanya selesai malah kian runyam.

Pagi ini aku bagai lahir baru
Aku mendapat semangat baru. Aku mendapat petunjuk yang membuatku tidak lagi buntu. Aku mendapat pencerahan. Aku mendapat pengarahan. Aku mendapat keyakinan.

Keyakinan bahwa aku mampu. Keyakinan bahwa tantangan ada untuk dihadapi. Keyakinan bahwa tidak ada yang salah dengan mimpi-mimpiku. Keyakinan bahwa aku bisa menyelesaikan semuanya, berkarya dengan baik dan memenuhi tugasku dengan maksimal. Aku yakin aku bisa. Aku yakin, akulah juaranya.

Categories: Kehidupan

Closer : sebuah kecerdasan

March 25, 2009 jemarihaqi 6 comments

03d747f8_hi

Saya menonton film Closer karena waktu itu Dian Sastrowardoyo menuliskan film tersebut sebagai film favoritnya. Alasan saya pertama kali menonton Closer jelas karena ‘konspirasi tidak langsung’ yang dilakukan Mbak Dian, jadilah saat SMA -tepatnya kapan saya lupa- saya menonton film ini melalui kepingan VCD. Dan saat pertama kali menontonnya saya langsung terkesima. Ceritanya dahsyat. Akting pemainnya jempolan. Dan yang menurut saya paling oke : dialog film ini frontal, berbobot dan terkadang memberikan efek pedih.

Ini saya copy memorable quotes di film Closer, mungkin bisa membuatmu ikut terkesan dan (bagi yang belum menonton) menjadi tertarik untuk kemudian menikmati film ini.

Sekedar informasi :
Dan diperankan oleh Jude Law
Alice diperankan oleh Natalie Portman
Anna diperankan oleh Julia Roberts
Larry diperankan oleh Clive Owen

Alice: Can I still see you?
[Dan stands silent]
Alice: Dan can I still see you? Answer me.
Dan: I can’t see you. If I see you I’ll never leave you.
Alice: What will you do if I find someone else?
Dan: Be jealous.

Dan: It’s not safe out there.
Alice: Oh, and it’s safe in here?

Anna: We do everything that people who have sex do!
Larry: Do you enjoy sucking him off?
Anna: Yes!
Larry: You like his cock?
Anna: I love it!
Larry: You like him coming in your face?
Anna: Yes!
Larry: What does it taste like?
Anna: It tastes like you but sweeter!
Larry: That’s the spirit. Thank you. Thank you for your honesty. Now fuck off and die, you fucked up slag.

Dan: Look me in the eyes. Tell me you’re not in love with me.
Anna: I’m not in love with you.
Dan: You just lied.

Dan: What were you doing in New York?
Alice: You know…
Dan: Well no, I don’t. What, were you studying?
Alice: Stripping.
Alice: [Dan looks shocked] Look at your little eyes…
Dan: I can’t see my little eyes

Larry: So Anna tell me your bloke wrote a book. Any good?
Alice: Of course.
Larry: It’s about you isn’t it?
Alice: Some of me.
Larry: Oh? What did he leave out?
Alice: The truth.

Dan: You think love is simple. You think the heart is like a diagram.
Larry: Have you ever seen a human heart? It looks like a fist, wrapped in blood! Go fuck yourself! You writer! You liar!

Alice: Where is this love? I can’t see it, I can’t touch it. I can’t feel it. I can hear it. I can hear some words, but I can’t do anything with your easy words.

Larry: Is he a good fuck?
Anna: Don’t do this.
Larry: Just answer the question! Is he good?
Anna: Yes.
Larry: Better than me?
Anna: Different.
Larry: Better?
Anna: Gentler.
Larry: What does that mean?
Anna: You know what it means.
Larry: Tell me!
Anna: No.
Larry: I treat you like a whore?
Anna: Sometimes.
Larry: Why would that be?

Dan: Do you have any children?
Anna: No.
Dan: Would you like some?
Anna: Yes, but not today.

Anna: I don’t want trouble.
Dan: I’m not trouble.
Anna: You’re taken.
Dan: I’ve got to see you.
Anna: Tough.
Dan: You… KISSED me!
Anna: What are you – TWELVE?

Larry: What does your cunt taste like?
Alice: Heaven.

Dan: Why did you fuck him?
Alice: I wanted to.
Dan: Why?
Alice: I desired him.
Dan: Why?
Alice: You weren’t there!
Dan: Why him?
Alice: He asked me nicely.
Dan: You’re a liar.
Alice: So?
Dan: Who are you?
Alice: I’m no one!
[Alice spits in Dan's face. Dan raises his hand to slap her]
Alice: Go on, hit me. It’s what you want. come on, hit me, fucker!

[Dan slaps Alice]

Dan: I want Anna back.
Larry: She’s made her choice.
Dan: I owe you an apology. I fell in love with her. My intention was not to make you suffer.
Larry: So where’s the apology? Ya cunt.
Dan: I apologize. If you love her you’ll let her go so she can be happy.
Larry: She doesn’t want to be happy.
Dan: Everybody wants to be happy.
Larry: Depressives don’t. They want to be unhappy to confirm they’re depressed. If they were happy they couldn’t be depressed anymore. They’d have to go out into the world and live. Which can be depressing.


Anna: Love bores you.
Dan: No, it disappoints me.

Empat jempol untuk Patrick Marber atas cerita dan skenario jempolannya ini :)

Sumber : Imdb.com

Categories: Quotes, Sinema Tags: ,

Yuk Matikan Lampu!

March 25, 2009 jemarihaqi 1 comment

Categories: Uncategorized

Suka Ma Suka (SMS)

March 25, 2009 jemarihaqi 2 comments

Jenis Film : Drama Komedi
Pemain : Rezky Aditya, Teuku Wisnu, Laudya Cynthia Bella, Choky Sitohang, Sarah Sechan, Ida Kusumah
Sutradara : Encep Masduki
Penulis : Hilman Hariwijaya
Produser : Dhamoo Punjabi & Manoj Punjabi
Produksi : MD Pictures

Rezky (Rezky Aditya) dan Wisnu (Teuku Wisnu) dua orang teman baru yang sepakat berpura-pura menjadi sepasang gay untuk bisa tinggal di sebuah kost yang dikelola Bella ( Laudya Cynthia Bella) dan Ria (Sarah Sechan). Mereka tidak menyangka bahwa keputusan gila untuk mengaku menjadi pecinta sesama jenis membuat semuanya menjadi berantakan, terlebih keduanya sama-sama menyukai Bella dan kompak menyesal telah mengaku sebagai gay. Bella kadung menganggap Rezky dan Wisnu sebagai sahabatnya, dan Bella tidak menyadari bahwa dua cowok itu hanya pura-pura dan sebenarnya menyukainya. Di satu sisi, Bella menjalin hubungan dengan Ryan (Choky Sitohang), seorang duda beranak satu yang merupakan atasan kerjanya. Reky dan Wisnu yang semula bersaing untuk mendapatkan Bella akhirnya bekerjasama untuk menghancurkan hubungan Bella dengan pacarnya itu, segala cara mereka lakukan dan pada akhirnya membuat semuanya menjadi runyam.

Film bernuansa sinetron
Lihat saja deretan pemain utamanya yang tiap hari bisa kamu saksikan aktingnya di SCTV lewat sinetron stripping mereka yang (katanya) menduduki top rating. Lihat nama sutradara dan penulis skenarionya yang merupakan sutradara dan penulis skenario sinetron Cinta Fitri -sinetron yang disukai sejuta umat dan sudah memasuki season ke tiga. Dilihat dari aspek tersebut, gak salah dong kalo saya bilang film ini memiliki nuansa sinetron yang kental?

Cerita film ini boleh dibilang cukup menarik
Hilman Hariwijaya
terbuktilah sudah mumpuni menulis cerita komedi, inget doong dengan Lupus? Masterpiece-nya Hilman yang memang yahud banget dengan takaran komedi yang pas dan sangat menghibur. Dan lewat film ini Hilman sepertinya kembali ingin menunjukkan kelasnya sebagai penulis cerita komedi dan (mungkin) sekedar melepaskan penat dari skenario sinetron Cinta Fitri yang penuh dramatisasi itu hehe. Sebetulnya dialog-dialog yang ada standar-standar aja, tidak spesial dan tidak ‘wah” banget, tapi terselamatkan dengan akting para pemainnya yang cukup natural dan bisa menghidupkan suasana komedi di film ini.

Sepertinya ini memang proyek ‘menghibur diri’
Teuku Wisnu melepaskan karakter Farrel yang serius dengan berperan sebagai Wisnu yang cenderung santai dan lebih fun. Rezky Aditya terlihat natural tapi aktingnya tidak beda jauh dengan yang dibawakannya di sinetron Melati Untuk Marvel, gayanya sama, cara bicaranya sama, gak ada yang berbeda, boleh dibilang karakter Rezky adalah wujud Marvel dalam versi layar lebar.  Laudya Cynthia Bella? Aaaaah di film ini Bella cantik banget! Karakternya sebagai karyawan di sebuah rumah mode dibawakan dengan pas dan penampilan cantiknya mendukung banget karakternya itu. Akting Bella juga bagus, memang tidak spesial tapi masih terhitung dalam kategori diatas rata-rata, yaa mengingat Bella pernah masuk nominasi Aktris Terbaik di FFI 2005, kemampuan aktingnya bolehlaaah. Bagaimana dengan Sarah Sechan dan Choky Sitohang? Sarah berakting komikal, meski hanya tampil di beberapa scene, dia berhasil mengocok perut dengan karakternya yang gila dan centil. Choky Sitohang juga ok, karakter Ryan yang dewasa dan kebapakan diperankannya dengan pas, tidak berlebihan -lebih baik dari aktingnya di film Sang Dewi.

Film ini berhasil menghibur saya
Duet Rezky – Wisnu bisa membuat saya tertawa dengan aksi nyeleneh mereka, hampir semua kelucuan di film ini timbul berkat duet maut ini. Sarah Sechan juga menambah poin lebih untuk sisi lucu film ini. Lokasi syuting film ini tidak terlalu banyak, disitu-situ saja tapi (menurut saya) cukup enak untuk dilihat, pemakaian Taman Menteng membuat taman tersebut terlihat outstanding karena dibuat seolah-olah seperti Central Park di New York dengan karakter Bella (dalam balutan busana-busana cantik) yang seringkali seliweran disana.

Penempatan \’sponsor\’ di film ini lagi-lagi berlebihan -kayaknya ini memang problem film Indonesia? hehe

Agak aneh aja melihat Gerry Saluut dan Gerry Chocolatos yang seakan menjadi cemilan wajib di film ini -bahkan dimakan disaat sedang kencan hehe. Scene Bella memakan mie cup instan juga agak aneh dan cenderung dipaksakan. Yaaa secara jujur menurut saya Encep Masduki belum bisa menyelipkan ‘pesan sponsor’ itu dengan cara halus yang tidak mengganggu penontonnya hehe.

Hasil Akhir :

Sebuah tontonan yang cukup menghibur dan boleh dijadikan pilihan jika kamu ingin melepaskan penat dan menyaksikan tayangan ringan yang memancing tawa. Untuk pecinta sinetron, wajib nonton film ini karena ada penampilan spesial dari Shireen Sungkar dan Chelsa Olivia yang tampil di ending film ini (spoiler abis haha)
3/5

Reuni

March 25, 2009 jemarihaqi Leave a comment

cool2233489889_93378b4ecf

Dari flickrnya Mbak Dian, katanya sih foto ini diambil di tahun 2007, di reuni mereka berempat -minus Titi Kamal- untuk mengenang masa-masa syuting Ada Apa Dengan Cinta. Mereka berempat terlihat makin matang yaa, dan tentunya makin cantik :)

Nonton Konser Sambil Beramal

March 23, 2009 jemarihaqi Leave a comment

Acara : Publik Untuk Ruang Publik
Tempat : Komunitas Salihara. Jl. Salihara no.16, Pejaten
Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Presale : Umum Rp 50.000 | Pelajar / Mahasiswa Rp 30.000
On The Spot : Umum Rp 60.000 | Pelajar/Mahasiswa Rp 40.000
Kapasitas: 250 kursi
Info lebih lanjut bisa dibaca di sini

Sudah nonton film Pintu Terlarang? Kala? Perempuan Punya Cerita?Berbagi Suami dan Quickie Express? Suka sama musik di film itu? Kalo suka dan mungkin belum tau siapa penyanyinya, mereka adalah Sore, band yang menurut saya keren banget! Lagu-lagu di film Pintu Terlarang masih terngiang dengan jelas di telinga saya dan rasanya gak sabar mendengarkan lagu-lagu itu dinyanyikan langsung oleh mereka!

Efek Rumah Kaca jelas bukan band sembarangan, lagu-lagu mereka asik-asik, liriknya menggigit dengan aransemen musik yang unik, pantaslah kalo band ini mendapat penghargaan The Best Cutting Edge in 2008 dari MTV Indonesia. Lagu mereka yang berjudul Lagu Cinta Melulu jelas udah akrab di telinga kan? Sindiran mereka tentang lagu-lagu cinta yang beredar dimana-mana pas banget mengenai sasaran, disampaikan dengan cara yang sangat kreatif dan enak untuk dinikmati

KunoKini? Nama bandnya unik ya? Jujur saja saya baru pertamakali mendengar nama band ini dan mendengar deskripsi tentang band ini di Facebook membuat saya langsung tertarik. Ini saya copy deskripsinya di sini yaa : KunoKini adalah grup perkusi yang menggabungkan alat musik tradisional Indonesia dan mancanegara dengan alat musik modern. Grup ini dibentuk tahun 2003 setelah mendapat tawaran bermain di “Folklore Festival” di Jerman. KunoKini ingin menepis anggapan sebagian orang bahwa musik tradisional membosankan dan tidak ‘easylistening’.

Jadi, yuk datang ke Salihara untuk menonton mereka. Konser musik ini bukan konser biasa, melainkan merupakan malam penggalangan dana yang menjadi rangkaian acara untuk merayakan Hari Film Nasional. Nah, selain mendapat hiburan, di acara ini kita juga beramal karena biaya tiket masuk akan didonasikan ke Kineforum, sebuah ruang publik yang merupakan tempat dimana kamu bisa menonton film-film bermutu (dan juga film-film jadul Indonesia) tanpa dipungut bayaran.

Bagian Dari Gaya Hidup

March 21, 2009 jemarihaqi 5 comments

Ini dia nih cemilan (eh? ini masuknya cemilan atau makanan berat atau apa sih?) yang paling happening di Jakarta. Sour Sally! Sumprit, ngeliat gerai Sour Sally tiap ke mall pasti gak pernah sepi, bahkan minggu kemarin di gerainya di Senayan City antrenya panjang banget deh! Yaa sebelas dua belas-lah dengan keramaian ketika J.CO melebarkan sayapnya di Jakarta.

Emang apa sih Sour Sally itu? Emang enak?
Enak sih relatif ya. Saya sendiri baru nyobain yogurt ini Rabu kemarin. Secara jujur saya bilang ke Mas-Mas di Sour Sally bahwa saya belom pernah beli dan akhirnya saya dikasih tester gitu hehe, nyobain dikit dan langsung merem melek karena asem. Dan akhirnya karena takut gak tahan dengan rasa asemnya saya beli Sour Sally ukuran kecil dengan topping buah Kiwi, sebenarnya sih mau pake topping lain tapi buah Kiwinya terlihat begitu menggoda jadilah dia yang saya pilih hehe.

Kenapa ya orang-orang kok segitu pengennya menikmati Sour Sally sampai rela mengantre? Menurut saya rasanya biasa-biasa aja, tidak terlalu spesial. Dan lagi, kayaknya gak perlu sampai seniat itu untuk menikmati yogurt doang -menurut saya sih agak berlebihan kalo sampe bela-belain mengantre, apalagi kalo antreannya panjang. Jadi apa yang membuat manusia-manusia itu mau antre?

Cuma satu jawabannya : bagian dari gaya hidup
Satu cup Sour Sally sepertinya menjadi aksesori paling gaya yang bisa kamu temui dari orang-orang yang mengaku dirinya pengikut tren yang gaya.

Ckckck cuma buat makan rasa asem aja sampe segitunya yaaa hehe :D

Categories: Uncategorized

aloha!

March 21, 2009 jemarihaqi Leave a comment

minggu ini hidup saya berjalan dengan cepat
entah pengaruh apa yang membuat saya merasa 24 jam dalam sehari berlalu dengan cepat dan kadang membuat saya lelah, membuat saya seringkali tidur kebablasan dan akhirnya membuat jadwal harian berantakan. seminggu ini hidup saya dipenuhi tugas yang belum juga terselesaikan :(

minggu 15 maret
ke Senayan City, bertemu dengan Tara untuk menjadi narasumber skripsinya. di sana saya juga bertemu dengan Kanira, Lalla, dan Paulus.

senin 16 maret
berniat mencari buku di Taman Ismail Marzuki, tapi pada akhirnya malah nyasar ke Kafe Au Lait, Cikini. sial

selasa 17 maret
cuma ke kantor, tapi ya gitu di kantor cuma nyampah doang, sama sekali gak bekerja dan tidak menghasilkan apa-apa

rabu 18 maret
mewawacarai Zivanna Letisha Siregar untuk Abjad di Fx, bersama dengan Andhiqs dan Sekar. setelahnya ditraktir ayahnya Sekar di Sushi Tei, makasih Om :)

kamis 19 maret
ke daerah Tanjung Barat untuk menyerahkan proposal sitkom ke Pak Musfi dan beliau nanya ’skenario udah nyampe mana Qi?’ grrrrr

jumat 20 maret
ke Bross, Senopati, meminjam buku dari Pak Archie dan mendapat pencerahan berkat beberapa ilmu yang ia kasih. terimakasih banyak pak Archie!

saya masih ngutang skenario untuk 5 episode sitkom. masya Allah!

Categories: Kehidupan

Dian Sastrowardoyo : 27 Tahun

March 16, 2009 jemarihaqi 5 comments

diii

Selamat ulang tahun Diandra Paramitha Sastrowardoyo!

Tahun ini sudah menginjak tangga ke 27, semoga semuanya menjadi semakin baik di umur yang baru ini Mbak Di :)

Rasanya baru kemarin saya menuliskan kecintaan saya pada Dian Sastrowardoyo ketika idola saya itu berulang tahun ke 26. Rasanya baru kemarin saya girang bukan kepalang saat Julham memberi tau saya bahwa Mbak Di mengenali saya. Rasanya baru kemarin saya loncat-loncat karena Mbak Di menulis di wall Facebook saya.

Tapi ternyata itu cuma perasaan saya saja.

Rasa semu karena ternyata waktu berjalan begitu cepat. Ternyata itu bukan kemarin, melainkan waktu-waktu yang terlewat selama satu tahun ke belakang. Waktu dimana saya masih menuliskan nama Dian Sastrowardoyo di daftar teratas sebagai selebritis favorit saya. Waktu dimana saya hingga kini masih begitu mengagumi seorang Dian Sastrowardoyo, sebisa mungkin mengikuti perkembangan beritanya dan setiap hari mengintip halaman Facebooknya untuk mengetahui secuil isi dari kehidupan sang idola saya itu.

Kalau di tahun lalu saya menuliskan bukti kecintaan saya pada Dian Sastrowardoyo, tahun ini saya ingin menuliskan impian saya, beberapa impian yang pernah menari-nari liar dalam dunia imajinasi di kepala saya.

1. Mengangkat novel Marriagable dalam format layar lebar, menjadi sutradara dan penulis skenarionya serta menunjuk Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Flory, si tokoh utama.

2. Menjadi asisten pribadi Dian Sastrowardoyo yang setiap hari berada di sampingnya, mengatur jadwal hariannya. Jadi kacung? Gak papa deh haha.

3. Membuat fans club Dian Sastrowardoyo, dimana saya ditunjuk langsung oleh Mbak Di untuk menampung jutaan orang yang mengaku sebagai penggemarnya hiahaha.

4. Mewawancarai Dian Sastrowardoyo untuk Abjad. Melontarkan pertanyaan tentang kecintaannya pada Indonesia serta mimpi-mimpinya yang belum terealisasi.

5. Menjadikan Dian Sastrowardoyo, bersama dengan Dessy Ratnasari, Acha Septriasa, Krisdayanti dan Astrid Tiar, sebagai cover edisi ulang tahun majalah Gadis tahun ini.

6. Bisa menghabiskan satu hari penuh bersama Dian Sastrowardoyo, ngobrolin banyak hal, meminta referensi buku dan film bagus dari Mbak Di, serta membicarakan apa aja sampe mulut berbusa

Sudah sih cuma itu.

Saya rasa enam impian itu sudah lebih dari cukup. Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya tidak bermimpi untuk menjadi pacarnya? Hahaha, saya sadar diri bahwa itu tidak mungkin! Lagipula, saya memang lebih menganggap Mbak Di sebagai sosok mempesona yang penuh inspirasi, bukan sebagai gadis seksi yang saya impikan sebagai istri. Bermimpi bekerja dengan Mbak Di lebih memungkinkan doong dibandingkan menikah dengan dia?

Sekali lagi, selamat ulang tahun Mbak Di!

Foto : Facebook

Categories: Uncategorized Tags:

Meludahi Orang

March 15, 2009 jemarihaqi 3 comments

Lokasi : Perempatan jalan di depan Pusat Grosir Cililitan
Pemain : Supir angkutan umum 06 dan perempuan muda yang menggendong anak kecil (pengamen)
Durasi : Lebih kurang 5 menit
Cerita : Perempuan muda (untuk mempersingkat, kita sebut saja dia sebagai PM) mengamen di sebuah angkot merah –yang berada di sebelah angkot 06- dia tidak bernyanyi, hanya menggumam tidak jelas, sementara itu anak kecil di dalam gendongannya menangis terisak, suara si kecil lebih mendominasi dibandingkan suara si PM.

Melihat dan mendengar tangis si kecil, supir angkot 06 (untuk mempersingkat, kita sebut saja dia sebagai SA)sepertinya gerah, ia kemudian berkata, setengah berteriak

SA : Udah sana susuin, adeknya nangis gitu masih aja dibawa ngamen

PM acuh, ia masih berdiri di dekat pintu masuk angkot merah, tapi sudut matanya menoleh tajam ke arah SA. Tangis bayi makin kencang. Suasana jalan semakin riuh dengan klakson kendaraan yang tidak mau sabar mengantri di belakang.

SA : Bawa sana ke Emak lo, kasian tuh adeknya

PM selesai di angkot merah, ia berjalan pelan melewati angkot 06, matanya menatap liar ke arah SA, dari gerak bibirnya ia berkata : BA-WEL, diucapkan hanya dengan gerakan bibir, tanpa suara. Kemudian PM duduk di pembatas jalan, tepat di sisi kanan angkot 06, di sebelah pintu SA.

SA : Dibilangin malah nyolot. Itu adek lo haus, bawa ke emak lo
PM : Bawel, bawel, bawel –diucapkan cepat dengan suara dan gaya yang menjengkelkan

SA geleng-geleng kepala. PM masih memasang muka jutek dengan bibir yang tiada henti berkata bawel. Lampu penunjuk jalan sebentar lagi berganti menjadi hijau, PM memasang muka bengis. Lampu penunjuk jalan yang semula berwarna merah berubah menjadi kuning, PM meludahi SA –yang akhirnya hanya mengenai kaca di pintu SA (yang kebetulan tertutup). Lampu penunjuk jalan berubah menjadi hijau, SA melajukan mobil dan sepertinya tidak terlalu menyadari bahwa ia baru saja diludahi.

***

Miris
Saya yang saat itu menjadi penonton hanya bisa terperangah melihat drama singkat tersebut, terlebih di bagian PM meludahi SA dengan santainya. Sekali lagi, meludahi. Apakah itu pantas? Apakah itu wajar dilakukan?

Dalam kasus ini jelaslah SA tidak bersalah. SA hanya mengeluarkan komentar serta memberi sedikit saran ke PN untuk membawa adiknya ke sang Ibu untuk disusui. Bukankah itu saran yang baik? Bukankah itu adalah hal baik? Wujud dari kepedulian SA terhadap si kecil di dalam gendongan yang tidak berhenti menangis dan meronta?

Kenapa PM harus meludahi SA?
Emosi? Kesal? Tidak suka? Merasa SA mencampuri urusannya?
Apapun itu, apakah wajar dan perlu PM sampai meludahi SA? Apakah perlu PM bertingkah sebarbar itu? Kalau pun PM tidak suka dengan komentar SA, bukankah ia cukup berdiam diri dan menerima? Atau paling jauh, bukankah dengan ia berkata ‘bawel, bawel, bawel.” ke SA sudah cukup bisa merefleksikan ketidaksukaannya?

Jadi, kenapa harus meludahi?

***

Saya tidak mengerti bagaimana kehidupan pengamen.
Saya juga tidak tau apakah anak kecil itu adik PM atau bukan –atau mungkin malah anaknya.
Saya juga tidak tau motivasi PM meludahi SA

Yang saya tau adalah bahwa tidak seharusnya PM meludahi SA
PM adalah wanita, apakah pantas seorang wanita bertingkah babar dengan meludahi seseorang? Bukan berarti lelaki bebas meludahi orang ya, sama saja lelaki juga tidak pantas meludahi seseorang, tapi dalam kasus ini kenapa seorang wanita bisa segitu ‘buas’nya dalam mengekspreksikan diri?

Katanya Indonesia bangsa yang ramah
Dimanakah sang keramahan berada ketika PM meludahi SA? Apakah si ramah tidak berlaku untuk PM? Apakah si ramah hanya milik segelintir orang saja –dimana PM tidak termasuk di dalamnya? Atau mungkin PM bukan warga negara Indonesia? Atau mungkin PM tidak pernah mengenal si ramah? Atau mungkin si ramah memang telah menghilang dari Indonesia?

Ah, rasanya kemungkinan terakhir tidaklah tepat.
Si ramah masih ada di Indonesia. Dan mungkin juga si ramah masih ada di diri PM, tapi mungkin ia bersembunyi di sudut, tidak menampakkan diri. Hmmmm… mungkin PM terlalu lama menyembunyikan si ramah. Mungkin buat PM meludah lebih menyenangkan daripada menampilkan si ramah.

Mungkin,
saya pun tidak tau pasti.

Categories: Uncategorized

sabtu

March 14, 2009 jemarihaqi Leave a comment

picture-011Heiho!
Pagi ini saya ke Senen, beli 5 potong kaos dengan harga miring, bagus-bagus deh kaosnya hehe. Untungnya sekarang belanja baju bekas di Senen udah gak kayak dulu lagi yang harus panas-panasan sambil becek-becekan, jadi milihnya juga bisa lebih enak.

Lalu, sorenya saya ke 28
Di 28 sempat ketemu ama Valeska yang mau lanjut ke Citos, dan di 28 saya cuma sebentar karena emang cuma dipake buat janjian ama Adis. Dari 28 langsung cabut ke Brewwww! Kemang, tempat yang emang asik banget deh buat bersantai. Sumpah yaaaa, brewww! tuh pewe banget buat cerita-cerita, ngumpul bareng sahabat dan ngobrol ampe mulut berbusa, sayang aja harga makanan dan minumannya cukup mahal -beda ama J.Co kesayangan saya yang harganya masih terjangkau hiahahaha.

Di brewww! saya ketemu Joko Anwar
Wow, gak nyangka bisa ketemu sineas favorit saya di sana haha. Setelahnya saya dan Adis bertukar cerita, melepas kangen dan ngobrolin banyak hal di tengah suasana lantai dua brewww yang emang nyaman banget.

Cabut dari brewww! jam tujuh kurang, trus kita cabut ke Pejaten Village, mall yang (terbilang baru) di wilayah Pejaten (ya iyalah namanya aja Pejaten Village). Mallnya bagus, interiornya sebelas dua belas ama Pondok Indah Mall 2. Trus toko-toko yang ada di sana juga oke-oke kok, dan XXInya enak -luas banget. Di Pejvil, saya dan Adis nonton The Stranger (yang ternyata filmnya mengecewakan!). Selesai nonton kita berdua menjelajahi Pejvil, ngabisin waktu sambil ngobrol lagi dan sempat mampir ke Times Bookstore yang ternyata buka cabang di sana. Cabut dari Pejvil jam setengah sepuluh trus sampe rumah jam sepuluh lewat.

Begitulah kegiatan harian saya di hari Sabtu ini
Maaf ya (lagi-lagi) saya nyampah haha.

Categories: Harian