Fiksi.
Pemain : Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, Kinaryosih, Rina Hasyim, Egi Fadly
Sutradara : Mouly Surya
Penulis : Joko Anwar
Akhirnya saya nonton film ini! Setelah 2x gagal menonton, yang pertama -waktu film ini masih tayang di 21- saya tidak jadi menonton karena Mbak-Mbak 21 gak mau menjual tiketnya untuk saya karena saya cuma nonton sendirian!, trus yang kedua waktu kemarin INAFFF, saya gak bisa datang karena ada kesibukan dengan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Dan akhirnya kemarin di Jiffest hari ketiga saya bisa menonton film ini. Alhamdulillah.
Gak heran kalau saya benar-benar ingin nonton film ini, karena ternyata filmnya memang betul-betul bagus. Ketika film selesai, cuma ada satu kalimat yang saya lontarkan : Joko Anwar ANJING! Sumpah ya tuh orang otaknya dibuat dari apa sih? Kenapa setiap film yang ia buat ceritanya selalu bisa membius? Kenapa filmnya bagus-bagus? Yeaaaaaaah mungkin karena Bang Joko memang lahir untuk jadi penulis? Asli ya, saya salut sekali dengan semua cerita di film yang Bang Joko buat. SALUT.
Film ini membawa nafas baru pada perfilman Indonesia.
Dengan genre drama thriller yang diusungnya, Fiksi menjadi film yang bisa dijadikan alternatif diantara deretan film Indonesia kebanyakan yang sekarang temanya gak jauh-jauh dari komedi selangkangan. Ceritanya dahsyat! Sekali lagi, salut untuk Joko Anwar atas kecerdasan Bang Joko untuk cerita film ini. Kefikiran aja gitu membuat karakter gadis psikopat dengan cerita yang unik ini! Aaaaaaargggggh! Iri sama Bang Joko! Walaupun ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan besar saya -seperti kenapa keluarga Alisha seperti tidak berusaha mencari Alisha yang tiba-tiba hilang, atau kenapa konsep penyelesaian cerita ala Alisha harus berakhir dengan kematian, pembagian lantai rumah susun yang berbeda di masing-masing lantainya- film ini tetap saja berbeda dan bagus banget!
Ladya Cheryl dahsyat! Setelah sekian lama menghilang, akhirnya pemeran Alya di film fenomenal Ada Apa Dengan Cinta ini kembali menunjukkan kualitas aktingnya di film ini. Berperan sebagai Alisha yang dingin dan cenderung psikopat, Ladya berhasil sekali menghidupkan perannya. Dilihat dari sorot matanya, gestur tubuh serta intonasi berbicara yang dingin, Ladya memang melekat sekali dengan tokoh Alisha. Pantas saja Ladya masuk nominasi aktris terbaik di FFI tahun ini -dan saya harap kali ini ia bisa menjadi juara! Donny Alamsyah juga berhasil menghidupkan karakter Bari, pria yang membuat Alisha tergila-gila, meski dari segi fisik terlihat biasa aja, Donny bisa memberikan ’sesuatu’ yang pantas saja bisa membuat tokoh Alisha klepek-klepek dan akhirnya menjadi obsesif. Dan akting pemeran laki-laki yang tidak mau masuk ke dalam rumah susun juga keren banget!
Selain cerita dan pemain yang asli anjing-anjingan banget itu -maafkan bahasa saya yang kasar ini, film ini juga menawarkan sinematografi dan pengambilan gambar yang menarik. Angle-angle penggambilan gambarnya oke. Settingnya apalagi! Dan wardrobe tokoh Alisha juga keren banget! Selain itu musik di film ini juga sangat bagus, mendukung sekali untuk nuansa filmnya yang cenderung kelam.
Fiksi adalah salah satu film Indonesia terbaik yang pernah saya tonton.
Sayang sekali film-film bagus seperti ini kurang diapresiasi masyarakat Indonesia
gaktau gue. pokoknya pas openingnya. gue shock. anjiirr, DIA lagii.. tp pas gue nanya nyokap guee katanya bukan. tp emang ladya cheryl jadinya beda banget disitu. hehe, tp sama dwi sasono mirip banget loh. modelnya kriting kriting gituu. hehe :p
jane
December 8, 2008 at 3:26 pm
bagus kan qiiiiiii ? ak juga suka banget sama ni film , waktu dulu sekali ngeliat di web 21 langsung pen nonton ternyata bener” memuaskan .. hehe ..
repikachuu
December 11, 2008 at 7:27 am
hi,nice blog.
sy pengen sekali nonton filem ini
syg nya tiada di siar di malaysia.
urghhhhh.
*suka bangettt sama film2 indonesia. kualitas nya tinggi
izzah
December 13, 2008 at 5:02 pm