Monthly Archives: November 2008

Rekreasi

Kapan terakhir kali kamu berekreasi? Aku sudah lama sekali.
Kapan ya? Bahkan aku pun tidak mengingatnya. Aku benar-benar lupa. Ya. Benar-benar lupa karena sepertinya memang sudah lama sekali. Rekreasi terakhirku seperti apa aku tidak ingat, bersama siapa aku juga tidak ingat.

Melihat sekeluarga yang baru berekreasi di Ragunan membuat aku ingin! Aku ingin rekreasi. Aku ingin sekali ke Ragunan atau Taman Mini Indonesia Indah! Oh my, bahkan kedua tempat itu tidak begitu jauh dan sangat mudah untuk dijangkau! Sepertinya akan sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktu dengan melihat binatang atau berkeliling mendatangi berbagai macam anjungan, bersenang-senang sambil menambah pengetahuan.

Tidakkah bosan mencari hiburan di mall?
Mall menawarkan suasana yang memicu kita untuk menjadi konsumtif. Hiburannya mahal! Mau nonton harus mengeluarkan uang untuk membeli tiket, belum lagi uang untuk beli popcorn dan minuman! Selesai nonton sudah pasti lapar, lalu rasanya pasti enak kalau bisa ngobrol sembari ngopi-ngopi dengan teman karib, bisa lebih seru kalau dilengkapi dengan belanja. Coba hitung berapa banyak uang yang habis dalam satu kali kunjungan ke mall?

Tapi memang mall adalah sarana hiburan yang paling laku. Ratusan orang mendatanginya tiap hari. Konsep one stop entertainment yang ditawarkannya memang memenuhi target dan sukses menjaring manusia-manusia Jakarta yang harus akan hiburan, penat akan kegiatan sehari-hari. Aku pun secara tidak sadar menjadi bagian dari manusia itu, ada waktu senggang kabur ke mall, nonton di bioskop, makan di restoran kesayangan, memburu DVD bajakan, pergi ke toko buku atau cuma sekedar jalan-jalan membuat betis pegal, semua dilakukan di satu tempat bernama mall.

Ragunan dan TMII
Rasanya sudah lama sekali aku tidak mendatangi kedua tempat itu. Rindu rasanya menghabiskan waktu dengan melihat aneka macam binatang, pasti seru sekali melihat tingkah polah mereka, memberi makan binatang-binatang itu pasti memberikan pengalaman menarik yang unik. Berkunjung ke berbagai anjungan yang menawarkan informasi berbagai kebudayaan dalam negeri, masuk ke museum yang memberikan banyak informasi dan tentunya puluhan hiburan juga tersedia di miniatur Indonesia yang bisa ditempuh hanya 1x naik angkutan umum dari rumahku! Aaaaaah tapi kenapa susah sekali untuk menuju ke sana?

Mungkin karena sendirian?
Beberapa teman yang ku ajak pergi menolak sambil mengerutkan kening. Mau ngapain? Itu adalah pertanyaan langsung terlontar dari mulut mereka. Mereka pun menawarkan alternatif hiburan lain, Dufan misalnya, aah aku tidak suka Dufan! aku mau ke Ragunan atau TMII!

Yuk yuk ke sana!

Jemari hari ini

Heihooo
Saya mau membuat sedikit inovasi dalam penulisan di blog ini. Berhubung saya gak terbiasa bercerita ala diary-diary begitu, maka saya mau coba bercerita tentang keseharian saya dalam bentuk yang lebih sederhana, yang lebih Haqi banget-lah hehe.

Hari ini bangun jam : hadooh lupa, udah agak siang kayaknya, sekitar jam tujuh deh kayaknya
Hari ini pergi kemana aja : ke Poins Square Lebak Bulus
Hari ini makan apa aja : hmmm. pagi makan nasi + tempe + tahu + sambel (yang bikin perut saya mendadak mules), trus siang makan nasi + ayam + curly fries AW -favorit saya nih!-, dan belom makan malam.

Nonton apa hari ini : tadinya mau nonton DVD Alfie, cuma gak jadi karena mendadak gak mood
Baca apa hari ini : lagi gak baca buku apa-apa, cuma baca majalah Esquire lama dan baca-baca booklet dari Jiffest
Dengerin musik apa hari ini : nidji. st 12 -oh my dimana-mana ada st 12!- glenn fredly

Berita hari ini : besok harga premium akan turun sebanyak 500 Rupiah. trus tadi liat di Reportase Trans Tv ada anak kecil berusia 4,5 tahun dan sudah menjadi perokok sejak umur 2 tahun! parah banget kan? terakhir dapet message di facebook bahwa tiket Jiffest sudah banyak yang sold out! wow.

Yang membuat kesal hari ini : gak jadi beli laptop! buseeeeet mahal-mahal banget sih harganya? gak sanggup belinya deh!

Pekerjaan hari ini : jujur aja belum nulis sama sekali, rencananya kan mau nulis pake laptop baru, eeeeh ternyata belum bisa laptopnya sekarang :(

Perjalanan hari ini : seperti biasa macet! perjalanan dari Kramatjati ke Lebak Bulus sedikit tersendat karena ada perbaikan jalan di dekat pasar induk Kramatjati, selebihnya cukup lancar kok. di angkutan umum seperti biasa banyak orang-orang menarik yang saya temui! waktu berangkat saya duduk di kursi depan berdampingan dengan ibu-ibu pengajian yang bau minyak angin banget! buseeeeet mabok minyak angin deh! trus pas pulangnya satu angkot penuh dengan keluarga yang kayaknya baru pulang rekreasi di Ragunan, hmmm kayaknya enak ya minggu-minggu begini main ke Ragunan :p

Yay. Begitulah kegiatan saya hari ini
Biasa-biasa saja, seperti biasanya.

Nominasi FFI 2008

Inilah daftar nominasi Festival Film Indonesia yang diumumkan kemarin malam. Claudia Jasmine, film produksi PH tempat saya bekerja berhasil meraih 5 nominasi di festival ini! Yaaaaay, alhamdulillah. Film fenomenal Ayat-Ayat Cinta cuma masuk satu nominasi untuk kategori aktor pendukung dan film May meraih nominasi terbanyak -padahal menurut saya filmnya jelek, cenderung membosankan.

Seperti biasa FFI memberikan kejutan-kejutan dalam daftar nominasinya, kali ini kejutan itu datang dari Pevita Pearce dan Yama Carlos yang masing-masing masuk dalam nominasi aktris & aktor terbaik. Dan coba lihat nominasi sutradara terbaik yang didominasi wanita! wow, Mas Garin jadi yang paling ganteng tuh hehe.

Film:
* 3 Doa 3 Cinta
* Claudia/Jasmine
* Fiksi
* May
* Under the Tree

Skenario Cerita Asli:
* Awi Suryadi (Claudia/Jasmine)
* Dirmawan Hatta (May)
* Joko Anwar/Mouly Surya (Fiksi)
* Nurman Hakim (3 Doa 3 Cinta)
* Upi (Radit & Jani)

Penyutradaraan:
* Garin Nugorho (Under the Tree)
* Mouly Surya (Fiksi)
* Rachmania Arunita (Lost in Love)
* Upi (Radit & Jani)
* Viva Westi (May)

Pemeran Utama Pria:
* Aming (Doa yang Mengancam)
* Donny Alamsyah (Fiksi)
* Nicholas Saputra (3 Doa 3 Cinta)
* Vino G. Bastian (Radit & Jani)
* Yama Carlos (May)

Pemeran Utama Wanita:
* Ayu Laksmi (Under the Tree)
* Fahrani (Radit & Jani)
* Jenny Chang (May)
* Ladya Cheryl (Fiksi)
* Pevita Pearce (Lost in Love)

Pemeran Pendukung Pria:
* Dwi Sasono (Otomatis Romantis)
* Lukman Sardi (Kawin Kontrak)
* Oka Antara (Ayat-ayat Cinta)
* Tio Pakusadewo (May)
* Yoga Pratama (3 Doa 3 Cinta)

Pemeran Pendukung Wanita:
* Aryani Kriegenburg Willems (Under the Tree)
* Ira Maya Sopha (Claudia/Jasmine)
* Poppy Sovia (The Butterfly)
* Tutie Kirana (May)
* Tizza Radia (Claudia/Jasmine)

Tata Sinematografi:
* Ical Tanjung (May)
* Ical Tanjung (Radit & Jani)
* Nayato Fio Nuala (The Butterfly)
* Yadi Sugandi (Under the Tree)
* Yunus Pasolang (Fiksi)

Tata Artistik:
* Budi Riyanto (Under the Tree)
* Eros Eflin (May)
* Eros Eflin/Vida Sylvia (Fiksi)
* Koesnadi W.S. (The Butterfly)
* T. Moty D. Setyanto (Kuntilanak 3)

Penyuntingan:
* Andhy Pulung (Under the Tree)
* Muchamad Ichsan (Fiksi)
* Sastha Sunu (3 Doa 3 Cinta)
* Wawan I. Wibowo (May)
* Yoga Krispatama (Claudia/Jasmine)

Tata Musik:
* Aksan Sjuman (Lost in Love)
* Anto Hoed/Melly Goeslaw (The Butterfly)
* Djadug Ferianto (3 Doa 3 Cinta)
* Kadek Suardana/Wiwiek Soedarno (Under the Tree)
* Zeke Khaseli (Fiksi)

Tata Suara:
* Adityawan Susanto (Under the Tree)
* Edo Sitanggang/Suhadi (The Butterfly)
* Khikmawan Santosa (3 Doa 3 Cinta)
* Satrio Budiono (May)
* Satrio Budiono/Yusuf A. Patawari/Aufa Ariaputra (Fiksi)

Ke Jiffest yuk!

jiffest

Setelah gagal menjadi volunteer saya bergegas menyusun jadwal film yang akan saya tonton di Jiffest dan inilah jadwal nonton saya tahun ini :

Jumat 5 Desember :
21.30 : I’m not there (Blitz Megaplex)

Sabtu 6 Desember :
14.30 : Worlds Apart (Erasmus Huis)
19.00 : Happy Go Lucky (Blitz Megaplex)
21.30 : Captain Abu Raed (Blitz Megaplex) *tentative

Minggu 7 Desember :
11.30 : Fiksi (FX)
19.30 : And When Did You Last See Your Father? (Goethe Haus)

Senin 8 Desember
17.00 : Donkey In Lahore (Goethe Haus)
19.30 : Eve and The Fire House (Goethe Haus)

Selasa 9 Desember
16.30 : Reprise (FX)
19.00 : Drupadi (FX)
21.30 : Vicky Cristina Barcelona (FX)

Nanti sore baru mau beli membership-nya nih. Ada yang mau ikut? hehe

Glowing

Kemarin secara tidak sengaja saya bertemu Mbak Dewi Lestari di Zoe yang sedang syuting sebuah program acara televisi. Benar-benar tidak disengaja karena kemarin tujuan saya ke Zoe adalah mengembalikan buku, eh ternyata mendapat bonus karena bisa bertemu dengan Mbak Dewi, Mas Reza dan juga Jenny Jusuf. Walau saya tidak terlibat pembicaraan dengan Mbak Dewi -dan akhirnya menghabiskan waktu dengan Jenny dan berbicara banyak hal, lebih tepat dibilang ‘nyampah’ kah? haha- kembali saya menyadari satu hal, bahwa Mbak Dewi terlihat glowing.

Fikiran pertama saya : ah maklumlah kan pengantin baru, pastinya sedang bahagia-bahagianya dan pantas saja wajahnya mengeluarkan sinar yang menyejukkan.

Tapi setelah saya memperhatikan lebih dalam, ternyata lebih dari itu. Ketika melihat Mbak Dewi berbicara dengan presenter dan membicarakan mengenai topik anak dan bacaan, sinar itu kian terpancar. Bahkan sinar itu semakin menunjukkan performanya di tengah-tengah situasi palsu khas suasana syuting.

Yang jadi pertanyaan saya : kenapa bisa seglowing itu?
Dan saya mendapati satu jawaban, karena Mbak Dewi terlihat begitu enjoy dengan apa yang sedang ia jalani, ia tampil apa adanya, berbicara dengan santai -tidak seperti dua presenter program itu yang ketara sekali sedang ‘berakting’- dan sinar itu terpancar dengan sendirinya bersamaan dengan aura kuat yang memang Mbak Dewi miliki.

Saya juga pernah melihat sinar tersebut di wajah Sitta Karina, yang buat saya juga memiliki pancaran sinar dalam suasana yang hangat dan bersahaja, humble, mungkin itu kata yang lebih tepat.

Sinar itu berbeda dengan sinar yang biasa saya lihat di wajah-wajah para selebritis.
Sinar itu memiliki pancaran yang berbeda, yang justru memikat bukan karena polesan sempurna khas selebritis, tapi karena pancaran dari dalam yang memang jelas-jelas sudah ada dari sananya, apa itu namanya? inner beauty?

Bagaimana cara supaya kita bisa terlihat glowing?
Bagaimana supaya aura yang kita keluarkan bisa terlihat bersahaja dan memberikan efek menenangkan? Mungkin salah satu cara yang paling simpel adalah bersikap jujur, apa adanya. Buat saya itu kunci dari sebuah sinar yang sesungguhnya. Pancaran sikap yang tampil apa adanya dengan yang repot membenahi penampilan dan mengenakan topeng palsu jelas jauh berbeda. Sinar dari si pemakai topeng jelaslah artifisial, sedangkan mereka yang memang tampil apa adanya mengeluarkan sinar yang sesungguhnya, yang benar-benar bercahaya.

Selanjutnya cobalah senyum. Tersenyumlah karena senyum itu menentramkan. Katanya senyum adalah ibadah, nah maka itu tersenyumlah, senyum adalah ibadah yang sangat amat mudah dilakukan, tinggal tarik ujung bibir dan pancarkan aura bahagia dari dalam hati dan voila sebuah senyuman cantik akan tercipta. Senyum memberikan energi positif. Diberikan senyuman membuat saya merasa adem, dan memberikan senyum membuat saya lebih nyaman. Tentu bukan senyum basa-basi atau senyum genit ya, tapi senyum dari hati, sebuah senyum yang tulus.

Dan yang terakhir percaya diri. Kepercayaan diri yang tinggi membuat aura yang terpancar lebih ‘megang’, tapi ingat jangan berlebihan, kelebihan percaya diri bukan membuat kita menjadi sosok glowing tapi malah membuat kita terlihat kebanyakan gaya. Atur kadar percaya diri dalam takaran yang cukup, yang sedang-sedang saja, tidak kurang dan tidak lebih. Cara simpel mendongkrak kepercayaan diri tentu dengan berkaca beberapa detik dan cobalah ucapkan aneka mantra yang bisa membuat percaya dirimu menanjak. Kalu tidak ada cermin, cobalah memejamkan mata sejenak dan membuat diri kita rileks dengan mengambil nafas panjang. Cara ini terbukti ampuh untuk saya.

Jadi, saya rasa bukan cuma Dewi Lestari atau Sitta Karina dan siapapun lainnya yang bisa memiliki pancaran sinar itu, kita juga bisa! Saya juga bisa.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers