Jemari Haqi

talk slow think fast

Krazy Crazy Krezy

leave a comment »

Jenis Film : Drama Komedi
Pemain : Tora Sudiro, Vincent Rompies, Pierre Andre, Sigi Wimala, Sissy Prescillia, Julia Ziegler, Acha Septriasa
Sutradara : Rako Prijanto
Penulis : Brij Katyal
Produser : Sharad Sharan
Produksi : 999 Pictures

Awalnya film ini berjudul Teman Selamanya, tapi entah mengapa tiba-tiba diganti menjadi Krazy Crazy Krezy, sebuah judul yang menurut saya gak enak didengar -dan juga gak enak diucapkan. Dan kalo diperhatikan, sama seperti judulnya yang tiba-tiba diganti, film ini juga tiba-tiba aja bakalan tayang besok, padahal selama seminggu kemarin daftar film coming soon di 21Cineplex belum memasukkan film yang disutradarai Rako Prijanto ini. Hmmm, semua serba tiba-tiba yaa

Banyak catatan buat film ini. Saya blak-blakan aja yaaa, malas berbasa-basi hehe :

1. Saya merasa cerita film ini ngalor ngidul kabur kemana-mana, fokus cerita gak jelas dan cenderung tidak terarah. Porsi tiga karakter utamanya cenderung sama besar dan membuat jalinan ceritanya menjadi seperti tumpang tindih. Pergerakan ceritanya juga berjalan kurang enak

2. Tora Sudiro? Oh my, secara jujur saya harus bilang bahwa Tora semakin terlihat menjengkelkan (sorry dude!), Tora di sini terlihat berusaha menjadi Sonny, tapi yang terlihat tetaplah Tora sebagai bintang Extravaganza. Vincent Rompies menjadi aktor paling oke dari 3 aktor utama, dia bisa masuk ke karakternya dan menjelma menjadi pemuda asal Yogyakarta yang polos dan lugu. Pierre Andre? Hmmm, lumayanlah

3. Sissy Prescillia juara! Saya memang udah suka Sissy dari AADC dan terbukti sejauh ini Sissy selalu menampilkan akting prima yang natural, karakter Ratna masuk banget nih di muka Sissy yang manis. Sigi Wimala menampilkan akting yang lebih baik dibandingkan aktingnya di Kalau Cinta Jangan Cengeng, di sini Sigi terlihat lebih natural dan semakin cantik! Julia Ziegler? Hmmm ya gitu deh.

4. Acha Septriasa yang di film ini menjadi pendukung hanya berhasil mencuri perhatian di satu scene di dalam fantasi Tian. Selebihnya? Acha terlihat tidak menyatu dengan karakternya sebagai Suzanne. Terlebih lagi adegan menyanyi -yang mendominasi peran Acha di sini- seringkali menampilkan gerak bibir yang tidak sinkron dengan suara yang terdengar

5. Saya suka artistik film ini. Suasana kos-kosan Sonny -apalagi bagian depan, saat Kartika dan Ratna sedang duduk-duduk. Lalu panorama suasana Kawasan Kota Tua yang ikut ditampilkan film ini memberi nuansa tersendiri yang enak dipandang. Color film ini juga enak buat dipandang mata, nice!

6. Di film ini banyak sekali hal-hal berlebihan yang berpotensi menimbulkan tawa lewat komedi yang cenderung slapstick -salah satunya scene Sonny, Tian, Farid tidur dan kompak menepuk nyamuk seperti sedang menari saman- Mungkin memang konsep komedi di film ini ya komedi yang berlebihan seperti itu. Di beberapa bagian memang berhasil memancing tawa, tapi sisanya malah membuat saya tidak nyaman

7. Salahkan telinga saya yang tidak akrab dengan bahasa Melayu, dialog Pierre Andre dan Julia Ziegler -yang sering kelepasan pake bahasa Melayu- banyak yang tidak saya mengerti. Apalagi kedua aktor ini juga seringnya berbicara dalam tempo cepat

8. Saya suka baju yang dipakai Sissy dan Sigi. Di film ini dua aktris itu terlihat sangat manis dan menggemaskan, terutama Sigi yang menjadi ekstra cantik di film ini. Salut untuk Agus Gusye sebagai wardrobe-nya! Tapi Tora yang pake baju dari Endorse mulu agak ganggu yaaa hiahahahaha

9. Ini adalah film kesekian Rako yang kurang bisa saya nikmati setelah D’Bijis, Merah Itu Cinta dan Trimasgetir, saya gak tau apa Rako memang sedang bereksperimen atau gemar bermain-main di genre film komedi seperti ini, tapi yang pasti seharusnya ia bisa membuat film yang lebih baik.

10. Pada intinya film ini tidak terlalu buruk, di beberapa bagian berhasil membawa penonton ikut tertawa dan terbawa di adegan action-nya. Tapi penyampaian cerita yang kurang enak dan cerita yang cenderung aneh -dimana terlalu banyak hal yang kebetulan terjadi- membuat saya tidak bisa menikmati film ini dengan enak

2/5

Written by jemarihaqi

July 14, 2009 at 7:04 pm

Kabar Kabari

with 3 comments

Bukan. Ini bukan tentang infotainmen yang kebetulan berjudul sama dengan judul postingan saya. Hmmm, cuma pengen nulis tentang hari-hari saya belakangan ini sih, sekedar memberi kabar/mengabari saya sedang sibuk apa, saya sedang mengerjakan apa dan yaa begitulah. Gak penting? Sebodo amat. Lagi pengen nulis nih!

Saya punya kabar baik -baik untuk saya sih, bukan untuk kalian hehe. Skenario saya langsung diterima Trans Tv di draft pertama! Alhamdulillah banget usaha saya menulis skenario semalaman -iya, selama satu malam saja yang mana itu membuat mata saya berkantung dan pundak luar biasa pegal- membuahkan hasil yang maksimal. Pembuktian pertama saya, skenario pertama yang saya tulis, akhirnya bisa memuaskan pak produser, tim dari Trans Tv dan orang-orang yang telah mempercayakan diri saya sebagai penulis. Sekali lagi, alhamdulillah.

Masih mengenai FTV, senin depan akan mulai persiapan syuting, mau casting -tapi bukan open casting, cuma untuk talent yang dipanggil aja. Saya mau ikutan di proses casting ini, jadi bisa benar-benar terjun di FTV yang akan berjudul ‘Andai Mati Besok’ ini. Hmmm, tadi meeting perdana dan proyek ini terdengar sangat menyenangkan! Nanti update soal FTV ini pasti saya kabari di sini, iya dooong, kabar bahagia itu harus dikabar-kabari ke khalayak ramai hihi

Heartbreak.com masih syuting. Hari minggu saya mau ikutan ke lokasi syuting di Kota dan foto-foto gitu buat kepentingan promosi. Akan bertemu dengan Lukman Sardi -aktor favorit saya nih!- dan pemain Heartbreak.com lainnya. Mau ikutan? Soook, silahkan datang aja ke kawasan Kota Tua hari Minggu besok :)

Hmmm, saya lagi ditinggal Emak nih 3 hari ke Semarang, doooh 3 hari deh makan gak beres gara-gara gak ada yang masakin huahaha -manjanya keluar

Written by jemarihaqi

July 10, 2009 at 3:05 pm

Posted in Uncategorized

Chak De! India (2007)

with one comment

Pemain : Shakhrukh Khan, Vidya Malvade, Sagarika Ghatge, Chitrashi Rawat, Shilpa Shukla, Tanya Abrol, Anaitha Nair, Shubhi Mehta
Sutradara : Shimit Amin
Penulis : Jaideep Sahni
Produser : Aditya Chopra, Yash Chopra

Saya sudah pernah bilang di blog saya yang dulu bahwa saya suka menonton film Bollywood. Dan terbukti, para sineas Bollywood memang semakin menunjukkan taji-nya, terlebih lagi setelah Slumdog Millionaire memborong aneka macam penghargaan -termasuk Oscar- dan membawa perfilman India ke tingkat yang lebih tinggi.

Kemarin saya menonton film berjudul Chak De! India. Saya meminjam kepingan VCD film ini di Video Ezy karena tertarik melihat covernya, melihat nama Shakhrukh Khan dan tentu karena sinopsis yang saya baca di bagian belakang kotak VCD-nya. Inilah beberapa hal yang menjadi catatan saya, yaa boleh dibilang semacam ulasan-laaah.

1. Cerita film ini boleh dibilang tipikal film-film sejenis -maksud saya film-film bertemakan olahraga- dimana kebanyakan film jenis ini mengambil tema from zero to hero. Tapi yang menarik di Chak De! India adalah latar belakang kisah ini terjalin karena seorang Khabir Khan (SRK) yang tujuh tahun lalu dianggap ‘menjual’ tim hoki India ke tim hoki Pakistan dan kini ia berusaha ‘mengembalikan’ India melalui tim hoki perempuan yang ia latih. Cerita yang menarik!

2. Karakter di film ini bervariasi dan kita diberikan variasi yang menarik. Yang menjadi nyawa dari bertaburnya berbagai macam karakter jelas ada di tim hoki perempuan India, di sanalah beberapa karakter sentral film ini menunjukkan dirinya : Vidya yang sabar, si mungil Komal yang bersaing dengan si cantik Pretty, dan karakter-karakter lain yang tidak kalah menonjol. Jangan lupakan pula karakter Khabir Kan yang menjadi ‘penggerak’ cerita film ini.

3. Shakrukh Khan juara! Saya memang gak kenal banyak aktor India, dan dari sedikit yang saya kenal itu, SRK menjadi salah satu yang terbaik. Aktingnya bagus banget! Penjiwaannya bagus sekali dan gak tau kenapa dia masih punya karisma yang sangat besar, memang pantas kalau ia disebut sebagai the next Amitabh Bachan. Salut Pak SRK!

4. Para aktrisnya juga bermain maksimal. Meski ada beberapa pemain yang terlihat ‘kebanting’ dengan aktris yang lain, tapi tetap kok kebanyakan pemainnya brakting maksimal. Saya suka banget sama pemeran Vidya dan Pretty, mereka cantik-cantik banget dan aktingnya juga bagus!

5. Semangat perjuangan dan kekompakan tim menjadi hal besar di film ini dan itu dipaparkan dengan cara yang menyenangkan. Senang dan terharu rasanya melihat perjuangan 11 perempuan berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka untuk tim hoki negaranya. Untuk para feminis, film ini cocok kalian tonton!

6. Di film ini gak ada adegan menyanyi dan menari yang biasa menjadi bagian film India. Hanya ada lagu-lagu pengiring, tanpa scene berjoged di tiang di pohon hehe. Lagunya enak untuk didengar, liriknya bagus dan sarat makna.

7. Ada beberapa kalimat di film ini yang cukup berkesan, ini yang sempat saya ingat :
- We never existed. It was only you
- It’s not strenght, but spirit that makes a team
- Not from behind. Have guts to attack from front!

8. Secara keseluruhan, film ini bagus banget dan menarik untuk ditonton. Sekedar catatan, Chakde! India berhasil meraih penghargaan tertinggi di penghargaan film di India untuk banyak kategori

4/5

Written by jemarihaqi

July 10, 2009 at 2:08 pm

Posted in Sinema

Tagged with

Juli

with one comment

Sudah bulan Juli.
Dan entah mengapa saya seringkali bingung dan malas untuk menulis di blog. Padahal banyak bahan untuk diceritakan. Padahal banyak sekali cerita untuk dibagi. Padahal saya ingin melampaskan aneka macam perasaan, tapi entah mengapa saya malas, saya tidak bersemangat mencari rentetan kalimat yang tepat, saya malas mengingat-ngingat dan kadang saya merasa bosan menarikan jemari tangan di atas keyboard laptop.

2009 tinggal enam bulan dan saya bertekad mengisi 6 bulan terakhir tahun ini dengan menghasilkan sesuatu, dengan membuat sesuatu, dengan menambah pundi-pundi tabungan agar tahun depan semua rencana yang telah saya canangkan bisa direalisasikan. Sebut saya pelacur, saya tidak keberatan. Kedepannya saya akan mencoba segala kesempatan, mencoba menemukan jalan lain untuk bisa menampilkan karya dan mendapatkan uang. Saya tau akan banyak rintangan yang datang, tapi semoga semuanya bisa berjalan lancar, sesuai dengan harapan.

Saya sedang membenahi majalah online Abjad yang hingga kini belum juga terbit. Iya, saya tau saya belum menjadi pemimpin redaksi yang baik. Tapi, saya sedang berusaha menuju ke arah sana. Saya belajar bersama tim redaksi untuk ke depannya bisa membangun majalah online yang berisi, yang bisa bertahan lama, bukan hanya majalah sesaat yang kemudian habis begitu saja tanpa sempat memberi apa-apa. Biar lambat, asal selamat, saya menggunakan moto itu untuk memperbaiki segala macam hal di Abjad. Teman-teman redaksi, sabar yaaa, insya Allah sebentar lagi konsep baru dan pelajaran yang sedang saya ambil bisa selesai dan kita bisa secepatnya menerbitkan impian kita ini, amien.

Skenario?

Saya gak mau banyak bicara mengenai hal ini. Saya belajar banyak dari pengalaman bahwa sesumbar terlalu banyak itu tidak baik. Maka itu, kalaupun kini saya sedang mempersiapkan sebuah proyek, saya memilih untuk menyimpannya, mengerjakannya hingga selesai sampai nanti kalau sudah selesai baru saya tuliskan di sini. Saya belajar banyak. Saya berusaha semampu saya. Dan saya yakin saya bisa. Perjuangan, pengorbanan, usaha, semua hal yang saya kerjakan pasti akan ada hasilnya. Mungkin tidak sekarang, tapi nanti.

Begitulah
Hari ketiga juli dan semuanya pasti akan menjadi lebih baik. Pasti

Written by jemarihaqi

July 3, 2009 at 8:16 am

Posted in Kehidupan

Proses

with one comment

Saya menghargai sekali apa yang disebut dengan proses
Saya mengerti sekali bahwa sesuatu yang terjadi secara instan bukanlah hal yang baik
Saya memahami bahwa proses adalah bagian dari pembelajaran
Saya menyadari sebuah proses akan penuh dengan perjuangan, air mata bahkan hingga tetes-tetes darah
Saya tahu itu. Dan saya berusaha menjalani itu dengan ikhlas.

Tapi terkadang, sebagai manusia, saya seringkali lelah.
Bukan-bukan, saya bukan marah, saya cuma merasa lelah. Hasil karya, perjuangan semalam suntuk, pengejaran impian dan usaha untuk meraihnya terkadang belum mencapai titik maksimal karena begitu banyak halangan yang menghadang, karena masih ada hal-hal yang belum bisa saya capai, karena masih ada harapan-harapan yang belum bisa saya puaskan. Tapi sekali lagi, itulah proses. Keletihan saya juga merupakan bagian dari proses.

Ya begitulah. Jujur, saya sebetulnya tidak tau mau menulis apa.
Hari-hari saya sedang disibukkan dengan pekerjaan. Fisik dan fikiran saya tergerus habis untuk membuat karya. Begitulah.. inilah proses saya menjadi manusia yang lebih baik, untuk menjadi seorang pro.

Written by jemarihaqi

June 29, 2009 at 10:17 am

Posted in Uncategorized

Garuda Di Dadaku

with 4 comments

Pemain : Emir Mahira, Aldo Tansani, Marsha Aruan, Ikranegara, Maudy Koesnaedi, Ari Sihasale, Ramzi
Sutradara : Ifa Isfansyah
Penulis : Salman Aristo
Produser : Shanty Harmayn
Produksi : SBO Films & Mizan Production

Akhirnya!
Saya tau telat banget karena baru nonton GDD sekarang, tapi gimana doong, minggu lalu saya 4x ke bioskop dan keempatnya harus rela gigit jari karena tiketnya sold out terus! Disatu sisi saya kesal karena kehabisan tiket, tapi disisi lain saya juga senang karena film dengan kualitas bagus seperti GDD bisa diapresiasi dengan baik oleh masyarakat Indonesia

1. Cerita film ini saya rasa dekat dengan kehidupan para anak SD kebanyakan, salah satu contohnya sepupu saya yang sama-sama duduk di bangku kelas 6 SD dan juga bermimpi menjadi pemain sepakbola. Salman Aristo, sebagai penulis skenario, mampu menuliskan cerita yang bagus sekali, yang bisa membuat penontonnya terhibur sekaligus terinspirasi. Ini adalah salah satu skenario terbaik yang dibuat Mas Aris, salut!

2. Karakter di film ini kuat banget. Saya suka karakter Bayu, sama seperti saya mencintai karakter Heri dan Kakek. Jangan lupakan karakter Bang Dulloh yang selalu bisa menyegarkan suasana! Dan karakter-karakter ini terbangun dengan sangat baik dan penonton bisa mengikuti perkembangannya lewat cara yang enak.

3. Unsur drama film ini memang sangat kental, tapi tidak terasa membosankan, selipan komedi -yang biasanya terjadi lewat karakter Bang Dulloh- selalu bisa membuat saya menarik bibir dan tersenyum geli.

4. Satu lagi aktor berbakat lahir : Emir Mahira. Doooh nemu dimana sih anak kayak dia? hehe. Aktingnya bagus, permainan bolanya oke, dan dia bisa menghidupkan karakter Bayu dengan maksimal. Chemistrynya dengan semua tokoh terjalin baik, mulai dari Heri, Kakek dan juga Ibu. Cool debut Emir!

5. Ikranegara dan Ramzi juga sukses mencuri perhatian. Karakter Kakek yang disiplin dan cenderung keras bisa dimainkan dengan sangat baik oleh Pak Ikranegara. Dan Ramzi? Sisi komikalnya lewat dialog dan ekspresinya sukses membuat Bang Dulloh menjadi salah satu karakter yang dicintai penontonnya

6. Selain menelurkan Emir Mahira, film ini juga melahirkan Ifa Isfansyah sebagai salah satu sutradara berkualitas. Sebelumnya nama Ifa dikenal lewat film-film pendeknya yang berhasil meraih banyak penghargaan, dan lewat GDD Ifa berhasil membuktikan diri bahwa film panjangnya (saya ramalkan) akan banyak berbicara di berbagai penghargaan. Ditunggu film-film berikutnya!

7. Salut untuk art director film ini! Suka banget dengan setting dan berbagai printilan untuk menunjang kehidupan karakter Bayu, Heri dan Zahra. Saya juga suka banget dengan panorama di kuburan yang dipakai Bayu untuk berlatih sepakbola

8. Soundtrack? 1 kata : maknyoss. Mendengar lagu Garuda di Dadaku dinyanyikan, otomatis -entah kenapa- saya langsung ikut bernyanyi dan ada percikan-percikan semangat di dada. Serius, efek lagunya dahsyat!

9. Menyoal masalah pesan dan isi GDD, saya rasa banyak sekali hal yang bisa didapat lewat film ini. Inspirasi? ada. Semangat nasionalisme? jelas. Kritik sosial? dapet. Persahabatan? he-eh. Kekeluargaan? iya. Pengejaran mimpi? banget. Lengkap deh

10. Keseluruhan, film Garuda Di Dadaku adalah film yang sangat baik. Petualangan Sherina, Denias, King dan Garuda di Dadaku adalah 4 film anak yang patut mendapat apresiasi tinggi

4/5

Written by jemarihaqi

June 26, 2009 at 7:42 am

Omesh!

with 2 comments

Ada yang request foto-fotonya Omesh pas outing lomo kemarin, ini ada tambahan fotonya Omesh nih :

Written by jemarihaqi

June 23, 2009 at 3:08 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with

KING

with 7 comments

Pemain : Rangga Raditya, Lucky Martin, Mamiek Prakoso, Surya Saputra, Ario Wahab, Wulan Guritno, Valerie Thomas, Asrul Dahlan
Sutradara : Ari Sihasale
Penulis : Dirmawan Hatta
Produksi : Alenia Pictures

Lagi, Indonesia disuguhi cerita mengenai pengejaran mimpi seorang anak. Denias -yang sangat mengagumkan itu-, Garuda Di Dadaku -yang belum juga saya tonton karena tiketnya yang selalu sold out- dan kini ada King, sebuah film berlatar belakang kehidupan seorang anak bernama Guntur yang ingin menjadi pebulutangkis handal seperti Liem Swi King.

1. Cerita film ini bagus banget, dan peramu cerita awal di film ini -kalo gak salah Mas Ale dan Mbak Nia- memasukkan beberapa kehidupan Liem Swi King di film ini, termasuk memakai nama Guntur dan wujud karakter Bapak yang disiplin dan galak

2. Saya suka sekali bagaimana porsi film ini dibagi. Cerita Guntur dengan sang Bapak -yang sukses membuat saya menangis karena terharu-, persahabatan Guntur dengan Raden, usaha Guntur untuk mengejar mimpinya, kesemua itu diceritakan dengan porsi yang pas, dituturkan dengan cara yang enak dan pada akhirnya menemukan muara yang sangat menyenangkan

3. Di awal film cerita film ini memang sedikit berjalan lamban dan beberapa bagian ada yang memakai simbol-simbol gambar. Tapi pada akhirnya awal film -sekitar 20 menit pertama- yang terasa datar berhasil ditutup dengan perjalanan cerita yang menarik kok!

4. Akting Rangga Raditya sebagai Guntur patut diacungi jempol, kepolosan dan bagaimana ia berbicara disampaikan dengan baik. Chemistrynya dengan Lucky Martin (Raden) juga terlihat nyambung dan pas. Begitupula dengan ikatan emosional Guntur dengan Bapaknya, Rangga berhasil membuat saya terpukau dengan aktingnya yang bisa klop dengan Mamiek Prakoso. Rangga Raditya bisa saja menjadi the next Albert Fakdawer -Denias- atau anak-anak Laskar Pelangi

5. Mamiek Prakoso bagus banget aktingnya! Gak nyangka Mas Mamiek yang biasa komikal bisa berubah menjadi sangat serius dan berakting dengan sangat baik di film ini. Salah satu pendukung yang berhasil menunjukkan akting prima di sini adalah Mas Mamiek -beserta Asrul Dahlan yang juga menunjukkan penampilan yang mengesankan.

6. Debut penyutradaraan Ari Sihasale ini patut diacungi jempol! Suami Nia Zulkarnaen ini bisa menyajikan gambar-gambar yang indah, sudut pengambilan gambar yang enak dilihat dan menyajikan keseluruhan film King dengan baik banget. Debut yang menjanjikan, Mas Ale!

7. Mengacu pada poin nomer 6, sinematografi film ini memang dahsyat sekali! Mata kita akan disuguhi hamparan pemandangan yang sangat-sangat indah. Ingat Denias? Naaah di sini kalian akan menemukan gambar-gambar indah seperti yang ada di film itu. Hamparan pepohonan, kijang-kijang yang berlarian, pemandangan kawah dan gunung, kesemuanya membuat mata terpuaskan

8. Soundtrack film yang dinyanyikan Ipang -bekerjasama dengan Ridho Slank- asik abis nih! Nyanyiannya simpel, enak didengar dan sekaligus dapat membangkitkan semangat nasionalisme

9. Banyak pesan moral yang ingin disampaikan film ini dan menurut saya KING berhasil menyampaikannya dengan cara yang enak. Saya senang sekali dengan film-film positif seperti ini, film yang bisa membangkitkan penontonnya untuk terus bermimpi dan meraih mimpinya tersebut. Hebat!

10. Secara keseluruhan, KING adalah film yang bagus. Kamu suka Denias? Kalau kamu suka, kemungkinan besar kamu juga akan menyukai King. Wajib tonton!

4/5

Pictures

with one comment

Hari Minggu kemarin saya karaoke di Happy Song PIM dan menemukan lagu-lagu Maissy. Maaf ya Meees, gue gak bisa berenti ngakak ngeliat betapa lucunya elo dulu hehehe :p

Hari Senin kemarin saya datang ke press screening film KING dan bertemu lagi dengan Mbak Wulan Guritno. Heiii Mbak WG, sukses buat filmnya ya Mbaaaak!

Written by jemarihaqi

June 23, 2009 at 10:35 am

Action!

with 3 comments

Hello!
Hari ini saya ikut serta di outing lomo film Heartbreak.com. Jadi ceritanya hari ini ada pengambilan foto untuk properti di dalam film, jadilah beberapa kru + talent film ini meluncur ke kawasan Kota Tua untuk foto-foto dari pagi sampai sore! Pemotretannya berlangsung seru -walau harus berpanas-panasan karena kita ngejar matahari (fyi : pemotretan dimulai tepat jam 12 siang, grrr panasnya beneran deh bikin kulit sakit hehe). Foto-fotonya sih asik yaa, karena kan fotografernya (Mas Hadi) emang udah profesional, dan para talentnya juga sangat kooperatif, jadi kerjanya juga enak. Ini foto-foto yang saya ambil dengan kamera digital punya kantor, mungkin ada yang berminat melihat hehe

Raihaanun Nabila (Nayla) & Richa Novisha (Raya)

Ananda Omesh (Wawan)

Ramon Tungka (Agus), Raihaanun Nabila (Nayla),  Richa Novisha (Raya), Ananda Omesh (Wawan)

Ramon Tungka & Ananda Omesh (Wawan)

Dua Gadis Manis + Dua Pria Gila

Saya dan Raihaanun ;p

Riza, Tasya, Haqi, Putri

Raihaanun Nabila (Nayla) & Ramon Tungka (Agus)

Richa Novisha (Raya) & Ananda Omesh (Wawan)

Action!

Written by jemarihaqi

June 20, 2009 at 5:21 pm

Trailer Macabre

leave a comment »

Belom lihat trailer Macabre? Silahkan diklik aja video di atas, kalo suka mohon bersabar karena kemungkinan besar filmnya baru akan tayang Oktober tahun ini :)

Written by jemarihaqi

June 20, 2009 at 1:36 pm

Posted in Sinema

Tagged with

2 Film

with one comment

Kemarin sempat menonton dua film ini ditengah gempuran dedline sinopsis. Menonton saat tengah malam, berusaha menghalau kantuk dengan menyuguhkan sebuah tontonan untuk mata, beruntung dua film ini enak untuk dinikmati dan berhasil membuat kantuk saya tertunda.

The Cake Eaters
Kristen Stewart & Aaron Stanford

Sebuah film dengan cerita sederhana yang enak untuk diikuti. Dari segi cerita film ini memang tergolong sederhana banget -kalo gak mau dibilang biasa aja dan cenderung datar. Tapi beruntung pengemasan film ini tidak sesederhana ceritanya. Saya suka akting Kristen Stewart dan chemistrynya dengan Aaron Stanford yang terjalin manis. Sinematografi film ini ciamik, beberapa dialognya juga berhasil mencuri perhatian.

2.5/5

Hallam Foe
Jamie Bell & Sophia Myles

Saya suka film ini. Cerita sederhana tapi dituturkan dengan cara yang asik, yang membuat saya betah mengikuti jalinan ceritanya. Karakter Hallam juga seru, sebagai tokoh sentral film ini karakter Hallam boleh dibilang cukup kuat dan beruntung bisa dimainkan dengan pas oleh Jamie Bell. Satu kelebihan film ini yang sangat menonjol adalah soundtracknya yang sangat easy listening. Opening title yang dikemas dalam bentuk animasi juga menjadi sebuah hiburan tersendiri. Menarik!

3.5/5

Kristen Stewart

Written by jemarihaqi

June 19, 2009 at 7:56 am