Alangkah Lucunya Negeri Ini

Genre: Komedi Satir
Pemain : Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asruh Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia
Penulis : Musfar Yasin
Sutradara : Deddy Mizwar
Co Sutradara : Aria Kusumadewa
Produksi : Citra Sinema
Rilis : April 2010
Plot Outline:
Pendidikan itu penting. Karena berpendidikan, maka kita tahu bahwa pendidikan itu tidak penting



My Name Is Khan
Setelah 3 Idiots, kayaknya selanjutnya My Name Is Khan layak ditonton di bioskop nih
Kecil = Besar
Kecil tidak selalu kecil
Kecil bisa saja besar
Tidak semua yang kecil adalah kecil
Tidak semua yang kecil tidak besar
*maaf jika awalan entri ini agak membingungkan dan sok filosofis hihi
Remaja = anak muda
Remaja seringkali dipandang sebelah mata. Dipandang kecil. Diremehkan. Dianggap tidak bisa apa-apa. Seringkali para remaja terhalang untuk menunjukkan kemampuannya karena anggapan dangkal di atas. Adanya pemikiran sempit dan keadaan yang tidak kondusif bisa saja menghambat para remaja untuk maju. Namun, remaja-remaja berikut berhasil membuktikan diri bahwa walau dari segi umur masih terbilang kecil, mereka bisa melakukan sesuatu yang besar

Gita Gutawa (penyanyi)
Penyanyi cantik ini telah meraih penghargaan tertinggi dengan menjadi juara umum dan mengalahkan kontestan dari 86 negara lain di ajang 6th International Nile Song Festival di Kairo, Mesir tahun 2008 lalu.

Rio Haryanto (pembalap)
Selain menduduki peringkat keempat di kejuaraan gokart dunia, Rotax Max Grand Final 2008 di Italia, Rio juga telah menjuarai Formula BMW Pacific 2009 dan Formula Renault Asia 2009.

Marcella Pranovia (pegolf)
Gadis Sampul 2009 ini berhasil meraih juara 2 dalam ajang Junior World Cup 2008, selain itu ia juga meraih ranking ketigabelas di Santi Cup 2009 yang merupakan ajang kejuaraan golf wanita se-Asia
Kevin Winata (pelajar)
Meraih medali emas di ajang International Physic Olympic 2008 di Vietnam. Sebelumnya ia juga meraih medali emas di ajang Asia Pacific Olympiad 2008 di Mongolia

Farida Susanty (penulis)
Lewat novel perdananya yang berjudul Dan Hujan pun Berhenti, Farida berhasil mencuri perhatian dunia sastra nasional dan pencapaian terbesarnya diperoleh ketika meraih juara dalam kategori Penulis Berbakat di ajang Khatulistiwa Awards 2007
Selain 5 nama diaatas masih ada lagi nama-nama lain seperti : Fibriani Ratna Marita (perenang), Angelina Veni Johanna (peraih medali perak olimpiade sains), Rama Widi (penyanyi), Oscar Lawalata (perancang busana), Alanda Kariza (aktivis), Henry Riadi (sutradara), Kevin Sujanto (pemusik), Billy Budiman (ekonom), Dewa Klasik Alexander (aktivis), serta masih banyak nama-nama lain yang tidak bisa disebut satu per satu
Mereka mampu membuktikan bahwa remaja juga bisa bersuara
Mereka adalah pahlawan muda. Mereka berhasil membuktikan bahwa anak muda, sosok yang sering dianggap kecil, bisa melakukan sesuatu, bisa meraih hal besar. Mereka berhasil membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berprestasi, untuk memberikan sumbangsih bagi negara
Kamu remaja dan merasa belum melakukan apa-apa? Merasa gak bisa apa-apa? Oh come on, sekarang udah 2010, pesimis udah gak jaman! Optimis dong, semua orang punya kelebihan dan gunakan kelebihan itu agar kamu juga bisa maju, agar kamu juga bisa meraih sesuatu, meraih mimpimu dan bergabung menjadi pahlawan muda seperti nama-nama di atas
Jangan langsung ke hal yang besar
Mulailah dari sesuatu kecil. Sesuatu yang kamu suka. Ingat, melakukan sesuatu yang kamu suka secara sungguh-sungguh akan bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Mungkin tidak bisa terlihat hasilnya dalam waktu instan, ada proses untuk mencapainya, namun percayalah, hal itu akan terjadi. Kamu suka kompetisi? Ikutilah aneka macam lomba! Jadilah juara, ukirlah prestasi. Banyak kompetisi yang diselenggarakan di negara ini, ikutilah salah satunya -seperti saya yang mengikuti kompetisi Djarum Black Blog Competition Vol 2 ini-. Kamu merasa kreatif dan penuh inovasi? Ada ajang Blackinnovationawards untukmu. Kamo jago modifikasi motor? Ada ajang Djarum Black Motodify untukmu. Kamu hobi balap slalom? Ada ajang Djarum Black Night Slalom untukmu. Selain itu, masih banyaaaaaak sekali kompetisi di negeri ini yang bisa kamu ikuti, kompetisi di segala bidang, dengan banyak kategori dan tingkatan yang bisa kamu ukur sesuai kemampuanmu
So, buktikan bahwa kecil bisa menjadi besar
Buktikan bahwa sesuatu yang besar bisa datang dari sesuatu yang kecil, seperti rokok Djarum Black Slimz yang bisa memberikan kenikmatan besar meski ukurannya kecil -bahkan diklaim sebagai rokok hitam terkecil se-Indonesia
Inilah saatnya bangkit!
Saatnya menjadi anak kecil yang besar
Januari
Agar tidak bingung mengingat ketika membuat Kaleidoskop di akhir tahun, saya mencoba untuk disiplin membuat catatan bulanan yang nantinya menjadi bahan untuk membuat Kaleidoskop akhir tahun. Sama sekali bukan bermaksud pamer, ini malah akan saya pergunakan sebagai bahan untuk bisa belajar dan (nantinya) bisa mengisi hidup dengan cara yang lebih baik. Inilah, yang saya lakukan di bulan Januari :
1. Mengawali tahun bersama teman di kompleks rumahnya Gama. Mengawali tahun baru dengan semangat cinta baru
2. Berjalan-jalan bersama Kinjie ke Kemang dan merencanakan safari Januari ke Taman Safari
3. -
4. Meeting script Guide Cilik di Trans TV
5. -
6. -
7. Meeting talent di Trans TV. Main-main ke lokasi syuting Pacarku Ganti Body di Taman Menteng.
8. Menyelesaikan draft 1 Guide Cilik. Hari Untuk Amanda, film pertama di 2010 yang saya tonton. Bagus dan menyentuh
9. Mendapat kabar gak enak : posisi saya sebagai penulis skenario di project Guide Cilik digantikan orang lain. Kecewa, namun pada akhirnya kekecewaan ini yang menggerakkan saya untuk (kembali) belajar dan memperbaiki kualitas penulisan saya
10. Bad mood seharian karena tidak jadi menulis Guide Cilik
11. Melakukan safari Januari ke Taman Safari bersama Kinjie, Aldy dan Sendy. Akhirnya bisa kabur sejenak dari Jakarta dan menikmati liburan singkat bersama teman-teman. Perjalanan pendek yang mengasikkan!
12. -
13. -
14. -
15. Nonton 3 Idiots di Blitz Megaplex, Grand Indonesia bersama Jenny Jusuf. Pengalaman pertama nonton film Bollywood pertama di bioskop dan sama sekali tidak mengecewakan! Kembali ke Writer’s Pool, berjumpa lagi dengan Kak Gina, Mas Aris dan teman-teman yang lain
16. Reuni dengan teman-teman SMP 49 angkatan 2005. Ditutup dengan menonton The Spy Next Door di Pejaten Village
17. -
18. Nonton 3 Idiots untuk yang keduakalinya, kali ini di Blitz Megaplex, Mall of Indonesia, bersama Irvan. Dengan noraknya mencoba pengalaman perdana nonton di Dining Cinema
19. FTV Hantu Loker 13 tayang di Trans TV. Meski saya (cukup) kecewa dengan ekskusinya -yang berbeda dengan bayangan saya- namun saya lega karena rating/share FTV ini bagus dan kabarnya menduduki peringkat 5 besar rating tertinggi nasional
20. Berdiskusi dengan 2 sahabat saya : Irvan dan Akbar, lalu mendapat ide bernama : Mimpi-Mimpi Babu
21. Membantu mengurus talent Seleb Masuk Desa, Nation Pictures
22. Mendaftarkan diri di Kompetisi Djarum Black Blog Competion Vol. 2
23. Reuni kelas III-8 SMP 49 angkatan 2005. Kembali bertemu teman-teman dan bernostalgia akan kebodohan di masa ‘muda’ *alaaah haha. Hari ini ditutup dengan menyaksikan Nine.
24. Mengirim beberapa sinopsis ke seorang sutradara
25. Workshop Salman Aristo day 1. ‘Ngintilin’ Mas Aris workshop di Trans TV untuk divisi news. Seru, dapet ilmu banyak dan nambah pengalaman baru! Nonton Jejak Darah
26. Workshop Salman Aristo day 2. Mengirim CV dan surat lamaran pekerjaan ke Trans Studio untuk mengisi divisi kreatif. FTV saya tayang di Trans TV, judulnya Pacarku Ganti Body dan mendapat rating/share yang cukup baik. Nonton 18 +
27. Workshop Salman Aristo day 3. Dipanggil interview di Trans Studio.
28. Workshop Salman Aristo day 4. Interview pertama di Trans Studio dengan Pak Richard Andries, HRD, berjalan sukses dan lancar.
29. Workshop Salman Aristo day 5. Interview kedua di Trans Studio dengan Pak Cipta, alhamdulillah juga berjalan lancar
30. Mempersiapkan sinopsis baru setelah sinopsis drama di Trans TV ditolak. Harus mempersiapkan sinopsis horor ke Trans, sinopsis drama cinta ke Mas Delon, sinopsis yang lain ke sutradara. Yeaaaah, sinopsis day!
31. Menutup bulan Januari dengan bersantai di rumah
I’ve got the power

Iseng-iseng saya tadi berkunjung ke portal online Djarum Black Menthol. Di sana saya menemukan satu kalimat bagus : I’ve got the power. Satu kalimat inspiratif. Satu kalimat yang bisa menjadi mantra (baru) bagi saya.
Power
Semua orang butuh itu, bukan?
Semua orang butuh kekuatan, termasuk saya. Semua orang selalu membutuhkan kekuatan untuk apapun yang ia jalani di dalam hidupnya, termasuk saya.
Hidup saya boleh dibilang sedikit berbeda dengan remaja kebanyakan
Ketika akan lulus SMA, saya tidak mendaftarkan diri untuk mengikuti serangkaian tes untuk bisa masuk ke PTN. Saya juga tidak membeli formulir untuk nantinya kuliah di uni swasta. Saya hanya berdiam diri. Ada keinginan kecil di hati saya untuk melanjutkan kuliah di uni swasta dan mengambil jurusan jurnalistik, tapi keinginan yang jauh lebih besar adalah : saya ingin istirahat, saya ingin memasuki dunia baru. Jujur, ketika itu saya merasa lelah. Saya muak dengan lembaga pendidikan formal yang (bagi saya) selalu memenjarakan saya.
Bersamaan dengan itu, ada satu tawaran pekerjaan datang dari sebuah rumah produksi.
Saya datang. Saya mengikuti interview dan tanpa proses berbelit, saya mendapatkan pekerjaan itu. Pekerjaan sudah di tangan. Pengumuman tes PTN yang diikuti teman saya juga sudah ada di depan mata. Ketika itu, saya merasa bangga dengan diri saya karena akan bekerja, namun -entah dari mana datangnya- saya juga merasa kecil hati, saya merasa seperti alien, saya merasa aneh sendiri karena menempuh jalan yang berbeda, tidak seperti teman-teman saya
Ketakutan saya menjadi nyata
Berselang satu bulan, teman-teman saya heboh memasang foto diri masing-masing dengan jaket almamater kampusnya di Facebook. Keceriaan mereka memasuki wilayah belajar yang baru tampil di jejaring sosial, dan sukses membuat saya iri hati. Bulan-bulan pertama bekerja memang terasa aneh, terlebih dengan bayangan dunia kerja (dimana di imajinasi saya berbentuk seperti ini : satu kantor yang terdiri dari banyak divisi, banyak orang, dengan pekerjaan yang jelas dan waktu kerja yang pas) yang ternyata jauh meleset (karena dalam kenyataannya : saya bekerja di sebuah rumah produksi yang hanya punya 3 karyawan (1 produser, 1 line producer, 1 office boy dan saya), dimana pekerjaan saya juga belum jelas, dimana saya harus mau memaksa diri saya untuk belajar sendiri -karena saat itu line producer saya sedang luar biasa sibuk mempersiapkan 1 film layar lebar-, dan dimana saya pada akhirnya sempat merasa salah tempat
Saya merasa tidak punya teman
Dan di Facebook saya melihat teman-teman saya memasuki kehidupan baru yang (tampak) mengasikkan. Mereka berfoto beramai-ramai, memakai jaket almamater, dan tersenyum ceria. Mereka nampak bahagia. Berbeda dengan saya yang ketika itu merasa kebingungan
Saya merenung
Saya mengkaji ulang
Saya mencoba belajar
Hasilnya : saya sadar bahwa inilah pilihan yang sudah saya ambil
Saya menemukan kekuatan itu. I’ve got the power, dude!
Hidup itu pilihan, kan? Dan saya akhirnya sepenuhnya sadar bahwa inilah pilihan saya. Satu pilihan dimana saya memilih untuk meninggalkan -sejenak- dunia pendidikan formal, memasuki dunia baru, memasuki tempat dimana saya bisa mendapatkan dua hal : pelajaran dan uang
Mungkin saya memang tidak bisa memasang foto ciamik, bergaya ganteng dengan tangan masuk ke saku jaket almamater, lengkap dengan senyum lebar. Mungkin saya memang tidak bisa berpartisipasi dalam kegiatan Autoblackthrough goes to campus karena saya tidak berkuliah. Mungkin saya memang tidak bisa merasakan seru-serunya masa Ospek
Tapi satu hal yang pasti : saya juga belajar
Di dunia kerja, banyak sekali pelajaran yang saya dapat. Kini, tepat ketika saya bekerja selama 1.5 tahun, saya sadar betul banyak sekali hal yang sudah saya dapat. Tidak hanya materi, namun juga ilmu, dan aneka macam hal yang membuat saya tumbuh.
I’ve got the power. Saya punya kekuatan untuk melangkah, mengejar mimpi saya walau prosesnya berbeda dengan apa yang ditempuk teman-teman saya. Kekuatan itu hingga kini masih ada. Kekuatan itu hingga kini masih terus menyala, dan saya berusaha untuk menjaganya.
Kapan saya kuliah? Hmmmm, perlukah saya jawab? ;p
Foto : Lalla Pratami
18+

Pemain : Adipati, Stevanie Nepa, Samuel Zyglwyn, Leylarey Lesesne, Aruma Bachsin, Wulan Guritno
Sutradara : Nayato Fio Nuala
Penulis : Ery Sofid, Eka D Sitorus, Viva Westi
Produser : Chand Parwez Servia
Produksi : Pt. Kharisma Starvision Plus
Saya cenderung berlidah silet dalam menanggapi sebuah film
Blog saya ini bahkan pernah mendapat caci maki ratusan komentar dari orang yang tidak setuju dengan pendapat yang saya utarakan. Saya tidak pernah bermaksud menjelek-jelekkan. Satu hal yang perlu diingat : saya hanya mengeluarkan pendapat dan pendapat saya adalah satu hal jujur yang memang saya rasakan, tanpa pernah ada maksud untuk menjelek-jelekkan, saya malah berharap sekali tulisan saya bisa menjadi semacam kritik yang membangun
Film Indonesia ketiga yang saya tonton di tahun 2010 adalah 18 +, dan film ini adalah film kedua di tahun ini yang tidak masuk kategori spesial, menurut saya -sebelumnya ada film Jejak Darah. 18+ menyajikan terlalu banyak konflik yang tidak digarap dengan maksimal, aneka macam konflik dan penuturan yang terasa tumpang tindih menjadi satu problem krusial film ini. Mungkin karena ada 3 penulis skenario makanya ceritanya jadi terasa diaduk-aduk dan kurang ‘tercampur’ dengan enak, mungkin terlalu banyak adonan hingga jadinya berlebihan. Mungkin. Satu yang pasti, masalah utama film ini ada di cerita yang menghabiskan durasi nyaris 2 jam namun terasa kurang ‘isi’
Detail tokoh terasa kurang jelas, beberapa scene tidak penting -yang sangat bisa dihapus- dan saya kurang mengerti apa maksudnya, serta bagian menuju ending yang terasa ‘dipaksakan’ adalah hal yang secara refleks tercatat di otak saya. Belum lagi dengan dialog-dialog ‘lucu’ yang membuat saya terbahak -meski di adegan yang berpotensi membuat air mata menetes
Dari bagian akting, cuma Wulan Guritno yang menunjukkan kemampuan prima. Saya tidak berlebihan tapi kali ini Wulan kembali menjadi penyelamat dari jajaran pemain lain yang terasa kedodoran. Bintang-bintang remaja ini perlu sekali belajar akting dari Wulan, seseorang yang menurut saya paling bisa akting di film ini. Kemunculan yang sedikit tapi berkesan, itulah yang penting, bukan kemunculan dari awal hingga akhir namun terasa tanpa nyawa.
Saya rindu cara penyutradaraan Nayato seperti dulu. Saya suka film Cinta Pertama & Butterfly, sebuah kisah simpel yang digarap Nayato dengan penceritaan yang menyentuh dan ditambah panorama indah yang menarik mata. Saya menantikan Nayato kembali menyajikan itu, tapi di 18+ saya tidak menemukan itu, sepertinya formula penyutradaraan Nayato sudah sedikit bergeser, mungkin Nayato memang benar-benar terinpirasi oleh Wong Kar Wai -salah satu buktinya ada poster film sutradara tersebut di film ini
Begitulah, 18+ bukan film istimewa
Di film ini, hanya Wulan Guritno yang bisa mencuri perhatian saya
2/5
Oh ya, saya sempat mengingat beberapa dialog di film ini :
Aku sayang kamu
Kalo tete aku kempes dan pantat aku penyok?
Aku makin cinta kamu
Kamu cinta aku?
Aku cinta kamu
Cinta yang kayak gimana?
Maunya yang kayak gimana?
Cinderella
I love you
Really?
With all my heart
Udah kayak sinetron yaaa..
Seharusnya Mama cari kesibukan ya. Tapi Mama gak bisa apa-apa. Mama cuma bisa browsing internet, trus masturbasi. Ibu macam apa saya?
Ingat gak? Saya gak enak di tempat tidur, kamu gak enak di meja makan
Aku emang bukan perawan lagi, tapi bukan berarti aku gampangan
Emang lo butuh berapa?
50 juta
Gila lo! Gue berapa kali ngangkang buat dapet duit segitu?
Janji lo seminggu. Seminggu itu TUJUH hari
Aku seneng kehujanan di sini sama kamu
3 Film
Beberapa hari ini ada 3 film yang sudah saya tonton. Berikut review singkatnya :

Match Point
Pemain : Jonathan Rhys Meyers, Scarlett Johansson, Emily Mortimer, Matthew Goode
Sutradara : Woody Allen
Penulis : Woody Allen
Produser : Letty Aronson, Gareth Wiley & Lucy Darwin
Produksi : BBC Films, Thema Production SA
Cerita yang sederhana, tentang cinta yang bercabang. Sebuah konflik yang biasa, namun karena yang menggarapnya adalah seorang Woody Allen, kisah ini menjadi tidak biasa. Penuturan Allen dan caranya bercerita -didukung oleh setting yang menarik- membuat Match Point sangat enak dinikmati. Cantiknya Scarlett Johansson jelas menjadi sebuah hal yang sangat menarik di film ini. Chemistry Jonathan Rhys Meyers dan Scarlett Jo juga cukup terjalin baik. 1 kata : menarik
3,5/5

Nine
Pemain : Daniel Day-Lewis, Judi Dench, Nicole Kidman, Marion Cotillard, Penélope Cruz, Sophia Loren, Kate Hudson, Fergie
Sutradara : Rob Marshall
Penulis : Michael Tolkin , Anthony Minghella
Produser : Rob Marshall, Marc Platt, Harvey Weinstein, John DeLuca, Maury Yeston
Produksi : Relativity Media, Lucamar Productions
Film penuh bintang, ada enam pemenang Oscar di film ini, sekali lagi ENAM! Sayangnya dari enam itu hanya ada 2 yang mampu memikat saya : Marion Cotillard -yang sangat cantik dengan akting memikat!- dan Penelope Cruz -yang sangat seksi dan sensual. Film ini -sejujurnya- cukup membosankan untuk saya, tidak seperti karya Marshall lain, Chicago, yang berhasil meraih Oscar untuk film terbaik dan juga berhasil membuat saya melek sepanjang film. Tanpa Marion & Penelope, buat saya Nine bukan karya yang spesial
2.5/5

Jejak Darah
Pemain : Mentari Egan, Thalita Latief, Dimas Aditya
Sutradara : Nur Hidayat
Sebuah film yang biasa saja, bahkan nyaris membuat saya tertidur karena -jujur- membosankan dan datar. Sebenarnya cerita film ini cukup menarik, tapi sayang ekskusinya berantakan dengan alur yang gak enak diikuti. Belum lagi dengan alur cerita yang tidak enak dan beberapa detail yang kurang diperhatikan. Akting yang paling baik ditunjukkan Mentari, selebihnya? biasa saja, bahkan banyak peran pendukung yang menunjukkan akting yang -boleh dibilang- cukup buruk. Ide yang cukup menarik dengan penggarapan yang berantakan, sayang sekali
2/5
Ada Apa Dengan Cinta? #
BLACK IN NEWS :

Ada Apa Dengan Cinta (2002) adalah film yang sangat fenomenal
Pada zamannya, film ini berhasil menjadi trend setter di kalangan anak muda, contohnya membuat sastra -khususnya Chairil Anwar & buku AKU- menjadi kegemaran baru anak muda, dan membuat siswi SMA bergaya seperti Cinta dimana kaus kaki selutut dan kipas-kipas centil menjadi ‘aksesoris’ wajib. Tidak hanya itu, yang patut diperhatikan adalah bahwa setelah Ada Apa Dengan Cinta, para pemain di film ini seketika melonjak ke tangga popularitas tertinggi, tidak hanya untuk Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, tetapi juga untuk keempat aktris yang menjadi sahabat Cinta. Mari kita bahas satu per satu
Diandra Paramita Sastrowardoyo
Sebelum AADC : Gadis Sampul 1996 ini sebelumnya bermain di film Bintang Jatuh dan Pasir Berbisik. Dian juga dikenal lewat beberapa video klip dan iklan. Sebelum berperan sebagai Cinta, Dian mengakui bahwa tidak terlalu banyak orang yang mengenalinya, paling-paling hanya pembaca setia majalah GADIS yang akrab dengan wajahnya karena sering melihat di majalah

Setelah AADC : Nama Dian langsung menjadi perbincangan, hampir semua media mengeksposnya karena berhasil menghidupkan karakter Cinta. Majalah Hai memberikan gelar Celeb Of The Year 2002 untuknya dan piala Citra untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam FFI 2004 berhasil diraihnya. Setelah AADC, Dian ikut ambil bagian di film Banyu Biru, Ungu Violet, Belahan Jiwa, (Bukan) Kesempatan Yang Terlewat, Drupadi dan terakhir ia berperan sebagai penyanyi dangdut di film 3 Doa 3 Cinta -dimana di film ini Dian ‘reunian’ dengan Nicholas
Nicholas Saputra

Sebelum AADC : Nicholas Saputra adalah pelajar di SMA 8 Jakarta sekaligus seorang model.

Setelah AADC : Nicholas menjelma menjadi salah satu aktor papan atas yang cenderung selektif memilih peran. Selepas AADC, Nicho bermain di film Biola Tak Berdawai, Janji Joni, Gie -yang mengantarnya menjadi Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2005-, 3 Hari Untuk Selamanya -yang mempertemukannya kembali dengan Adinia Wirasti-, Cinta Setaman, Drupadi dan terakhir di film 3 Doa 3 Cinta. Selain itu, Nicho juga menjadi presenter di Channel V. Tahun lalu, Nicho juga berada dalam jajaran juri dalam ajang Blackinnovationawards
Ladya Cheryl Baharrizki

Sebelum AADC : Juara Favorit Top Guest 1997 dan Juara II Wajah Femina 2000 ini sebelumnya dikenal sebagai model, bintang video klip dan iklan

Setelah AADC : Berperan sebagai Alya, dimana debutnya ini berhasil menghantarkan Ladya meraih nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik FFI 2004 -sayangnya ia dikalahkan oleh Rachel Maryam. Setelah itu Ladya bermain di film Biarkan Bintang Menari, Kara Anak Sebatang Pohon -film ini sempat diputar di Festival Film Cannes 2005-, Banyu Biru, Babi Buta yang Ingin Terbang dan Fiksi -lewat film ini Ladya dinominasikan sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam gelaran FFI 2008
Kurniati Kamalia

Sebelum AADC : Juara pertama Covergirl 1997 ini sebelumnya dikenal sebagai pemain sinetron lewat beberapa sinetron yang ia bintangi. Sebelumnya Titi juga sempat ikut ambil bagian di film Tragedi

Setelah AADC : Pemeran Maura ini mencuri perhatian lewat beberapa sinetronnya, salah satunya lewat sinetron Chanda dimana ia berperan sebagai gadis yang menderita keterbelakangan mental. Titi termasuk aktris produktif, ia menjadi ‘lulusan AADC’ yang paling sering tampil, selain bermain di film Eiffel I’m In Love, Mendadak Dangdut -yang menghasilkan nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik di FFI 2006-, Drop Out, Tri Mas Getir, Tipu Kanan Tipu Kiri, Doa yang Mengancam, Barbi3, Titi juga ikut berperan di sejumlah sinetron. Selain itu, karena sukses bernyanyi di film Mendadak Dangdut, di akhir tahun 2008 Titi meluncurkan single Lebih Baik Sendiri.
Adinia Wirasti

Sebelum AADC : Menurut informasi dari wikipedia, sebelum berperan sebagai Karmen di AADC, Asti adalah seorang model di majalah remaja

Setelah AADC : Lewat film Tentang Dia, Asti berhasil meraih penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik FFI 2005. Setelah itu Asti ikut ambil bagian di film Ruang, Dunia Mereka dan yang terakhir ia tampil memikat di film 3 Hari Untuk Selamanya. Kini wajah cantik Asti bisa dilihat di Metro TV, dimana ia membawakan acara Showbiz Cinema bersama Fedi Nuril
Lyssies Priscillia

Sebelum AADC : Juara II Model Kawanku 1999, Sissy juga pernah tergabung dalam grup musik anak-anak 5 Bocah Reggae

Setelah AADC : Perannya sebagai penderita disleksia di film televisi Juli di Bulan Juni mengantarnya meraih piala Vidia Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2005. Setelah itu Sissy bermain di film Ariel Di Raja Langit, Cintapuccino, Romeo Juliet, Crazy Krazy Krezy dan Bukan Malin Kundang. Sissy juga kerap ambil bagian di beberapa film televisi yang tayang di sebuah stasiun televisi swasta tanah air
Merah Muda & Hitam

Malam beranjak, langit sudah gelap sekali, namun saya masih duduk di depan laptop, berselancar di dunia maya dan menghabiskan waktu untuk bercengkrama bersama seorang sahabat. Topik malam ini sedikit keluar jalur dari topik yang biasa kita bicarakan : perceraian yang (semakin) marak, bukan hanya di kalangan selebritis
Sahabat saya bilang : temannya banyak yang bercerai
Banyak alasan yang melatar belakangi perceraian itu, namun satu alasan utama yang selalu ada adalah rasa cinta yang menghilang, nuansa pink romantis yang berganti menjadi hitam gelap, segelap bungkus rokok Djarum Black. Saya tidak terlalu mengerti dunia pernikahan. Saya belum pernah punya pengalaman akan kehidupan dalam ikatan pernikahan, lengkap dengan cincin kawin, buku nikah dan status suami-istri yang mengikatnya. Tapi saya pernah menjadi penonton utama di baris depan dalam sebuah drama pernikahan yang saya saksikan secara langsung : pernikahan kedua orangtua saya
Bercerai itu pilihan
Namun bukankah menikah dan hidup bersama dengan seseorang yang dipilih menjadi pasangan hidupmu -yang mana sudah bersaksi di hadapan Tuhan- telah menjadi pilihan pula? Kenapa harus berpisah kalau awalnya sudah bersama? Kenapa harus bercerai kalau awalnya bersatu?
Sebut saya naif
Sebut saya sok polos
Sebut saya sok ngerti
Sebut saya sok tua
Saya gak keberatan, wong ini memang pendapat pribadi saya kok. Bebas dong saya berbicaranya apa aja? Bebas dong saya mengemukakan pendapat saya? Jadi, izinkanlah saya mengutarakan apa yang ada di kepala saya dan membuat saya tidak bisa tidur *ah alasan, padahal mah emang dasarnya aja lagi gak bisa tidur haha
Saya mengambil contoh dari pernikahan Ayah dan Ibu saya
Mereka telah menikah selama 26 tahun dan hingga kini mereka tetap bersama walau sudah begitu banyak problema yang datang menghadang pernikahan mereka. Ayah & Ibu telah bersama selama 26 tahun dan hingga kini mereka masih rukun, alhamdulillah.
Ayah & Ibu saya memang belum layak mendapat cap pasangan abadi seperti Alm Sophan Sophiaan & Widyawati, namun saya bersyukur selama 26 tahun ini mereka masih bisa bersatu, masih berusaha menjaga cinta dan komitmen untuk mempertahankan janji suci yang telah dibuat 26 tahun lalu.
Ayah saya pengangguran
Dan Ibu saya pekerja keras
Hampir dua tahun lalu, saya pernah meminta Ibu untuk berpisah dengan Ayah, namun Ibu tidak melakukannya
Saya pernah menganggap Ibu saya bodoh karena terus bersama Ayah
Saya pernah memaki-maki -meski hanya dalam hati- Ayah yang menurut saya tidak berhasil menjadi pemimpin yang baik, yang bisa memimpin keluarga sesuai dengan ‘imajinasi’ saya akan sosok Ayah + Suami yang baik
Saya pernah benar-benar ingin keduanya berpisah dan berharap akan ada kebahagiaan -dalam versi lain- jika keduanya sepakat untuk bercerai dan mungkin membentuk keluarga baru
Namun nyatanya itu semua tidak pernah terjadi
Entah karena cinta Ibu yang sedemikian besar, atau entah karena Ayah yang sudah berubah menjadi lebih baik, hingga kini mereka tetap bersama dan saya menyadari bahwa ada usaha yang cukup kuat untuk terus mempertahankan mahligai *tsaah bahasa gue* pernikahan mereka. Saya merasa keduanya tetap berusaha mengembalikan warna merah muda dalam hubungan mereka agar tidak berlarut-larut dinodai oleh warna hitam.
Ayah memang tidak kaya
Ayah tidak punya mobil mewah dan tergabung dalam Black Car Community
Ayah hanya seorang lelaki biasa. Lelaki yang bahkan pernah saya ragukan kemampuannya untuk memimpin keluarga. Namun saya rasa Ibu tidak pernah meragukan Ayah. Ibu pernah berkata : ’sebuah hubungan itu butuh pengertian.’ dan saya rasa Ibu benar-benar melakukan isi dari kalimat yang pernah ia utarakan, atau mungkin kalimat tadi sudah menjadi slogannya. Saya tidak tau
Berdasarkan pengalaman pribadi yang begitu nyata ada di depan saya itulah saya beranggapan bahwa sudah selayaknya sepasang suami – istri mempertahankan pernikahannya atas dasar saling pengertian -seperti yang Ibu bilang. Sudah sepatutnya cinta itu dipertahankan agar jangan sampai menghilang
Banyak alasan suami – istri bercerai
Namun banyak pula alasan suami – istri untuk tetap mempertahankan pernikahan mereka
Hidup ini pilihan, bukan? Selalu ada pilihan yang bisa diambil. Dalam hal ini hanya ada dua pilihan, merah muda dan hitam. Ayah & Ibu telah memilih merah muda, dan saya sebagai anak mereka jelas bahagia dengan pilihan yang mereka ambil itu. Hitam bukan warna yang buruk, tapi dalam kasus ini, hitam tidak menjadi pilihan saya
Gambar dipinjam dari sini
Hantu Loker 13 #terima kasih

Terima kasih bagi kalian semua yang sudah menonton Hantu Loker 13
Terima kasih untuk waktunya, untuk komentarnya, untuk kritiknya dan untuk semuanya. Terima kasih
Hantu Loker 13


Saksikan Hantu Loker 13, Selasa 19 Januari 2010 jam 19.30 di Trans TV
Pemain : Nicky Tirta, Juwita Tofhany, Kris Anjar, Rendy Samuel, Gianina Emanuela, Mariam Hany, George Taka
Sutradara : Toto Hoedi
Penulis : Baihaqi Achmad
Jangan lupa ditonton dan kasih komentar yaa










